Kamis, 01 September 2011

Everlasting with kibum oppa (PART II)

Keesokan paginya……
“Kok badanku lemas dan sakit semua ya ?” batinku. Akupun membangkitkan tubuhku dan melihat ada seorang namja yang sedang tidur di pinggir kasur. “Lah, kok dia tidur di situ ? Bukannya dia lagi sakit ya ? Apa karna aku dia tidur di sana ? Kenapa dia tidak membangunkanku ?” batinku penuh tanya. Akupun turun dari kasur. Tak jauh dari kasur, tiba-tiba kepalaku pusing sekali dan ingin jatuh, tapi untung ada seseorang yang menarik lenganku “Kamu kenapa ? Kamu sakit ? Kok jalannya kayak gitu ?  Apa yang kamu rasakan ?” tanyanya khawatir. “Oh oppa, pagi oppa (tebar senyum) Aku tidak kenapa-kenapa kok, aku cuma sedikit pusing saja kok oppa. Tinggal minum obat atau istirahat saja nanti pusingnya hilang kok. Oh ya, oppa mau makan dulu atau mandi dulu ? Oppa mau makan sama apa ? Terus, oppa mau mandinya kapan ?” kataku penuh tanya. “ Are you sure honey ? (tiba-tiba memegang keningku dan panik ) Badanmu panas ! Pasti gara-gara merawat oppa, kamu jadi sakit gini. Kamu istirahat saja dulu. Kali ini biar oppa yang merawatmu Ok ? Jangan membantah dan tetap di kamar Ok ?” paniknya. “Tapi oppa, ini cuma sedikit panas kok.” kataku.  “Sedikit apanya ? Segitu panasnya dibilang sedikit ! Sudah, oppa mau ambil kompres dan obatnya dulu. Kamu tunggu di sini dan jangan ke mana-mana, kalo melangkah sedikitpun, oppa akan marah besar serta menghukummu ! Paham ?” perintahnya dan akupun hanya mengangguk saja. Tak lama kemudian, kibum oppapun kembali dengan membawa kompresan dan obat. Akupun disuruh meminum obatnya dan disuruh untuk tiduran karna ingin dikompres. Beberapa menit kemudian akupun merasa kantuk dan akhirnya tertidur. Kibum oppapun menemaniku hingga aku bangun dari tidurku. Sepanjang tidurku, akupun mengigau hingga meneteskan air mata “Oppa… Oppa… Oppa di mana ? Oppa, jangan tinggalin rae sub ya, rae sub ga mau ditinggal oppa untuk yang kedua kalinya. Rae sub ingin selalu bersama oppa. Rae sub takut kehilangan oppa. Oppa janji ya untuk tidak pernah meninggalkan rae sub lagi ?” Mendengar aku mengatakan  itu, kibum oppapun langsung memegang tanganku dengan erat dan berkata “Oppa di sini rae sub, oppa akan selalu di sampingmu. Oppa janji tidak akan meninggalkanmu lagi untuk yang kedua kalinya. Oppa juga tidak ingin kehilanganmu. Oppa hanya menginginkan dirimu saja dan oppa juga ingin selalu bersamamu untuk selamanya.” katanya sambil memegang tanganku hingga menangis.

--at family room--
Sore harinya, badanku kembali seperti semula. Akupun keluar dari kamar dan mencari kibum oppa. “Hey, kamu sudah bangun ? Sudah mendingan ? Sekarang kamu mau ngapain ?” tanyanya. “Lumayan enak sih. Hmm, aku cuma mencari oppa dan ingin menonton TV. Oppa lagi apa di dapur ?”  “Oh, oppa lagi buat makan malam kita nanti. Oh ya, rae sub mau mandi ga ?”  “Oh, nanti aja deh mandinya.” kataku yang lagi fokus melihat drama korea yang berjudul You Are My Destiny  yang dibintangi oleh Im Yoon-ah dari SNSD / Girl’s Generation. Setelah melihat drama tadi, akupun langsung mandi.

