Kamis, 01 September 2011

Everlasting with kibum oppa (PART II)

Keesokan paginya……
“Kok badanku lemas dan sakit semua ya ?” batinku. Akupun membangkitkan tubuhku dan melihat ada seorang namja yang sedang tidur di pinggir kasur. “Lah, kok dia tidur di situ ? Bukannya dia lagi sakit ya ? Apa karna aku dia tidur di sana ? Kenapa dia tidak membangunkanku ?” batinku penuh tanya. Akupun turun dari kasur. Tak jauh dari kasur, tiba-tiba kepalaku pusing sekali dan ingin jatuh, tapi untung ada seseorang yang menarik lenganku “Kamu kenapa ? Kamu sakit ? Kok jalannya kayak gitu ?  Apa yang kamu rasakan ?” tanyanya khawatir. “Oh oppa, pagi oppa (tebar senyum) Aku tidak kenapa-kenapa kok, aku cuma sedikit pusing saja kok oppa. Tinggal minum obat atau istirahat saja nanti pusingnya hilang kok. Oh ya, oppa mau makan dulu atau mandi dulu ? Oppa mau makan sama apa ? Terus, oppa mau mandinya kapan ?” kataku penuh tanya. “ Are you sure honey ? (tiba-tiba memegang keningku dan panik ) Badanmu panas ! Pasti gara-gara merawat oppa, kamu jadi sakit gini. Kamu istirahat saja dulu. Kali ini biar oppa yang merawatmu Ok ? Jangan membantah dan tetap di kamar Ok ?” paniknya. “Tapi oppa, ini cuma sedikit panas kok.” kataku.  “Sedikit apanya ? Segitu panasnya dibilang sedikit ! Sudah, oppa mau ambil kompres dan obatnya dulu. Kamu tunggu di sini dan jangan ke mana-mana, kalo melangkah sedikitpun, oppa akan marah besar serta menghukummu ! Paham ?” perintahnya dan akupun hanya mengangguk saja. Tak lama kemudian, kibum oppapun kembali dengan membawa kompresan dan obat. Akupun disuruh meminum obatnya dan disuruh untuk tiduran karna ingin dikompres. Beberapa menit kemudian akupun merasa kantuk dan akhirnya tertidur. Kibum oppapun menemaniku hingga aku bangun dari tidurku. Sepanjang tidurku, akupun mengigau hingga meneteskan air mata “Oppa… Oppa… Oppa di mana ? Oppa, jangan tinggalin rae sub ya, rae sub ga mau ditinggal oppa untuk yang kedua kalinya. Rae sub ingin selalu bersama oppa. Rae sub takut kehilangan oppa. Oppa janji ya untuk tidak pernah meninggalkan rae sub lagi ?” Mendengar aku mengatakan  itu, kibum oppapun langsung memegang tanganku dengan erat dan berkata “Oppa di sini rae sub, oppa akan selalu di sampingmu. Oppa janji tidak akan meninggalkanmu lagi untuk yang kedua kalinya. Oppa juga tidak ingin kehilanganmu. Oppa hanya menginginkan dirimu saja dan oppa juga ingin selalu bersamamu untuk selamanya.” katanya sambil memegang tanganku hingga menangis.

--at family room--
Sore harinya, badanku kembali seperti semula. Akupun keluar dari kamar dan mencari kibum oppa. “Hey, kamu sudah bangun ? Sudah mendingan ? Sekarang kamu mau ngapain ?” tanyanya. “Lumayan enak sih. Hmm, aku cuma mencari oppa dan ingin menonton TV. Oppa lagi apa di dapur ?”  “Oh, oppa lagi buat makan malam kita nanti. Oh ya, rae sub mau mandi ga ?”  “Oh, nanti aja deh mandinya.” kataku yang lagi fokus melihat drama korea yang berjudul You Are My Destiny  yang dibintangi oleh Im Yoon-ah dari SNSD / Girl’s Generation. Setelah melihat drama tadi, akupun langsung mandi.

--at dining room--
Pada malam harinya dan merupakan malam kedua tanpa bia, kami makan malam bersama-sama. “Oppa” panggilku. “Ya ada apa rae sub ?”  “Apa ga dimarahin hyung jun hyung kalo oppa terlalu lama di rumahku ?” tanyaku. “Oh tidak, malah hyung jun hyung mengusirku dari rumah. Hahahahahaa. Emangnya kenapa ?”  “Oh, tidak kenapa-kenapa kok (senyum)” kataku yang membuat kibum oppa bingung. “Rae sub mau ngapain setelah makan malam ?”  “Hmm, kayaknya aku mau berdiam diri di kamar. Oppa ?”  “Oppa mau tidur saja deh, hehehe.”  candanya. “Oh gitu ya. Kalau gitu, oppa segera habiskan makannya, biar aku saja yang membereskan mejanya dan mencuci piringnya.”  “Oh, Ok.” kata kibum oppa. Setelah makan malam, kitapun masuk ke kamar masing-masing.

--at my bed room--
“Huft, capek dan sakit sekali badanku ini (sambil menepuk-nepuk punggung sendiri) Hmm, oppa sudah tidur belum ya ? Rasanya pengen main dan ngobrol dengannya. Apa ku intip saja ? Sudahlah, ku intip saja dia.” kataku yang pergi ke kamar kibum oppa.

--at kibum oppa’s bed room--
Tok tok tok, “Oppa, apa oppa sudah tidur ?” tanyaku. “Ah, be belum rae sub. Rae sub mau masuk tah ?” jawabnya. “Iya oppa, rae sub masuk ya?”  “Eh jangan dulu, oppa mau beresin dulu kamarnya. Tunggu sebentar ya, nanti oppa panggil rae sub deh.”  “Oh, ya sudah.” kataku. Tak lama kemudian, kibum oppapun membuka pintu kamarnya. “Rae sub, katanya mau masuk ? Ayo !” ajaknya dan akupun masuk ke dalam kamarnya. “Kok lama amat sih oppa ?” tanyaku. “Ah anu, oppa habis beres-beres kamarnya dulu. Hmm, rae sub mau duduk di atas atau di bawah ? Btw, ada apa rae sub ke kamar oppa ?” “Oh, aku ke sini cuma ingin main dan  ngobrol dengan oppa saja kok.” jawabku. “Oh, emangnya rae sub mau main apa ?” tanyanya. “Main apa ya ?” kataku sambil melihat-lihat rak DVD. “Eh, oppa suka mengoleksi DVD ? DVD berjenis apa ?” sambungku. “Ah enggak juga kok, oppa suka DVD yang berjenis action gitu. Hehe.”  “Oh” simple answer dan tiba-tiba jariku berhenti pada salah satu DVD yang tidak mempunyai cover depan belakang, dan pada saat itu juga kibum oppa langsung mengambil DVD tersebut lalu disembunyikan di sesuatu tempat. Akupun dibuat heran olehnya. “Oppa, emangnya DVD tadi tuh tentang apa ? Kok tiba-tiba diambil begitu saja ?” tanyaku. “Oh enggak, itu punya teman, oppa takut DVD temen oppa hilang, makanya oppa langsung mengambilnya agar tidak hilang.” jelasnya yang semakin membuatku bingung. “Hmm, tadi rae sub bilang mau main kan ? Rae sub mau main apa ?” sambungnya. “Oh iya ya. Aku lupa mau main apa. Kalau gitu, kita ga jadi main aja deh, maaf ya oppa.” kataku sambil senyum. “Oh gitu ya. Kalo gitu kita ngobrol aja yuk ?” pendapatnya, “Ngobrol apa oppa ?”  “Ngobrol apa aja terserah rae sub. Mau ngobrolin sesuatu yang penting atau ga penting atau rae sub mau curhat gitu.” jelasnya. Akhirnya akupun memiih untuk curhat.  Setelah dua jam lebih aku curhat, akupun ketiduran di kamarnya dan oppapun memindahkanku ke atas kasurnya dan sakingnya ngantuknya oppapun ikut tidur di sampingku.

Everlasting with kibum oppa (PART I)

Title  : Everlasting with kibum oppa (PART  I)
Casts : a. Kang rae sub as Ki Bum’s girlfriend
            b. Kim Ki Bum U-KISS as Rae sub’s boyfriend
            c. Kim Hyung Jun as Ki Bum’s brother
            d. Nabilah Muhibatul Hasanah / Bia as Rae sub’s sister
            e. Kim Jongwoon / Yesung as Rae sub’s friend
            f. Cho Kyuhyun as Nabilah’s boyfriend and Ki Bum’s friend
            g. Dinar Zakiyah as Rae sub’s friend
            h. Lee Donghae as Kibum’s friend

Teng teng teng, bel istirahatpun telah berbunyi.
--at kelas X4--
“Eh cip, pulang sekolah nanti mau nemenin saya ke gufi ga ?’’ kata dinar. ‘’Ehm gimana ya, masalahnya pulang nanti aku ada janji ke Gramed sekalian ngabuburit sama kibum oppa din.’’ jawabku. “Ayo sih cip temenin saya ke gufi ya, masalah kibum oppa bisa bilang kan ? Gimana cip ? Mau tidak ?’’ rayu dinar. ‘’Oh ya sudah, nanti aku tanya dulu ke kibum oppa ya din.” kataku.

--at kelas XII IPA 1--
“Permisi, apa ada kibum oppa di kelas ?” tanyaku. “Oh rae sub ! Ada apa ke sini ? pasti mau nyari oppamu yang super ganteng ini kan ?” canda donghae oppa. “Oh, aku ke sini bukan nyari donghae oppa kok, aku ke sini mau nyari kibum oppa. Apa kibum oppa ada di kelas ?” tanyaku. “Oh kibum, kalo ga salah ada. Bentar ya. Woi kibum ! Cewemu nyariin nih !” teriaknya. “Oh ya, aku akan ke sana.” teriak kibum oppa. “kata kibumnya tunggu sebentar jeh.” jelas donghae oppa. “Oh, iya” kataku. Tak lama kemudian kibum oppa pun keluar dari kelasnya dan berkata “Ada apa say kamu ke sini ? Heh donghae, pergi kamu ! Jangan dekat-dekat ceweku (sambil merangkul pundakku)”  “Iya iya, taulah yang pengen berduaan. Eh rae sub, kalo kamu diapa-apain sama kibum, ga usah sungkan untuk lapor ke oppamu ini ya, biar oppa yang memberi pelajaran padanya, ok ?” donghae oppa. “Oh, iya oppa, makasih ya oppa.” “Ok ! (masuk ke kelas)”  kata donghae oppa.  “Oh ya say, ada apa kamu ke sini ? Tumben amat nih.” kata kibum oppa. “Ehm gini, pulang sekolah nanti aku ga jadi pergi dengan oppa karna aku mau nemenin dinar ke gufi. Maaf ya oppa.”  “Oh, gapapa kok say. Tadinya aku mau ke kelasmu cuma mau bilang kalau pulang nanti aku ada kerja kelompok kimia, jadi ga bisa pergi denganmu. Eh malah kamu yang ke sini -_- ” jelasnya. “Oh, gitu ya. Kalo gitu aku balik ke kelas dulu ya oppa. Ehm donghae oppa, aku balik ke kelas ya (melirik ke belakang pintu)”  “Oh i iya (kaget) hati-hati ya my angel (melambaikan tangan)”  semangat donghae oppa. “Hah ? Oh, i iya oppa” jawabku bingung. “Heh donghae ! Sejak kapan kamu ada di situ hah ? Kamu nguping pembicaraan kita ya ? Go to hell you !! (ke donghae oppa) Hati-hati ya say (padaku)” kata kibum oppa. “Oh, iya” kataku pergi.

Teng teng teng, bel pulangpun berbunyi.
--at sekolah--
“Duh si dinar ke mana sih ! Dari tadi ku tungguin ga nongol-nongol juga !” gerutuku. “Maaf cip aku telat, soalnya tadi ada pengarahan dari wali kelas dulu. Maaf ya cip. Oh ya, jadi ga ke gufinya ?”  “Iya gapapa kok din, lagian aku juga belum lama nungguinnya. Ehm jadi kok, aku juga sudah bilang ke kibum oppa kalo mau nemenin kamu ke gufi dan dia juga mau kerja kelompok kimia dulu. Intinya kita sama-sama ga jadi pergi.”jelasku. “Oh gitu ya. Btw, kita ke gufinya jalan or naik angkot (angkutan umum) ?”tanyanya. “Aku kan bawa motor, jadi kita ke gufinya naik motor aja. Tapi yang bayar parkirnya kamu aja ya, hehehe.” candaku. “Huuu dasar cipa, ya sudah aku yang bayar parkirnya.”  “Asyiiiik, ayo kita ke gufi.” girangku.

--at gufi--
“Kamu mau minjem or balikin komik ?” bisikku. “Mau balikin komik aja cip, kalo minjem tuh nanti ga bisa balikinnya.” “Oh.”


-- 05.30 p.m. at my house--
“Bia, kamu sudah pulang belum ?” teriakku sambil melepaskan sepatu. “Oi bia, kamu ada di mana ?” tanyaku sambil membuka pintu kamar. “Bia belum pulang ? Bia ke mana sih ? (tanyaku dalam hati) telepon  aja deh”  Tuuuuut tuuuuut tuuuuuut “Halo teh ada apa ?” jawab bia.  “Heh, kenapa belum pulang ? Kamu ada di mana ?” tanyaku. “Oh maaf bia belum sms teteh, hari ini temen bia ulang tahun, jadi buka puasanya sekalian di rumah temen. Untuk masalah makanan sudah bia siapin di kulkas kok, jadi tinggal diangetin sama teteh. Oh ya, nanti pulangnya ga usah dijemput, soalnya kyuhyun oppa mau nganterin bia pulang, katanya sekalian ngerjain PR fisika bareng teteh jeh.” jelasnya. “Oh gitu ya, pulangnya hati-hati ya, kalo kyuhyun ngapa-ngapain langsung telpon teteh ya.”  “Ya teh.” putusnya. “Lah, berarti aku sendirian di rumah gitu ? Mana appa dan eomma di Luar Negri lagi. Telpon orang ajalah.” pikirku.
Tuuuuut tuuuut tuuuut “Hallo, ada apa cip telpon ? Tumben amat nih.” jawab dinar. “Ehm dinar, kamu bisa ke rumah saya ga ? Saya sendirian nih di rumah.”  “Lah, bukannya ada bia ?”  “Bia lagi dateng ke acara ultah temennya eh, ayo sih ke rumah saya, saya takut eh.” Pintaku.  “Lah, maaf cip saya lagi ada acara keluarga, maaf ya.”  “Lah sih, terus saya gimana ? Sumpah, saya takut eh.”  “Ehm, telpon yesung or kibum oppa aja.”  “Oh gitu ya, ya sudah, thanks yo.” “Yo, maaf ya cip..”  “Iya gapapa kok din.” tutupku.  “Huaaaa seram amat sih ini rumah, mana sendirian lagi. Telpon yesung aja deh.” pikirku. Tuuuut tuuut tuuuut “Yo rae sub, ada apa ?”  jawab yesung. “Eh yesung, kamu bisa ga ke rumahku sekarang ?”  pintaku. “Hem, maaf ga bisa rae sub, aku lagi les. Emangnya kenapa ?”  “Saya lagi kesepian eh, mana bia lagi ke acara ultah temennya lagi.”  “Lah sih, sebenarnya saya mau nemenin kamu, tapi sekarang aku lagi les. Maaf ya rae sub…” maafnya.  “Oh, gapapa kok. Terus nasib saya gimana eh ?”  “Gini aja, kamu telpon dinar or your namjachingu aja, sekali lagi maaf ya rae sub….”  “Aku sudah telpon dinar tapi dinarnya lagi ada acara keluarga eh, oh gapapa kok. Maksih ya.”  “Oh, iya.” putusnya.
“Dinar sama yesung ga bisa, terus saya sama siapa ? Ehm, pergi ke alfamart ajalah.” kataku dalam hati.

--06.30 p.m. at alfamart--
“Ehm, ke sini tuh mau beli apa ya? Beli snack aja deh, kan tadi bia bilang si kyuhyun mau nganter bia ke rumah sekalian ngerjain PR bareng. Baiklah aku beli snack aja.” kataku dalam hati yang mengambil beberapa snack dan langsung membayarnya.

--at house--
“Yaaah akhirnya nyampe juga (duduk di sofa sambil liat jam) Hah ? Jam segini bia belum pulang juga ? Ehm, kalo gitu aku ambil buku PRnya dulu sambil nungguin bia pulang deh.” kataku beranjak dari sofa.
Ting tong…
“Teh, teteh, ini bia, bukain pintunya sih.” teriaknya.  “Tunggu sebentar.” teriakku sambil membukakan kuncinya.”  “Ngapain dikunci sih ?” tanyanya.  “Biar aman, lama amat sih pulangnya ? Ngapain aja ? Si kyuhyun di mana ?”  tanyaku. “Sebenarnya lama di jalannya, soalnya tadi ada yang kecelakaan. Oh kyuhyun oppa, katanya dia ga jadi jeh.” jelasnya.  “Lah sih, berarti ga jadi gitu ? kyuhyun !! Awas aja kamu kalo besok ketemu !!! Ku cincang kamu !!!” amukku.  “Eits, jangan marah dulu. Tadi di jalan, kyuhyun oppa ditelpon eommanya untuk segera pulang karna neneknya masuk rumah sakit. Gitu. Sekarang jam berapa ? Waduh, sudah jam 09.00 p.m toh. Sudah ya teh, bia mau ke kamar dulu. Good night sister.”jelasnya pergi begitu saja.  “Oh, i i iya.”

Keesokan harinya
--paginya at kelas--
Terdengar suara seorang namja dari luar jendela yang sedang teriak memanggil namaku “rae subaaaaaa” serunya.  “Apa ?” jawabku. “Maaf soal yang tadi malem ya, sebenarnya aku mau dateng tapi……”  “Iya iya aku sudah tau, gapapa kok.” sambungku. “Hooo, maksih yo. Kapan-kapan saya ke rumahmu ya.” teriaknya lagi.  “Iya” jawabku.

--saat istirahat--
“Rae sub, ada 2 orang kaka kelas yang nyariin kamu tuh.” teriak salah seorang temen namja sekelasku. “Siapa ?” teriakku.  “Mereka ga mau namanya disebut, mereka namja loh.”  “Oh, tunggu sebentar.” kataku beranjak. “Siapa eh ? Di mana mereka ?” tanyaku. “Tuh !” tunjuknya. “Oooh, mereka toh. Makasih ya.”  “Iya, emangnya mereka siapa ? Ada apa mereka ke sini ?” tanyanya. Sebelum ku jawab, mereka dateng menghampiri kita dan salah seorang dari namja tersebut memanggilku “Halo rae sub, oh di sini toh kelasmu. Kamu anak X4 tah ?” tanya namja tersebut. “Halo juga donghae oppa, iya aku kelas X4. Emangnya kenapa ?” tanyaku. “Huaaa, berarti kita jodoh dong ? Dulu oppamu ini X4 juga loh, dia juga sama (menunjuk ke arah kibum oppa)” jelasnya. “Eh rae sub, aku masuk duluan ya.” bisik temanku. “Oh iya” kataku. “Ehm. Btw, oppa dan donghae oppa ngapain ke sini ?” tanyaku. “Ooooh, ga tau tuh si kibum. Katanya dia mau bilang sesuatu.” “Ehm oppa, ada apa ke sini ? Kata donghae oppa,  mau ada sesuatu yang oppa ingin katakan, katakan aja oppa.” kataku. “Ehm gini, nanti sore ada acara ga ?” tanya kibum oppa. “Ehm, ga ada sih. Paling cuma nungguin bia pulang. Emangnya kenapa ?”  “Ooh ga ada ya. Kalo gitu mau ga nanti sore jalan ?” tanyanya sambil malu-malu. “OMO, lucu sekali namjaku ini >.< (teriakku dalam hati) Hah ? Jalan ?” kataku. “Ya, kalo rae sub bisa, ga bisa juga gapapa kok. Oppa ga maksa kamu.”  Jawabnya malu. “Apa ? Mana mungkin aku bilang ga bisa pergi denganmu sayang (kataku dalam hati) Aku bisa kok oppa.”  jawabku senyum.  “Serius ?” tanyanya ga percaya.  “Iya” jawabku singkat.  “Ya sudah, nanti jam 5an oppa jemput kamu ya.”  “Iya oppa.”  jawabku senyum sambil menahan tawa dalam hati.  “Kalian mau dating ? Ke mana ? Aku ikut ya biar ngejagain rae sub dari namja-namja genit.” kata donghae oppa. “Kita mau dating atau tidak itu bukan urusanmu. Kamu ga boleh ikut ! Justru aku takut kalo kamu ikut, karna kamu salah satu dari para namja genit.” ejek kibum oppa.  “Huaaa kibum jahaat.. rae sub, segera putuskan namjamu ini. Aku ga sanggup melihatmu bersamanya.” rengeknya. “Sudah ah, ayo donghae kita balik ke kelas ! Ehm say, aku balik ke kelas dulu ya, daah.” katanya sambil menarik donghae oppa. “Iya oppa” kataku. Saat aku sedang memperhatikan mereka jalan, tiba-tiba teman yeojaku mengagetkanku. “Eh rae sub, mereka tuh siapa ? kok kayanya kamu deket sekali sama mereka. Hayoo siapa ?” goda temanku. “Kamu maunya mereka siapa ?” jawabku senyum padanya. “Aaaah serius. Mereka tuh siapamu ?” tanyanya. “Kalo yang tinggi tuh namjachinguku, kalo yang pendek tuh temannya namjachinguku. Emangnya kenapa sih ?” tanyaku. “Oooh engga, mereka kelas berapa ?” tanyanya. “Mereka kelas XII IPA 1. Kenapa ? hayooo kamu naksir namjaku ya ? cieeee…” godaku. “Engga, aku cuma bingung aja. Soalnya teman ekskulku suka cerita kalo dia suka sama kaka eksulku, kalo ga salah dia kelas XII IPA 1 juga.” jelasnya. “Siapa yang bilang ? emangnya kamu ekskul apa ya ? sorry aku lupa, hehehe.” tanyaku. “Yaaaaah kamu jahat, masa lupa sama ekskul temanmu sendiri sih ! Nangis nih !!!” rengeknya. “Hahahahha maaf sih….” hiburku. “Ok ! Dengerin baik-baik dan jangan sampai lupa lagi ya ! Aku ikut potret ! Paham ? Lupa ga ?” tanyanya. “Potret ? Itu kan ekskulnya kibum oppa, jangan-jangan…(tanyaku dalam hati) Potret ? Ooh potret ya. Terus temanmu suka sama siapa ? Barangkali aku kenal.” pancingku. “Kalo ga salah namanya tuh kim bum tah ? Eh bukan, kim ki bum. Kamu kenal tah ?” tanya temanku. “Astaga ! Ternyata dugaanku benar ! (kataku dalam hati) Hah kibum !!? Dia kan…” putusku. “Dia kenapa ? kamu kenal tah rae sub ?” tanya temanku bingung. “Eh ! Apa orangnya seperti ini ? (sambil memperlihatkan foto kibum oppa dari handphoneku)”  “Eh iya ! Benar ini orangnya !! Kok kamu punya fotonya sih ? Dia ganteng kan ? Sudah ganteng, tajir, pintar, keren, terkenal, sopan, ramah, baik hati pula. Mau deh jadi pacarnya… (teriaknya) Hmmm, btw dia sudah punya pacar belum ya ? Kamu tau ga rae sub ?” tanyanya. “Tau apa ?” tanyaku bingung. “Iiih kamu ga nyambung sih ! Kamu tau ga dia sudah punya pacar atau belum ?” manjanya. “Oooh, dia tuh sudah punya pacar tau.” Jawabku lemas. “Hah serius ? Cewenya kelas berapa jeh ? Terus sudah berapa lama mereka pacaran ? Iiiiih enak sekali sih jadi cewenya ! Sebeeeeeeel !!” amuknya. “Mereka tuh sudah 10 bulan lebih pacaran, dan cewenya tuh seangkatan dengan kita.” Jelasku lemas. “Hah 10 bulan ? Berarti waktu itu si cewenya masih SMP ? Seangkatan dengan kita ? Kelas X apa jeh ?” tanyanya. “Emangnya kenapa ? Mau tau dia kelas X apa ? Aku aja gatau, hehe. Sudah ah, aku masuk duluan ya.” jawabku dan akupun kembali ke tempat dudukku. Tak lama kemudian terjadi sebuah keributan di kelasku, aku tidak perduli mereka sedang meributkan apa dan aku tetap fokus pada handphoneku karena aku sedang membalas message dari kibum oppa. “Hey hey !! Aku punya berita baru !” ribut teman yeojaku. “Apa hey apa !!? Jangan buat kami penasaran sih !” jawab salah seorang temanku. “Apa kalian tau prince sekolah kita yang ekskulnya potret ?” tanya teman yeojaku. “Ya ! Kami tau dia. Emangnya kenapa ?” tanya salah seorang temanku. “Tau ga, barusan saja aku dibales smsnya sama dia. Seneeeeeeeeng banget rasanya." teriaknya. “Hah serius ? Kamu dapat dari mana ? Mau sih !!” pinta teman-teman yeojaku. “Dari kaka potret” jelasnya. “Astaga ! Kok dia dapat nomernya kibum oppa sih !? Apa benar oppa membalas messagenya ?” tanyaku dalam hati. “Hey rae sub ! Apa kamu juga punya nomernya ga ?” teriak teman yeojaku. “Hah apa ? Nomernya siapa ? Maaf aku ga dengar, soalnya aku lagi dengerin lagu dan fokus sama novel.” Jawabku pura-pura ga tau. “Ya nomernya prince potret kita, alias kim ki bum tuh. Kamu punya ga ?” tanyanya. “Oh, ya aku punya. Emangnya kenapa ?” tanyaku polos. “HAH !! KAMU PUNYA RAE SUB !!!?” tanya teman yeoja sekelasku. “Iya punya, emangnya kenapa ?” tanyaku pura-pura bingung. “KENAPA KAMU TIDAK MEMBERI TAHU KAMI HAH !!!” amuk mereka serentak dan aku hanya senyum saja. “Eh, ada apa ribut-ribut ?” tanya kyuhyun yang baru datang dari kantin. “Ini loh. Si rae sub punya nomernya prince potret kita, nyebelin banget sih.” jawab salah seorang teman yeojaku. “Apa ? Prince potret ? Emangnya dia siapa ? Aku baru tau eh.” tanya kyuhyun polos. “Kyuhyun !! Masa kamu ga tau sih !! Dia tuh kim ki bum dari kelas XII IPA 1 tau !! Masa kamu ga kenal sih ! Dia kan terkenal !!” jelasnya. “Ooooh kibum hyung toh, emangnya kenapa ya ?” tanya kyuhyun polos. “Kamu kenal ? Dasar kyuhyun telmi ! Itu, si rae sub punya nomernya kibum-ssi. Nyebelin banget kan !?” jawab teman yeojaku. “Iya aku kenal dan aku punya nomernya. Ngapain kalian harus nyebelin sama rae sub ?” tanya kyuhyun polos lagi. “Kyuhyun !!! Kenapa kamu ga bilang pada kami kalo kamu punya nomernya kibum-ssi !!? Kenapa ? Ya rae subnya ga mau bilang sih, nyebelin kan ?” jawab teman yeojaku. “Ya memang seharusnya rae sub ga bilang pada kalian. Kalian semua sini-sini, dengerin kata-kataku ya ! Rae sub itu yeojachingunya kibum hyung, mereka sudah pacaran 10 bulan lebih. Wajar aja rae sub ga bilang kalau dia punya nomernya kibum hyung. Dan tadi rae sub tuh pura-pura ga dengar, padahal dia dengar pembicaraan kalian.” bisik kyuhyun. “Hah !? Jadi kaka kelas yang tadi datang ke kelas kita tuh namjachingunya dan temannya ? Oh tidak, berati kita semua sudah melukai hatinya rae sub dong ? Haduh giman nih kyuhyun ?” bingung mereka. “Iya, yang tadi datang tuh kibum hyung. Kalian tinggal minta maaf aja sama dia.” jelas kyuhyun. “Baik, kita semua akan minta maaf sama rae sub !” serentak mereka dan menghampiriku. “Rae subaa……” panggil mereka serentak. “Hm, ya ? Ada apa ? kok rame-rame gini ya ?” tanyaku bingung. “Gini, kami mau minta maaf padamu karena kami sudah melukai hatimu.” jawab mereka. “Minta maaf ? Melukai ? Aku ga ngerti.” tanyaku polos. “Gini rae sub. Kami sudah membuat kamu cemburu. Kami terlalu jujur padamu kalau kami suka sama kibum-ssi. Kami benar-benar ga tau kalau kamu cewenya kibum-ssi dan kami benar-benar minta maaf.” jujur mereka serentak. “Oh kibum oppa ya. Gapapa kok, lagian aku juga ga cerita sama kalian semua kalau aku pacarnya kibum oppa.” jelasku. “Kamsahamnida rae subaaaaaa !!!” teriak mereka dan akupun hanya tersenyum mendengarnya.
--saat istirahat--
Teng teng teng, bel istirahatpun sudah berbunyi dan terdengar teriakan dari para murid yeoja kelas X. Aku tidak tau mereka sedang meneriakan apa. “Hiyaaaaa itu kibum oppa !! Tumben sekali dia lewat kelas X. Haduuuuh dia ganteng sekaliiiii >.< !!” teriak para murid yeoja. “Hmm permisi, apa rae subnya ada ?” tanya oppa pada salah seorang teman yeojaku. “Ah kibum hyung ! Ngapain hyung ke sini ?” panggil kyuhyun menuju kibum oppa. “Ah kyuhyun ! Hmm apa rae subnya ada ?” tanyanya lagi. “Oh rae sub ya. Ada, tuh dia ! (tunjuk kyuhyun ke arahku yang sedang baca buku sambil mendengarkan lagu)” jawab kyuhyun. “Oooh, dia lagi baca buku toh. Ya sudah, hyung ke rae sub dulu ya. Hyung ga mau ganggu dia, biar hyung yang ke sana.” pinta oppa sambil ke arahku dan kyuhyun juga mengikutinya. Sebelumnya oppa sms dulu ke aku dan ketika aku hendak membalas smsnya tiba-tiba oppa duduk menghadapku dan aku tidak perduli siapa yang duduk di depanku ini. Aku melanjutkan membacaku. “Ekhm. Hai boleh kenalan ga ?” goda kibum oppa. Aku tidak memperdulikannya dan aku tetap fokus membacaku. “Ekhm ! Ekhm !” pancing oppa. “Haduuuh ini siapa sih ! ganggu orang aja !” kataku sambil melirik orang tersebut, dan akupun tidak tau kalau dia itu kibum oppa. “Ah oppa. Ada apa oppa ke sini ? Kenapa oppa ga menyuruh kyuhyun atau teman-temanku untuk memanggilku ?” tanyaku malu. “Tadi mau aku panggil rae sub, tapi hyung sendiri yang minta untuk memanggilmu sendiri.” jelas kyuhyun. “Iya sayang, kyuhyun benar.” jawab oppa senyum dan senyumannya itu membuat semua murid yeoja melayang bahkan akupun juga melayang. “ooh gitu ya, terus oppa ngapain ke sini ?” tanyaku polos. “Oppa ke sini karena oppa ingin mengajakmu istirahat bareng.” jelas oppa. “Oooh gitu ya oppa. Sebenarnya aku mau, tapi aku lagi banyak tugas yang harus dikumpulin pulang sekolah nanti. Maaf ya oppa.” Maafku polos. “Hey rae sub ! Masalah tugas kan bisa minta tolong hyung atau ga kita kerjakan sama-sama di kantin. Gimana ? Mau ga ?”jelas kyuhyun. “Oh iyaya. Mungkin aja oppa bisa menolongku (kataku dalam hati) Baiklah, ayo kita ke kantin oppa.”ajakku. “Nah gitu dong, sini bukunya biar oppa yang bawa.” Pinta oppa dan oppa langsung mengambil bukuku. “Eh jangan semuanya oppa, itu kan berat.” bujukku. “Gapapa, oppa kuat kok.”jawab oppa senyum. “Ya sudah, kita setengahan saja ya. Biar ringan.” pintaku dan oppapun menyetujuinya. Aku, oppa dan kyuhyun pun menuju kantin, dan kamipun mendapatkan meja yang kosong dan bersih. Kami memesan makanan dan kami mengerjakan tugasnya bersama-sama. Tepat bel berakhirnya istirahat, semua tugas-tugasnya sudah selesai dengan mudah dan cepatnya. Itu semua berkat dikerjakan bersama-sama dan berkat adanya kibum oppa. Kami pun kembali ke kelas masing-masing.

--after lesson school--
Tepat jam 02.30 p.m adalah dimana semua warga sekolah kembali ke rumah masing-masing. Ada yang pulangnya sendiri, ada yang dijemput dan ada yang dianter. Akupun juga begitu. Aku dianter pulang oleh kibum oppa dengan mobilnya super keren dimataku. Ga terlalu jauh jarak dari sekolah ke rumahku, hanya membutuhkan waktu 15 menit (kalau ga macet). Sesampainya di depan rumah dan ketika aku hendak keluar membuka pintu mobil, tiba-tiba kibum oppapun menggenggam tanganku erat sehingga aku tidak jadi membuka pintu mobilnya. “Hmm oppa, ada apa ? Kenapa tanganku…” putusku ketika jari telunjuk tangan oppa menyentuh bibirku. Aku bingung dengan sikapnya saat ini, ketika aku hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba oppa mencium pipiku. Sontak aku sangat kaget dengan tingkahnya saat ini. “Ah oppa, ada apa ? Kenapa kamu seperti ini ? A a aku kaget oppa..” putusku lagi ketika bibirku bersentuhan dengan bibirnya dan itu membuatku semakin kaget sehingga aku ingin melepas ciuman kami tapi itu dicegah oleh oppa. Ciuman kami lumayan lama sehingga membuat aku kesusahan bernafas dan oppapun akhirnya melepaskan ciumannya. “Ah sayang, maafkan aku. Apa kamu baik-baik saja ?” panik oppa. “Ah ah ah (terengah-engah) akuh tidah apah-apah koh oppah. Aku hanya butuh sedikit udara.”   “Baiklah, oppa bukan pintunya ya.” jawab oppa sambil keluar dari mobilnya dan membuka pintuku. “Apa sekarang sudah mendingan ?” panik oppa. “(mengatur nafas) huuuft. Iya, sudah mendingan kok oppa.” jawabku yang masih mengatur nafas. “Maafkan oppa ya sayang, oppa terlalu nafsu menciummu. Habisnya kamu manis sekali, sehingga membuat oppa ingin melahapmu. Maaf ya sayang……” maaf oppa. “Gapapa kok oppa. Ya sudah, aku masuk duluan ya oppa. Sampai ketemu nanti.” jawabku senyum. “Sini, biar oppa mengantarmu sampai dalam.” pinta oppa dan oppapun mengantarku hingga dalam. Setelah mengantarku, oppa langsung pulang karna jam 5 nanti oppa ingin mengajakku pergi.
-- at house--
Sesampainya, aku langsung masuk ke kamar untuk ganti baju dan siap-saiap serta mandi. Sambil memilih baju, aku melirik jam “Aduh sudah jam 04.25 p.m , bentar lagi kibum oppa dateng.” gegasku. “Teh, di bawah ada kibum oppa tuh. Teteh mau ke mana sih ? Ya ampuun teh, kamu tuh lagi ngapain ?”  tanya bia. “Eh bia. Bia, bantuin teteh milihin baju yang cocok sih. Teteh mau jalan sama kibum oppa.” pintaku. “Lah sih, bia juga mau dating sama kyuhyun oppa.” sambil milihin baju untukku. “Kapan ?” kataku. “Sekarang.” jawab bia.  “Oh ya sudah, nanti jangan lupa kunci rumahnya ya. Teteh berangkat dulu ya, thanks yo sis and hati-hati ya.”
Sesampainya di ruang tamu, “Sudah siap ?” tanya kibum oppa. “Iya.” Kataku dan kamipun pergi.

--on the way--
Hening……
“Ehm oppa, kita mau ke mana ?” kataku yang memecah kehingan tersebut. “Ada deh, kamu pasti terkejut dan terharu deh.”  “Hah terharu ?”  tanyaku bingung. “Iya (senyum ke arahku) Kamu pasti suka kok say” katanya. Sepanjang jalan aku terus memikirkan ke mana aku di bawa pergi dan sebenarnya apa yang akan dia lakukan.

--di tempat tujuan--
Karna kelamaan mikirin ini itu, ga kerasa kamipun sampai ditempat tujuan dan kamipun turun dari mobil, sebelumnya mataku ditutup dengan sehelai kain dan itupun membuatku bingung. “Ehm oppa, kenapa mataku harus ditutup ? Dan sampai kapan mataku ditutup ?”  “Sabar ya say, sebentar lagi kita sampai.” katanya sambil menbantuku jalan agar tidak jatuh dan menabrak sesuatu. Beberapa lama menit kemudian kita berhenti, tetapi kain yang menutupi mataku tidak dibuka. “Apa kita sudah sampai ? Kapan kainnya dibuka ?”  “Sebenarnya kita sudah sampai, tapi matamu belum boleh dibuka dulu.”  “Terus kapan dibukanya ?”  “Sebentar lagi kok say, sabar ya.” katanya. Ya sudah aku menurut saja. Tak lama kemudian kain yang menutupi mataku dibuka juga, setelah mataku boleh melihat semuanya, aku melihat banyak orang yang berkumpul di sekitar kami, aku melihat banyak teman-temanku serta aku melihat ada kedua orang tuaku “Bukannya mereka di luar negeri, kenapa mereka ada di sini ?” batinku, serta aku melihat ada bia di sini dan membuat batinku bertanya “Bukannya bia mau ngedate sama kyuhyun ? kok ada di sini ?”. Saking bingungnya akupun bertanya kepada kibum oppa “Oppa, kenapa banyak sekali orang yang mengelilingi kita ? Kenapa teman-temanku juga di sini ? Terus kenapa kedua orang tuaku ada di sini, bukannya mereka di luar negri ? Dan kenapa bia juga ada di sini, padahal bia mau ngedate sama kyuhyun ? Oppa jebal, tell me ok ?”  “Rae sub sayang, sebenarnya kedua orang tuamu tidak keluar negri, tapi mereka sedang mempersiapkan sesuatu, terus teman-temanmu ada di sini karna aku yang mengundang mereka untuk menyaksikan sesuatu, dan sebenarnya bia tidak sedang kencan sama kyuhyun, kencan hanya sebuah alasan.” jelasnya. “Maksudnya mempersiapkan sesuatu apa ? Terus maksudnya menyaksikan sesuatu apa ? Serta maksudnya hanya sebuah alasan apa ?” tanyaku panjang lebar. “Kamu akan tau sendiri kok (tersenyum ke arahku)” simple answer. Kata-katanya tadi membuatku semakin bingung. Ga lama kemudian terdengar suara alunan biola yang memainkan lagu Marry you by super junior dan itu membuatku semakin bingung. Setelah lagu tersebut berhenti, kakanya kibum oppa alias hyung jun oppa berkata “Kibum, acaranya sudah bisa dilaksanakan.”  “Oh OK hyung”. Setelah mengatakan OK, kibum oppa berkata “Rae sub, apakah kamu tau sudah berapa lama kita berpacaran ?”  “ehm, sudah 10 bulan lebih kan ?” kataku. “Huft (menghela nafas) Sebenarnya aku dan kamu sudah dijodohkan sejak kamu berusia 1 tahun, saat itu aku berusia 3 tahun. Jadi, kita tuh sudah lama berpacaran sekitar 15 tahun lebih.” jelasnya. “Hah ? Jadi kita sudah dijodohkan dari kecil ? Terus, sekarang oppa ngapain membawaku ke sini ?” tanyaku bingung. “Hari ini aku membawamu ke sini karna aku ingin melamarmu rae sub. Rae sub would you marry me ? I hope you can marry with me, everlasting with me. Cause I can’t stop thinking about you my angel and I can’t life without you.” pengakuannya. “Apa ? Barusan tadi apa ? Tadi dia melamarku ? OMO… He so sweet, he make me crazy and I can’t life without him too (kataku dalam hati) Ehm oppa, sebenarnya aku…”  “Gapapa kok kalo rae sub belum or ga bisa hidup denganku, tapi ku mohon terimalah lamaranku ini.” putusnya. “Oppa ! Sebenarnya aku mau menikah denganmu ! Aku mau hidup denganmu ! Dan.. Dan aku… Aku ga mau kehilanganmu !” jelasku sambil meneteskan air mata. Setelah mengatakan itu, rasanya hatiku lega sekali dan membuat kibum oppa memelukku dengan eratnya sambil menghapus air mataku dengan tangannya yang besar.  “Are you sure honey ? You want marry with me ?” tanyanya. “Yes I’m sure and really want life with you until I die.” pengakuanku. Setelah aku berkata seperti itu, kibum oppa memasangkan sebuah benda yang berbentuk bulat dan di tengahnya berlubang yang tak lain benda tersebut adalah cincin dijari manis tangan kananku serta akupun memasangkan benda yang sama dijari manis tangan kanannya kibum oppa dan acara dihari itupun selesai.


--Morning after--

don't! don! modeun ge don sesang won ane gadhin nuh what is your mind
(you outta control what is your mind)
jebal juwireul dorabwa juhlmangui nunbichi boijanha
(stop bangin' my head my eyes gone red)

juhmjuhm muhruhjineunguhl geudaero chungbunhan sesang
Imi gajinguhllo da gippeunsesang
kkumkkuduhn saramdeuri hanadoolsshik dduhnabuhryuhdo
byunhaji anhne

                                                                       
don’t don by super junior

Lagu tadi adalah nada alarm hpku yang sudah ku setel jam 05.30 a.m dan akupun segera mandi.
Dari bawah terdengar suara yang sangat cempreng, yang tak lain suara tersebut milik bia “Teteh ! Woi teh, kamu sudah bangun belum ?” teriaknya. “Heh ! Berisik amat sih, sudah mandi malah.” kataku sambil menuju ke dining room. “Eh bia, appa dan eomma kemana ? Kok sepi amat ya.”  Tanyaku mencari-cari. “Dari jam 04.00 a.m, appa dan eomma pergi ke bandara. Cepetan nasinya dimakan, nanti keburu dingin loh !” jelasnya. “Lah, emangnya mereka kemana ? Iya bawel (sambil mamakan nasinya) Eh, kamu mau kemana ? Kok sudah rapih amat. Hayoo mau jalan-jalan sama kyuhyun ya ? Ihiiy.” godaku. “Mereka pergi karena ada kerjaan yang harus segera mereka selesaikan di paris. Kok tau ? Iya bia mau sepedahan sama kyuhyun oppa. Sudah, cepat habiskan nasinya ! Jangan lupa bereskan mejanya dan jangan lupa cuci piringnya ya ! Sudah ya bia mau berangkat dulu, hati-hati yo sis.” teriaknya yang sudah menghilang dari hadapanku. “Yaaah sendirian lagi deh.” batinku. Setelah ditinggal sendirian, akupun segera menghabiskan sarapanku, membereskan meja serta mencuci piring.

--at family room--
Setelah membereskan meja dan mencuci piring, akupun menjatuhkan tubuhku di atas sofa sambil mendengarkan lagunya super junior yang berjudul marry you Japanese version, dan saat di lirik (*) aku jadi ingat waktu kibum oppa melamarku, rasanya senang sekali bahkan aku pikir itu mimpi.

(*) Would you marry me?
Itoshii hito dakiyosete

Isshou hanasanai, I do
Donna toki mo, I do

Sekai ni owari ga kitemo, I do
Eien no ai my love
Ting tong……
Akupun tersadar dari lamunanku dan segera membukakan pintunya. “Ya siapa ?” tanyaku sambil membukakan kuncinya. “Ini kibum oppa sayang” jawabnya. “Oh no, barusan aja aku memikirkannya, eh sekarang dia ke sini (batinku) Oh kibum oppa, tunggu sebentar ya oppa.” Cekrek cekrek.
“Halo sayang (sambil mencium pipiku)” sapanya. “Halo juga” kataku sambil menutup pintu. “Appa, eomma dan bia kemana ? Kok sepi amat ya.” tanyanya sambil duduk. “Appa dan eomma pergi ke paris karna ada kerjaan yang harus segera diselesaikan, bia sedang sepedahan sama kyuhyun.” jawabku dari dapur. “Oh gitu ya, berarti kamu sendirian ya ? Kasihan istriku ini sendirian di rumah, pasti takut ya ?” godanya. “Ya belum lama sih sendirian di rumahnya. Kalo malem aja aku takut sendirian. Silahkan diminum airnya oppa.” kataku sambil memberikan minumnya dan duduk di sampingnya. “Oh iya (sambil meminum airnya) Kalo takut, telpon oppa aja ya, oppa akan segera dateng kok. Oh ya, appa dan eomma kapan pulangnya ?”tanyanya.  “Iya oppa. Aku gatau oppa, yang tau cuma bia. Oppa mau makan apa ?” kataku. “Ehm mumpung lagi kelaparan, oppa minta nasi goreng aja deh, cukup pake telor aja ya.”  “Ah iya” kataku langsung ke dapur.
15 menit kemudian……
“Oppa, nasi gorengnya sudah jadi nih (meletakkan piring) Lah kok tidur sih (batinku) Oppa bangun, katanya lapar. Nih aku sudah membuatkan nasi gorengnya.” kataku. “Ehm maaf oppa ketiduran (menggosok-gosokkan matanya dengan punggung jarinya lalu mengambil piringnya) Rae sub ga makan ?” tanyanya. “Oh, aku sudah kok oppa.”  “Yaaah, makan lagi aja ya ? Biar oppa yang suapin kamu. Yaya ?” rayunya. “Ga usah, oppa saja yang makan. Rae sub sudah kenyang kok.” “Oh ya sudah, oppa makan ya say.” Sambil menunggu kibum oppa makan, akupun membaca sebuah majalah yang ku temukan di bawah meja. Ternyata majalah itu adalah majalah yadong (khusus orang dewasa), akupun langsung menutup majalah tersebut dan disimpannya kembali ketempat semula. “Kamu kenapa say ? Kok ga jadi baca majalahnya ?” tanyanya yang dari tadi memperhatikanku. “Oh engga oppa. Eh, oppa sudah selesai makannya ? Mau nambah lagi makannya ?” kataku mengalihkan pembicaraan. “Oh iya sudah selesai. Oh ga usah nambah lagi, oppa sudah kenyang.”  “Oh, kalo gitu rae sub mau cuci dulu piringnya ya.” membawa piringnya ke dapur. Saking penasaran sama majalah tadi, akhirnya kibum oppa pun mengambil dan membuka majalah tersebut. Saat membuka majalahnya, kibum oppa pun cepat-cepat menaruhnya kembali, karna dia takut nafsunya keluar. “Oppa” panggilku. “I iya sayang, a a ada apa ?” kaget. “Oppa kenapa ? Kok nada bicaranya kayak gitu ? Oppa sakit ? (memegang keningnya kibum oppa) Eh, badan oppa panas, oppa istirahat aja dulu di kamar, kalo suhu badan oppa belum membaik, oppa nginep aja dulu di sini, nanti rae sub aja yang telpon hyung jun hyung (panik)”  “Oh oppa tidak kenapa-kenapa, oppa cuma pusing sedikit aja kok. Oppa bisa pulang kok.” katanya sambil jalan. Tiba-tiba…  Bruk ! Ku lihat kibum oppa terjatuh, akupun langsung membantunya berdiri dan membawanya ke kamar.

--at bed room--
“Tuh kan, oppa tuh lagi sakit. Oppa nginep di sini aja ya, sampe kondisi oppa membaik. Terus masalah hyung jun hyung gampang, nanti ku telpon dia. Oppa cukup istirahat di sini dan jangan ke mana-mana ya. Kalo mau ke suatu tempat, panggil aku ya. Rae sub mau telpon hyung jun hyung dan mau ambil obat dulu.” kataku pergi. “OMO…… Apa aku bisa menahan nafsuku ini bila dia ada di sampingku terus ? Oh god, semoga saja hambamu ini bisa menahan nafsunya. Amiin.” batinnya. Setelah beberapa menit ditinggal untuk menelpon hyung jun hyung dan mengambil obat, akupun kembali ke kamarnya kibum oppa. “Oppa, diminum dulu obatnya.”  “Ah iya (meminum obatnya) Ah, rae sub makasih ya atas semuanya.”  “Iya oppa, ini kan sudah jadi tanggung jawabku sebagai calon istrinya oppa, hehehe. Ehm, oppa mau apa ? Oppa mau mandi ? Biar kusiapkan airnya” tanyaku. “Ah ga usah, oppa bisa nyiapin sendiri. Btw, bia kok belum pulang ya ?” tanyanya. “Oh, tadi bia telpon, katanya bia sama kyuhyun akan nginep di rumah tante selama 3 hari.”  “Berarti yang di rumah cuma aku dan rae sub ? (kata kibum oppa dalam hati) Berati……” kata kibum oppa. “Iya oppa, di rumah cuma kita berdua. Tenang aja kok oppa, aku tidak apa-apa. Kan ada oppa yang nemenin aku.” Kataku. “Tenang bagaimana ? Oppa kan lagi sakit, sedangkan kamu harus mengurus oppa. Padahal kamu takut sendirian pada malam hari kan ?”  “I iya sih, tapi tenang aja, aku akan tidur di sini bersama oppa. Biar aku ada temannya dan bisa merawat oppa. Oppa mau mandi tidak ?” tanyaku. “Oh, I iya. Oppa mau mandi.”  “Oh ya sudah, rae sub siapin dulu airnya ya.” Kataku yang langsung menuju kamar mandi. Tak lama kemudian, “Oppa, airnya sudah hangat, oppa segera mandi ya.” kataku. “Iya” jawab kibum oppa.

--night at bed room--
Saat kami duduk di bawah yang sedang asyik bermain permainan ular tangga, tiba-tiba terdengar suara yang sangat besar.
 Jedeeeer jedeeeer jedeeeeer !
Suara petir tadi membuatku kaget dan takut serta dengan otomatisnya aku teriak. “Rae sub kamu gapapa ?” tanya seorang namja yang berada di depanku ini. “O oppa…” panggilku. “Iya ? What’s up honey ? Are you Ok ?” paniknya, “Oppa, a a aku takuuut.” jawabku ketakutan.”   “ (senyum) Ya sudah, sini sini (menarikku untuk duduk di sampingnya) Kalo rae sub takut, tutup aja telinganya rae sub dan peluk oppa aja ya. Tenang, di sini ada oppa yang menjagamu. Kamu jangan ke mana-mana ya dan kalo mau ke suatu tempat bareng oppa ya. (sambil menyenderkan kepalaku ke pundaknya)” jelasnya. “Iya oppa” kataku ketakutan.  Dalam situasi yang sama, tiba-tiba Plek ! “Oh tidak, kenapa harus mati lampu segala sih ! Kenapa harus disituasi yang sama-sama menegangkan !! Aku benci situasi yang seperti ini !!” gerutuku dalam hati. Ternyata kibum oppa menyadari akan hal ini dan kibum oppapun berkata “Jika kamu takut, berpeganglah erat pada oppamu ini Ok ?”  Akupun memegang tangannya dengan erat agar aku tidak terpisah dengannya. “Rae sub, biasanya di mana keluargamu menyimpan lilin ?” tanya kibum oppa. “Di dapur oppa, oppa mau ke bawah ? Rae sub ikut ya” pintaku, “Iya, kamu wajib di sampingku di saat seperti ini. Ayo kita ke bawah.”

--at kitchen--
“Say, di sebelah mana lilinnya disimpan ?” tanya kibum oppa. “Sebelah sini oppa.” tunjukku, “Oh, ayo kita nyalakan lilinnya.” serunya, akupun hanya mengikutinya saja.
--at family room--
Hujan besar yang disertai dengan suara petir yang sangat besar serta matinya semua lampu membuatku menjadi takut hingga akupun tertidur pulas dipelukannya kibum oppa. “Rae sub. Hei sayang bangun say (mencoba membangunkanku). Kasihan dia, saking takutnya sampai tertidur pulas di dadaku (mengelus-elus rambutku). Brr, dingin sekali udaranya. Pasti dia juga kedinginan, aku bawa dia aja deh ke kamar.”

--at bed room--
Sesampainya di kamar, kibum oppa pun langsung menurunkanku di atas kasur dan langsung menutupi tubuhku dengan selimut. Tiba-tiba kibum oppa terdiam sambil mengelus-elus rambutku lalu berkata “Sudah lama oppa tidak melihat wajahmu yang sedang tidur seperti ini dan sudah lama oppa tidak tidur sedekat ini denganmu. Oppa masih ingat masa-masa kecil kita dulu. Kamu selalu mencariku setiap kamu sedang kesepian, ketakutan, senang ataupun sedih. Dulu kamu selalu bilang kalo kamu sangat mengagumiku. Dulu kamu juga pernah bilang kalo kamu ingin hidup bersamaku. Oppa juga masih ingat saat kamu terjatuh gara-gara mengejarku saat oppa pindah dulu. Sebenarnya, waktu itu… waktu itu oppa tidak ingin pindah, oppa masih ingin bersamamu dan oppa masih ingin bermain
denganmu. Dari dulu sampai sekarang sifatmu tidak berubah sedikitpun ya, kamu masih takut kegelapan dan takut kesepian. Dan dari dulu sampai sekarang oppa tuh masih menyayangimu, mencintaimu dan ingin selalu bersamamu. Apa kamu kangen oppamu ini ? Apa kamu mencintaiku, menyayangiku dan ingin selalu bersamaku juga ? Oppa mohon jangan pernah meninggalkan oppa ya. Saranghaeyo my first yeoja (mencium bibirku)”  Setelah mengatakannya, kibum oppa pun tertidur di pinggiran kasur.