--at dining room--
Pada malam harinya dan merupakan malam kedua tanpa bia, kami makan malam bersama-sama. “Oppa” panggilku. “Ya ada apa rae sub ?”  “Apa ga dimarahin hyung jun hyung kalo oppa terlalu lama di rumahku ?” tanyaku. “Oh tidak, malah hyung jun hyung mengusirku dari rumah. Hahahahahaa. Emangnya kenapa ?”  “Oh, tidak kenapa-kenapa kok (senyum)” kataku yang membuat kibum oppa bingung. “Rae sub mau ngapain setelah makan malam ?”  “Hmm, kayaknya aku mau berdiam diri di kamar. Oppa ?”  “Oppa mau tidur saja deh, hehehe.”  candanya. “Oh gitu ya. Kalau gitu, oppa segera habiskan makannya, biar aku saja yang membereskan mejanya dan mencuci piringnya.”  “Oh, Ok.” kata kibum oppa. Setelah makan malam, kitapun masuk ke kamar masing-masing.

--at my bed room--
“Huft, capek dan sakit sekali badanku ini (sambil menepuk-nepuk punggung sendiri) Hmm, oppa sudah tidur belum ya ? Rasanya pengen main dan ngobrol dengannya. Apa ku intip saja ? Sudahlah, ku intip saja dia.” kataku yang pergi ke kamar kibum oppa.

--at kibum oppa’s bed room--
Tok tok tok, “Oppa, apa oppa sudah tidur ?” tanyaku. “Ah, be belum rae sub. Rae sub mau masuk tah ?” jawabnya. “Iya oppa, rae sub masuk ya?”  “Eh jangan dulu, oppa mau beresin dulu kamarnya. Tunggu sebentar ya, nanti oppa panggil rae sub deh.”  “Oh, ya sudah.” kataku. Tak lama kemudian, kibum oppapun membuka pintu kamarnya. “Rae sub, katanya mau masuk ? Ayo !” ajaknya dan akupun masuk ke dalam kamarnya. “Kok lama amat sih oppa ?” tanyaku. “Ah anu, oppa habis beres-beres kamarnya dulu. Hmm, rae sub mau duduk di atas atau di bawah ? Btw, ada apa rae sub ke kamar oppa ?” “Oh, aku ke sini cuma ingin main dan  ngobrol dengan oppa saja kok.” jawabku. “Oh, emangnya rae sub mau main apa ?” tanyanya. “Main apa ya ?” kataku sambil melihat-lihat rak DVD. “Eh, oppa suka mengoleksi DVD ? DVD berjenis apa ?” sambungku. “Ah enggak juga kok, oppa suka DVD yang berjenis action gitu. Hehe.”  “Oh” simple answer dan tiba-tiba jariku berhenti pada salah satu DVD yang tidak mempunyai cover depan belakang, dan pada saat itu juga kibum oppa langsung mengambil DVD tersebut lalu disembunyikan di sesuatu tempat. Akupun dibuat heran olehnya. “Oppa, emangnya DVD tadi tuh tentang apa ? Kok tiba-tiba diambil begitu saja ?” tanyaku. “Oh enggak, itu punya teman, oppa takut DVD temen oppa hilang, makanya oppa langsung mengambilnya agar tidak hilang.” jelasnya yang semakin membuatku bingung. “Hmm, tadi rae sub bilang mau main kan ? Rae sub mau main apa ?” sambungnya. “Oh iya ya. Aku lupa mau main apa. Kalau gitu, kita ga jadi main aja deh, maaf ya oppa.” kataku sambil senyum. “Oh gitu ya. Kalo gitu kita ngobrol aja yuk ?” pendapatnya, “Ngobrol apa oppa ?”  “Ngobrol apa aja terserah rae sub. Mau ngobrolin sesuatu yang penting atau ga penting atau rae sub mau curhat gitu.” jelasnya. Akhirnya akupun memiih untuk curhat.  Setelah dua jam lebih aku curhat, akupun ketiduran di kamarnya dan oppapun memindahkanku ke atas kasurnya dan sakingnya ngantuknya oppapun ikut tidur di sampingku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar