Kamis, 10 November 2011

Everlasting with kibum oppa (PART IX)


3 tahun kemudian…
Cui cuiit cuiiiit...
Terdengar suara kicauan burung yang sangat merdu di pagi hari yang sangat cerah ini. Akupun terbangun dari tidurku dan aku membangunkan suamiku tercinta, anak-anak serta membuat sarapan dan lain-lain. Saat hendak memanggil mereka untuk sarapan, tiba-tiba aku merasa mual serta perut dan kepalaku sakit sekali. Karena saking mualnya, akupun langsung berlari ke toilet. “Sayang apa kamu tidak apa-apa ?” tanya kibum oppa dan hamper membuatku kaget. “Ah tidak, paling cuma masuk angin. Oppa ga usah khawatir.” jawabku dan akupun kembali muntah. “Serius cuma masuk angin ? Oppa pikir kamu bukan masuk angin. Ke dokter saja ya ? Biar oppa yang mengantar dan menemanimu periksa.” tanya oppa panik. “Ga usah oppa, tinggal minum obat saja juga sembuh. Tenang saja oppa.” kataku padanya sambil tersenyum. “Hey ! Wajahmu pucat sekali ! Kita ke dokter saja ya !?” tanya oppa panik. “Tap, tapi oppa. Nanti anak-anak berangkatnya sama siapa ?” tanyaku. “Kan ada bia kyuhyun di rumah, jadi salah satu di antara mereka ada yang bisa mengantar anak-anak sekolah. Ga usah khawatirkan mereka. Sekarang kamu harus ke rumah sakit !!” pinta oppa dan aku hanya menurutinya saja.

--at hospital--
Tok tok tok !
“Ya silahkan masuk.” suruh dokter tersebut dan kamipun masuk. “Permisi dok…” kata oppa. “Oh ya pak kibum, silahkan duduk pak.” jawab dokter. “Hmm, ada apa ya pak ?” tanya dokter tersebut. “Gini dok, tadi pagi istri saya muntah-muntah terus dan wajahnya pucat sekali. Apa itu cuma masuk angin ? Atau apa dok ? Tolong periksa istri saya dok.” pinta kibum oppa. “Baik pak.”
Tak lama kemudian akupun sudah selesai diperiksa dan tinggal menunggu hasilnya saja.
“Hmm pak kibum, selamat ya pak.” kata dokter tersebut sambil menjulurkan tangannya. “Selamat apanya dok ?” tanya kibum oppa sambil menyambut tangan dokter itu. “Selamat atas tumbuhnya janin dikandungan istri anda pak.” jelas dokter. “Maksudnya ? Istri saya hamil gitu dok ?” tanya kibum oppa ga percaya. “Iya pak, tapi saya harap istri anda bisa berhati-hati karena kandungannya sangat lemah dan saya harap bapak bisa menjaga istri anda.” jelas dokter. “Baik dok, terima kasih dok.” senang oppa.

--at
house--
Sesampainya oppa membantuku untuk turun dari mobil dan menuntunku masuk ke dalam kamar. “Hyung, tadi dokter bilang apa ? Apakah noona baik-baik saja ?” tanya kyuhyun. “Oooh, dia gapapa kok. Tapi....” putus oppa. “Tapi apa oppa ?” tanya panik bia. “Dia tidak sakit, tapi dia hamil.” jawab oppa. “Noona hamil lagi ?” tanya kyuhyun ga percaya. “Ne.” jawab oppa singkat. “Asyiiik !! Berarti kita punya tambahan keponakan lagi sayang !!!” seru bia dan kyuhyun. “Chukkae ya hyung !!” seru kyuhyun. “Iya, gomawo. Tapi...” putus oppa. “Tapi apa oppa !? Jangan membuat kami penasaran !” kesal bia. “Tapi kandungannya sangat lemah.” Jelas oppa. “Terus apa yang harus kita lakukan hyung ?” tanya kyuhyun. “Kita harus menjaganya baik-baik. Jangan sampai dia terjatuh, terpeleset, kecapean ataupun banyak pikiran. Oleh karena itu, kita harus melarangnya untuk melakukan hal-hal yang berat. Kita harus menggantikan pekerjaanya mulai dari menyiapkan sarapan, mengantar atau menjemput anak-anak, membersihkan rumah, mengajak anak-anak bermain, bahkan kalau bisa sampai pekerjaan kantornya. Kalau tidak, dia bisa keguguran untuk yang kedua kalinya. Arasso ?” Jelas oppa. “Iya oppa ! Kami mengerti !! Tapi masalah pekerjaan kantornya bagaimana ? Eonni kan arsitektur, sedangkan dikeluarga kita hanya dia yang arsitektur.” Tanya bia. “Iyaya, oppa juga bingung. Oh iya, oppa baru ingat !” seru oppa. “Ingat apa hyung ?” tanya kyuhyun. “Oppa baru ingat kalau donghae-ssi seorang arsitektur !” jawab oppa. “Terus apa hubungannya kalau donghae hyung seorang arsitektur juga ?” tanya kyuhyun polos. “Kita bisa meminta bantuannya untuk mengerjakan pekerjaan kantornya rae sub. Lagian donghae sedang ga ada kerjaan, jadi mungkin dia mau membantu kita.” Jelas oppa. “Oh iya, ide bagus tuh oppa ! Aku setuju. Tapai kapan oppa menelponnya ?” tanya bia. “Sekarang oppa akan menelponnya.” Jawab oppa singkat dan oppa pun langsung menelpon donghae. Ga lama kemudian dari perbincangan mereka pun selesai dan kibum oppa pun memberi tahukan hasil pembicaraannya dengan donghae tadi kepada bia dan kyuhyun, donghae pun menerima permintaan sahabatnya itu untuk membantu megerjakan pekerjaan istrinya selama 9 bulan ke depan.

Everlasting with kibum oppa (PART VIII)


Sesampainya di Kimchi Restaurant, aku melihat sekelompok namja yang sepertinya tidak asing bagiku. Mereka hendak masuk ke dalam restaurant yang sama denganku. Akupun segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam. Saat di dalam, semuanya menjadi gelap, padahal dari depan tadi begitu banyak lampu yang menyala sehingga terlihat begitu terang. Akupun menjadi bingung. Di saat aku kebingungan, tiba-tiba ada seseorang yang menggenggam tanganku dengan kuat sehingga aku tidak bisa kabur darinya serta menutup mulutku agar aku tidak teriak dan ada seseorang yang berbeda menutup mataku dengan kain. Saking takutnya, akupun menjadi gemetaran ga karuan dan membuat orang yang sedang menggenggam tanganku memelukku dengan erat. Rasanya aku ingin kabur dari orang itu, tapi pelukannya tidak begitu asing bagiku. Tak lama kemudian ku dengar suara asistenku memanggilku. “Bu Rae sub, terima kasih anda bisa datang.” katanya. “Iya sama-sama. Tapi kenapa mataku ditutup dan rasanya ada seseorang yang memelukku ? Bukankah kita akan rapat ? Kenapa harus kaya gini sih ?” tanyaku panjang lebar. “Ah maaf bu. Sebenarnya kita sedang tidak rapat bu. Sebenarnya kita sedang..”  “Sedang apa !? Katakan padaku kita sedang ngapain di sini hah !? Kalau tidak, kalian aku pecat !! Cepat katakan !!” potongku dengan sedikit emosi. “Jangan main pecat dong say, ini rencanaku kok. Jadi, jangan pecat mereka ya…” jawab namja yang berada di belakangku yang suaranya tidak asing bagiku. “Ka, kamu…” kataku berhenti saat namja tersebut memelukku dengan erat sambil berkata “Iya sayang, ini aku. Kibum, suamimu.” dan kibum oppapun membuka kain yang menutup mataku dan akupun langsung membalikkan tubuhku ke belakang, dan ternyata itu memang kibum oppa ! “Jadi, apakah kamu ingin memecat mereka atau memaafkan mereka ?” tanyanya dengan senyum yang membuatku menjadi nangis. Akupun langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya di pundaknya. Kibum oppa mengelus-elus kepalaku dan berkata “Maafkan aku sayang, aku sudah membohongimu dan membuatmu menjadi sesedih ini. Aku bilang akan pulang malam, padahal itu bohong. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan aku ya sayang…” Perkataan maaf dan penjelasannya membuatku menjadi berhenti menangis. “Hiks hiks gapapa kok hiks, tapi hiks hiks kenapa kamu lakukan hiks itu ?” tanyaku tersedu-sedu. “Kamu lupa tentang hari ini ?” tanyanya. “Emangnya kenapa dengan hari ini ?” tanyaku polos yang mendongak ke wajahnya. “Huuuft, sekarang tuh tanggal yang paling bersejarah di mana ditanggal tersebut kita menikah sayang. Apa kamu ingat itu ?” jelasnya. “Astaga ! Aku lupa sayang, maaf ya…” sesalku. “Oh gapapa kok sayang.” jawab kibum oppa. “Hey kibum ! Kapan acaranya mau dimulai hah ? Kita semua sudah kelaparan dan cemburu melihat kalian bermesraan kaya tadi ! Cepat mulai acaranya !!” teriak seorang namja yang tak lain adalah soohyun oppa. “Baik hyung, saya mulai acaranya. Saya berterima kasih sekali kepada para tamu yang bisa datang ke acara ini. Saya juga berterima kasih sekali kepada teman-teman, karyawan dan Kimchi Restaurant yang sudah mau membantu saya menyiapkan semuanya. Serta aku berterima kasih sekali kepada istriku yang menyempatkan dirinya untuk datang ke acara yang paling berharga dalam hidupku ini (tersenyum padaku dan merangkulku). Sekian pembukaan dari saya dan selamat menikmati semua hidangannya.” jelas oppa sambil menarikku untuk duduk. “Terima kasih ya sayang kamu mau datang dan aku benar-benar minta maaf sudah membohongimu. Maaf ya sayang…” bisiknya yang membuat telingaku menjadi geli. “Ah gapapa kok, aku juga minta maaf karena aku lupa hari yang sangat special bagi hidup kita. Maafin aku juga ya…” sesalku. “Iya gapapa kok sayang.” jawab kibum oppa yang lalu mencium lama bibirku dengan lembut, sehingga membuat para tamu tertawa dan kibum oppa pun melepaskan ciumannya. Selama satu jam lebih, akhirnya acaranya pun selesai juga dan kami semua kembali ke rumah masing-masing.

--at house--
Sesampainya, aku melihat youngmin sudah kembali sehat, kwangmin yang sedang mengerjakan pr nya dengan bia, dan kyuhyun…
“Kami pulang !” seru kibum oppa. “Appa !!” youngmin kwangmin serentak yang langsung memeluk oppa. “Halo sayang. Appa kangen sama kalian. Di rumah ga pada nakal kan ?” tanya oppa. “Ga dong appa. Malah tadi kaka sakit appa. Jadi ade, bia ahjumma dan kyuhyun ahjussi merawat kaka.” jelas kwangmin panjang lebar. “Hah ? Kaka sakit ? Apa itu benar ka ? Kamu sakit apa ?” tanya kibum oppa pada youngmin. “Iya appa, cuma mimisan kok appa. Dan tadi pulang sekolah langsung ke dokter sama eomma.” jelas youngmin. “Oh gitu ya, ya sudah deh. Hmmm, mumpung sekarang appa sedang tidak capek. Apa ada yang mau main sama appa !?” tawar kibum oppa yang langsung lari. “Mau !!!” seru anak-anak yang langsung mengejar kibum oppa. Sementara mereka bermain, aku mengobrol dengan bia. “Bia, tadi kondisinya youngmin gimana jeh ? Terus apa darahnya masih keluar ?” tanyaku pada bia. “Kondisinya sudah kembali fit dan darahnya sudah berhenti kok teh.” jelasnya. “Huuuft, syukur deh kalau gitu. Oh iya, si kyuhyun mana ? Dari tadi teteh ga lihat dia.” tanyaku penasaran. “Kyuhyun oppa balik ke kantornya, katanya ada rapat mendadak gitu (melihat jamdilayar handphonenya) Astaga !! Bia lupa ga jemput kyuhyun oppa !!! Sudah ya teh, bia jemput kyuhyun oppa dulu, nanti ke sini lagi kalau ada waktu senggang. Salam buat kibum oppa dan anak-anak ya teh. Bye !!” pamitnya. Sekarang tinggal aku sendiri yang tidak punya aktivitas apa-apa, tak lama kemudian aku mempunyai ide untuk menyiapkan makan malam. Setelah makanannya sudah siap, aku menyuruh kibum oppa dan anak-anak untuk mandi dan makan malam bersama, serta anak-anak kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Tapi tidak untuk orang tua, kami tidak kembali ke kamar melainkan menonton TV bersama.

--living room--
Setelah makan. Anak-anak kembali ke kamar untuk beristirahat, sedangkan kami menonton TV bersama. Awalnya kami berebut ide akan menonton apa, dan akhirnya kami setuju untuk menonton film yang bergenre romantic. Saat menonton filmnya, tiba-tiba di salah satu cerita terdapat adegan ciuman yang sangat hot dan adegan tersebut membuat jantung kami berdetak sangat cepat. Karena posisi tempat duduk kami sangat dekat, mungkin bisa dibilang kepalaku berada di pundaknya dan tangannya kibum oppa merangkul pundakku. Adegan tersebut sangat lama, sehingga jantung kami berdetak semakin cepat. Tak lama kemudian saat kami melihat adegan itu, tangan kibum oppa yang sedang tidak merangkulku menyentuh wajahku dan mengangkatnya sehingga wajah kami saling berhadapan dan Cup ! Kibum oppa mencium bibirku. Ciumannya hangat namun tidak dalam alias tidak sehot adegan yang ada di film itu, ciumannya sangatlah lama sampai film yang sedang kami lihat sudah selesai serta ciumannya sangat lembut. Saking lamanya kami berciuman, akupun sesak nafas sehingga aku berusaha melepas ciumannya, tapi kibum oppa tidak ingin melepas ciumannya, dia terus menahan kepalaku agar tidak melepaskan ciumannya. Aku semakin sesak nafas sehingga membuat kibum oppa melepaskan ciumannya. “Ah sayang, maafkan aku. Kamu tidak apa-apa ? Apa sekarang sudah bisa bernafas ? Tolong katakan.” tanyanya panik. “Hah hah hah (ngos-ngosan) Ah aku hah ti hah tidak hah hah apah-apah kok hah hah. Akuh butuh hah u udara sega hah r hah” jawabku ga jelas. “Baiklah, aku temenin kamu keluar. Ayo sayang, hati-hati.” kata oppa sambil membantuku keluar. Sesampainya di luar, dengan perlahan aku menghirup udaranya serta ku rasakan angin yang sedang menghantamku. Selama beberapa menit kami di luar, aku merasa sangat pusing bagaikan dunia sedang berputar dan tiba-tiba bruk ! Akupun terjatuh pingsan dan dengan refleknya kibum oppa menghampiriku serta memangkuku. “Sayang ! Sayang !! Bangun sayang !! Hey bangun sayang !!!” paniknya. Tak lama kemudian oppa melihat banyak darah yang mengalir di kakiku dan itu membuat oppa bertambbah panik. “Sayang ! Bangun sayang !! Bangun hey !!”  “Kaka !! Ade !!! Cepat keluar !! Tolong appa !!!” teriaknya. Ga lama kemudian youngmin kwangminpun keluar. “Appa, ada apa appa ?” jawab panik youngmin. “Appa itu apa !!? Kok ada banyak darah di kaki eomma ?” tanya panik kwangmin. “Ka ! Tolong ambil kunci mobil appa !! Kita harus segera ke rumah sakit sekarang juga !! Cepetan kak !!!” pinta kibum oppa panik. Ga lama kemudian youngmin menemukan kuncinya dan mereka bertiga membawaku ke rumah sakit.

--at hospital--
“Dokter !! Dokter !!! Tolong istri saya dok !!!!” teriak panik oppa dan membuat para suster membantunya membawaku ke ruang UGD untuk diperiksa. Tak lama kemudian dokter yang memeriksaku keluar dan berkata “Pak Kibum tolong ke ruangan saya sebentar.” dan kibum oppa pun mengikutinya.

--at the doctor room--
“Hmm dok, gimana dengan istri saya ? Apa dia baik-baik saja ?” tanyanya langsung. “Sabar pak. Istri bapak tidak apa-apa, tapi…” putus dokter tersebut. “Tapi apa dok ? Tolong katakan apa yang terjadi pada istri saya dok !” panik oppa. “Begini pak. Secara fisik istri anda tidak apa-apa, tapi secara kandungan…” putusnya. “Kandungan ? Maksudnya kandungan tuh apa dok ? Apa istri saya hamil lagi !?” tanya oppa penasaran. “Bapak ga tau kalau istri anda hamil ?” tanya dokter tersebut. “Saya tidak tahu dok. Apa benar dia hamil ?” tanya oppa lagi. “Istri bapak sedang mengandung janin yang berumur 1 bulan lebih dan kandungannya sangat lemah. Tetapi janin tersebut sudah dipanggil sama sang pencipta.” jelas dokter tersebut. “Maksudnya sudah dipanggil apa dok !? Apa istri saya keguguran !? Dokter pasti salah orang kan !? Yang keguguran itu bukan istri saya, tapi orang lain kan dok !? Katakan kalau dokter salah orang, katakan dok !!!!” bentak kibum oppa ga percaya yang diiringi oleh tangisannya. “Saya tidak salah orang dan ini memang takdirnya pak. Sekarang kita harus mengangkat janin itu sebelum tekanan darah istri bapak berkurang dan rasa sakitnya bertambah.” jelas dokter tersebut dan kibum oppapun menyetujuinya. Operasinya berjalan dengan lancar dan akupun dipindahkan ke kamar yang sudah disiapkan. Selama 1 hari aku tidak sadarkan diri dan akhirnya akupun membuka mataku kembali serta aku melihat kibum oppa tertidur di sampingku. “Oppa, oppa…” panggilku lemah dan tentu saja itu tidak membuat oppa bangun. Karena aku begitu lemah, akhirnya kuurungkan niatku untuk membangunkannya. Ku perhatikan dia yang sedang tertidur, ternyata dia begitu tampan dan imut kalau sedang tidur. Saat aku memperhatikan wajah, tanpa sengaja tanganku menyentuh wajahnya. Saat ku elus pipinya, pipinya sangat basah seperti orang yang baru saja nangis. Aku jadi bingung kenapa pipinya basah kaya baru nangis. Tak lama kemudian, kibum oppa bangun dari tidurnya dan itu membuatku kaget. “Hey..” sapaku lemah sambil tersenyum padanya. “Ah, sayang sudah bangun ? Kapan kamu bangun ? Sekarang kamu mau ngapain ? Mau makan atau mau apa ?” tanya panjang lebar. “Baru 5 menit yang lalu kok. Sekarang aku tidak mau ngapa-ngapain dan aku lagi tidak lapar. Hmm oh iya, oppa kok tidak kerja ? Apa sedang libur ?” tanyaku. “Iya, oppa ambil cuti selama seminggu.” jawabnya. “Oooh gitu. Hmmm, dari tadi aku tidak lihat anak-anak, mereka ke mana ? Oh iya, ngapain oppa tidur di sini ? Kenapa ga tidur di rumah saja ? Kasihan kan anak-anak…” tanyaku. “Anak-anak lagi sekolah dan sekarang yang mengurus mereka tuh bia. Oppa ga bisa meninggalkanmu sendirian di sini, oppa ingin menjagamu sampai kau sembuh.” jawabnya dengan senyuman yang sangat menyedihkan di mataku sehingga membuatku menangis. “Hey, kenapa kamu nangis sayang ? (menghapus air mataku) Apa tadi oppa salah kata sampai membuatmu menangis ? Jangan nangis dong, jelek tau. Senyum dong.” hibur oppa tersenyum. Akupun tersenyum dan kulihat senyuman diwajahnya dan itu membuatku kembali menangis sejadi-jadinya, sehingga membuat kibum oppa memelukku serta membelai lembut rambutku. Selama + 10 menit aku menangis, akupun tertidur dipelukannya kibum oppa dan oppapun merebahkan kembali tubuhku di atas kasur. Sorenya aku sudah boleh pulang, tetapi setiap hari sabtu harus periksa.

--at house--
Sesampainya di rumah, aku melihat banyak sekali sampah yang berserakan seperti habis membuat pesta. “Oppa, kenapa rumah kita kotor seperti ini ?” tanyaku. “Oppa ga tau say. Ya sudah, nanti oppa saja yang membereskan ini semua. Kamu cukup istirahat saja di kamar, ayo oppa antar.” suruh oppa dan akupun hanya menurutinya saja. Sesampainya di kamar, aku dan kibum oppa terkejut karena melihat banyak kelopak bunga mawar yang membentuk hati di atas kasur kami. “Oppa, apa ini semua buatan oppa ?” tanyaku. “Oppa ga membuat ini semua, serius oppa tidak membuat ini semua.” kata oppa tegas. “Terus siapa dong ?” tanyaku bingung. Belum sempat oppa menjawabnya, tiba-tiba muncullah sekelompok orang yang sudah tidak asing bagi kami. Mereka adalah U-KISS, anak-anak, bia dan kyuhyun. “Surprise !! Apa kalian suka ?” tanya Kevin oppa. “Oooh, ternyata ulah kalian toh ! Kalian mau aku pitesin kaya kutu !?” kesal kibum oppa. “Hahahaha, jangan marah dong bum ! Kita semua sengaja membuat ini semua karena ingin menyambut kedatangan istrimu !” jelas soohyun oppa. “Hmm, rae sub noona. Apa noona suka sama surprise kami ?” tanya dongho polos. “A… aku suka sekali surprisenya. Terima kasih ya semuanya……” jawabku terharu. “Sama-sama noona, kami senang kok membantu noona dan kami siap kapan saja apabila noona butuh bantuan kami.“ jelas dongho. “Nah, kalian kan sudah kasih surprise yang sempat membuat kami bingung. Boleh ga saya minta tolong ?” rayu kibum oppa. “Boleh kok, hyung mau minta apa ?” tanya kiseop oppa. “Saya minta kepada kalian semua untuk membereskan ini semua dan jangan ganggu kami berdua !! Ngerti ?” suruh oppa. “Waaah, kayanya saya tahu kenapa kamu menyuruh kami untuk tidak mengganggu kalian. Kamu pasti mau itu kan bum ?” goda Alexander oppa. “Diam saja deh hyung kalau sudah tau !” jawab kibum oppa. Akhirnya mereka menuruti permintaan kibum oppa untuk membereskan rumah dan tidak mengganggu kami berdua, sedangkan kami di kamar.

--at our bedroom--
“Sayaaaang…” manja kibum oppa. “Ya ada apa oppa ?” tanyaku yang sedang menaruh baju-bajuku dari dalam tas. “Hmmm, habis ini kamu sibuk ga ?” tanya oppa. “Ga kok oppa, emangnya kenapa ?” tanyaku yang masih fokus menaruh baju. “Hmmm, apa oppa boleh minta sesuatu ?” tanyanya penuh harap. “Boleh, emangnya oppa mau minta apa ?” tanyaku. “Hmm, oppa minta dipijetin.” katanya mengkedip-kedipkan mata. “Bisa, tapi nanti ya oppa kalau aku sudah nmanaruh baju-bajunya.” jawabku. “Yaah, berarti masih lama dong ? Kalau begitu oppa bantu deh.” katanya yang langsung membantuku. Akhirnya menaruh bajunya sudah selesai berkat dibantu oleh kibum oppa dan aku memijatnya.

Everlasting with kibum oppa (PART VII)


Pagi harinya…
Kriiiing !! Kriiiing !! Kriiiiiing !!!
Terdengar suara jam weker kamar kami yang sudah ku setel sebelumnya untuk segera bangun. Akupun langsung bangun dan mematikan bunyi jamnya serta membangunkaan oppa. “Oppa… Bangun oppa... Bukannya hari ini kamu ada jumpa pers ? Bangun dong oppa…” kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. Tak lama kemudian oppapun membuka matanya. “Ehmm sayang, sekarang jam berapa ?” katanya ngantuk sambil mengucek-ngucek matanya. “Sekarang masih jam 05.15 a.m oppa.” kataku yang sedang mengambil pakaian dan handuk untuk mandinya oppa. “Ayo oppa bangun dong, jangan tidur lagi ! Oppa ! Bangun dong, terus shalat dan mandi !!” sambungku sambil menariknya dari selimut. “Iya iya….” katanya ngantuk. “Sayang sudah shalat tah ?” sambungnya. “Aku sudah. Sekarang oppa shalat lalu mandi ya. Aku mau membangunkan anak-anak dan menyiapkan  air buat oppa mandi dulu. Ingat, jangan tidur lagi !” kataku langsung pergi dan oppapun langsung pergi wudhu untuk shalat dan mandi.

--at son’s bed room--
“Anak-anak, bangun sayang. Ayo bangun nanti kalian telat shalat dan sekolahnya.” kataku. “Iya eomma….” kata kwangmin yang sama ngantuknya dengan appanya. “Ayo bangun sayang (sambil mengelus-elus kepala kwangmin) Ka, kaka… Bangun dong ka, hari ini kamu piket kan ? Katanya enggak boleh kesiangan. Ayo bangun ka…”  “Iya eomma, kaka sudah bangun nih.” kata youngmin sambil menggosokkan punggung jarinya ke kelopak matanya. “Eomma, sekarang tuh jam berapa ?” sambungnya. “Sekarang sudah jam 05.49 a.m ka. Ayo kaka bangun terus shalat dan mandi. Si kwangmin sudah shalat dan lagi mandi tuh.”  “Astaga ! Kaka kesiangan. Iya eomma, aku shalat dulu ya.” katanya buru-buru lari. “Oh ya sudah, eomma tunggu di ruang makan ya. (ke youngmin) Ade, kalau sudah mandi dan pakai seragamnya klangsung ke sarapan ya (ke kwangmin) Eomma tunggu kalian !” kataku yang hendak ke ruang makan. “Iya eomma.” mereka serentak.

--at dining room--
“Anak-anak sudah bangun belum ?” kata oppa yang mengagetkanku. “Sudah. Tadi ade lagi mandi dan kaka baru shalat. Oppa mau sarapan sama nasi atau roti ? Terus mau bawa bekal ga ?” kataku. “Oooh. Sarapannya sama nasi saja. Ga usah bawa bekal, soalnya aku diundang ke acaranya Kevin. Maaf ya sayang…” kata kibum oppa. “Ooh, gitu ya. Ya sudah gapapa kok oppa, nanti pulangnya malam ga ?”  “Aku gak tau sayang. Nanti aku kasih tau kamu deh kalau pulangnya malam.”   “Pagi eomma appa !” seru mereka berdua. “Ah, pagi sayang. Ayo cepetan sarapannya, kalian sudah terlambat. Kalian mau bawa bekal tidak ?” kataku “Mauuu !!” seru mereka. “Hmm, appa minta maaf ya. Hari ini appa ga bisa anterin kalian ke sekolah, soalnya hari ini appa ada jumpa pers (ke anak-anak) Hmm sayang, aku pergi dulu ya. Daaah semuanya !” kata oppa yang langsung pergi. “Yaaaah appa ga bisa nganterin…” sedih kwangmin. “Ade, kan masih ada eomma. Kita berangkatnya bisa sama eomma kan ?” hibur youngmin. “Iya sayang, benar tuh kata kakamu. Kan masih ada eomma, jadi eomma bisa anter kalian ke sekolah dulu baru eomma ke kantor.”  “Oh iyaya. Hehe..” kata kwangmin. “Nah, sarapannya sudah pada selesai semua kan ? Ayo kita berangkat !” kataku. “Ayoo !!!” seru mereka. Akhirnya kami bertiga berangkat bersama-sama.

--at school our sons--
“Eomma, nanti yang jemput kami siapa ? Kan appa ada jumpa pers.” tanya kwangmin polos. “Hmm, nanti eomma yang jemput kalian. Kalian belajar yang benar ya, hati-hati ya sayang..” kataku. “Iya eomma, daaaah eomma !!” seru mereka yang lengsung masuk ke kelasnya masing-masing dan akupun langsung berangkat ke kantor.
--at my office--
Di kantor semua karyawan menyapaku “Selamat pagi bu rae sub…” sapa salah satu karyawanku. “Ah iya pagi..” sapaku senyum. “Oh ya bu, hari ini kita akan ada acara yang sangat penting.” kata asistenku. “Itu jam berapa ?” kataku yang gelisah akan waktunya. “Acaranya nanti malam bu, tapi diharapkan datang jam 04.00 p.m di Halal Restaurant.” jelas asistentku. “Oh gitu ya, ya sudah. Tolong nanti siapkan ya.” kataku lega. “Baik bu.” simple answer by my asistent yang langsung pergi meninggalkan ruanganku dan akupun mengerjakan semua pekerjaanku yang sudah menumpuk di atas mejaku. Disela-sela kesibukanku, aku menelpon bia. Tuuuut tuuut tuuuut… Ckrek ! “Halo teh, ada apa ?” jawab bia. “Eh, nanti jam 12 ada acara ga ?” tanyaku. “Hmm ada, emangnya kenapa teh ? Kalau engga ada, mau ngajak makan siang tah ? hehe” canda bia. “Oh enggak, kalau engga ada mah jemput anak-anak di sekolah. Ya sudah deh, makasih yo.”  “Oh iya.” kata bia yang langsung menutup telponnya. “Huuft, pusing sekali kepalaku ini. sekarang sudah jam berapa ya ? (sambil melihat jam) Astaga ! Sebentar lagi anak-anak pulang, aku harus segera jemput mereka !!” batinku panik yang langsung keluar dari ruangan. “Ah ibu rae sub. Anda mau ke mana ?” tanya asistentku. “Kalau ada yang mencariku, bilang saja saya sedang keluar karna ada keperluan mendadak gitu. Saya pergi dulu ya.” kataku yang langsung pergi. “Baik bu.” jawab asistentku. Akupun langsung ke tempat parkiran di mana mobilku terparkir dan segera pergi menjemput anak-anak.
--at school our sons--
Sesampainya, akupun menunggu mereka keluar, tak lama kemudian bel yang menandakan pulang berbunyi dan semua siswa keluar dari kelasnya “Eomma !!” seru kwangmin. “Eh ade, hyungmu mana ?” tanyaku. “Hyung ? Bukannya hyung sudah keluar dari kelasnya ? Kelasnya kosong kok ma.” jawab kwangmin. “Hah ? Kok hyungmu ga ada ? Ayo kita dalam cari hyungmu !” ajakku panik dan kamipun ke ruang guru. Tok tok tok.. “Permisi..” kataku. “Oooh ibunya youngmin ya ? masuk bu” ajak salah seorang guru. “Iya bu. Hmm, saya mau nanya. Youngmin kok ga ada ya ? Apa ibu tau di mana anak saya itu ?” tanyaku. “Oooh iya. Tadi youngmin mimisan dan sekarang ada di UKS bu.” jelas guru tersebut. “Mimisan kenapa bu ? Apa terjadi sesuatu sehingga anak saya mimisan ?” tanyaku khawatir. “Oh tidak bu, youngmin mimisan saat pembelajaran, sehingga saya membawanya ke UKS.” jelas guru tadi. “Oh gitu ya bu, terima kasih ya bu. Saya akan ke UKS untuk menjemputnya.” kataku. “Iya bu…”
Aku dan kwangminpun ke UKS untuk menjemput youngmin, sesampainya… “Permisi bu, apa di sini ada youngmin ?” tanyaku kepada petugas UKSnya. “Oh ada bu, ibu siapanya ya ?” tanya petugas tersebut. Saat akan menjawabnya, tiba-tiba youngmin memanggilku. “Ah eomma..” panggilnya lemah. “Ah sayang, kamu kenapa sayang ? Kenapa bisa mimisan kaya gini sih…” kataku cemas yang langsung memeluk youngmin. “Ah gapapa kok ma, aku cuma kecapean saja kok. Eomma jangan khawatir ya…” katanya lemah sambil tersenyum padaku. “Gapapa gimana ! Saat eomma tau kamu mimisan, jantung eomma serasa copot tau ! Ayo kita pulang dan ke rumah sakit ya.” kataku. “Iya eomma……” jawabnya lemah. “Ah ibu, terima kasih ya bu sudah merawat youngmin.” kataku. “Iya bu sama-sama, ini sudah menjadi tugas saya merawat orang yang sakit, youngmin harus banyak istirahat bu.” jelasnya. “Baik bu, kalau gitu saya permisi ya bu dan terima kasih…”  “Iya bu..” Kamipun pulang dan pergi ke rumah sakit.

--at hospital--
“Dokter, tadi di sekolah anak saya mimisan. Apa itu tidak apa-apa ?” tanyaku khawatir. “Oh sebentar ya bu, saya periksa dulu anak ibu” kata dokter. Tak lama kemudian dokter tersebut selesai memeriksa youngmin. “Bagaimana dok ?” tanyaku yang semakin khawatir. “Tensi darah anak ibu sangat rendah, setiap anak ibu kecapean, dia akan mimisan seperti tadi, jadi saya harap anak ibu tidak kecapean dan perbanyaklah istirahatnya.” jelas dokter. “Oh gitu ya dok…” kataku cemas. “Nah, ini resep obatnya. Tolong datang lagi jika suatu saat nanti anak ibu pingsan dalam keadaan pucat sekali dan mimisan ya bu.” jelas dokter. “Baik dok..” Setelah dari ruangan dokter, kamipun membeli obatnya dan pulang ke rumah.

--at house--
“Ka, tadi kata dokter kaka harus banyak istirahat. Oh ya, eomma ga bisa lama-lama, soalnya eomma masih banyak pekerjaan. Jangan lupa minum obatnya ya.” jelasku. “Baik eomma, emangnya kata dokter kaka kenapa ma ?” tanyanya. “Kata dokter kamu cuma kecapean saja. Maaf ya, eomma harus pergi lagi. Jangan lupa minum obatnya ya sayang…” kataku yang langsung mencium keningnya. “Ade, tolong jaga hyungmu ya dan ade langsung telpon eomma ya kalau terjadi sesuatu sama hyungmu. Hati-hati ya sayang……” kataku pada kwangmin sambil mencium pipinya dan kwangminpun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Akupun pergi meninggalkan mereka dalam keadaan hati yang sedang cemas.

--at my office--
Sesampainya, akupun langsung masuk ke dalam ruanganku dan langsung melanjutkan pekerjaanku kembali dam keadaan memikirkan youngmin. Tok tok tok, terdengar suara pintu ruanganku. “Ya masuk.” seruku. “Ehm, ini bu (sambil memberikan berkasnya padaku untuk ditandatangani)  Oh iya bu rae sub, apa nanti sore ibu bisa datang ?” tanya asistenku. “Saya engga tau, soalnya saya lagi ada masalah. Nanti saya kasih tau lagi. Oh iya, apa tadi ada yang mencariku ?” tanyaku sibuk membaca dan menandatangani berkas tadi. “Oh tidak ada bu.”  “Oh gitu ya, baiklah. Ini, makasih ya…” kataku senyum. “Oh iya bu, kalau gitu saya permisi ya bu…” pamitnya.  “Huuft, gelisah sekali rasanya. Apa kaka ga apa-apa ? Semoga tidak terjadi sesuatu.” batinku. Drrrt drrrt drrt drrrt… Terdengar suara getaran yang berasal dari handphonku dan segera ku raih handphone ku, serta ku lihat pesan itu.

Massage from kwangmin :
Eomma, kaka mimisan lagi ! Ade harus ngapain ? Darahnya banyak sekali. Ade bingung eomma…

Replay from me :
Pertama ade suruh kaka untuk tiduran dan ade kompres hidung kaka dengan kantong yang sudah diisi dengan balok es. Esnya sudah ada dikulkas, untuk kantongnya juga sudah ada di atas meja makan. Kasih tau eomma kalau darahnya ga berhenti. Hati-hati di rumah dan jaga kakamu ya sayang ^^


Aku semakin gelisah mendapat pesan dari kwangmin, sehingga aku memutuskan untuk meneruskan pekerjaanku dan kembali ke rumah.
--at house--
“Kwangmin youngmin, eomma pulang.” seruku yang langsung ke kamar anak-anak. “Ade, gimana dengan kakamu ? Apa darahnya sudah berhenti ?” tanyaku. “Tadi kaka pucat sekali dan darahnya sudah berhenti kok eomma. Eomma kok sudah pulang ? Padahal belum waktunya pulang kan ?” kata kwangmin. “Iya, eomma khawatir sama kalian. Jadi eomma memutuskan untuk pulang dan meneruskan pekerjaan eomma di rumah saja. Tapi nanti jam 4, eomma ada rapat. Jadi, kemungkinan kalian di rumah sendirian lagi.” jelasku. “Emangnya appa kapan pulangnya ? Lah, ade takut eomma. Ade takut sendirian…” takut kwangmin. “Hmm… Kalau gitu, eomma telpon bia ahjumma dulu ya, untuk menemani kalian dulu.” kataku dan langsung menelpon bia. Ckreek. “Ya yeoboseo, ada apa teh ?” jawab bia. “Hmm bia, nanti sore ada acara ga ?” tanyaku. “Ga ada, pekerjaanku sudah selesai semua dan tidak ada meeting. Emangnya ada apa teh ?” tanyanya. “Kalau begitu, apa kamu bisa menemani anak-anak dari jam 03.00 p.m sampai teteh pulang ?” pintaku. “Bisa kok the, kebetulan nanti sore, bia sama kyuhyun oppa mau ke sana. Emangnya teteh mau ke mana ? Terus kibum oppa juga ke mana ?” tanyanya panjang lebar. “Teteh mau rapat dan kibum oppa ingin menghadiri acaranya Kevin oppa. Jadi kamu ke sininya sama kyuhyun ? Jam berapa ? Soalnya jam 4 teteh mulai rapatnya.” jelasku. “Iya bisa teh, jam 3an kita mau ke sana.” jawabnya. “Oh iya, sekalian rawat youngmin ya. Youngmin lagi sakit, tadi di sekolah dia tiba-tiba mimisan. Kalau dia mimisan disertai dengan wajah yang sangat pucat, kamu segera telpon dokter ya. Gomawo bia.” jelasku panjang lebar. “Baiklah teh, dokter biasa kan ?” tanyanya. “Iya. Sudah ya, teteh mau ngurus anak-anak dulu. Daah” tutupku. “Eomma, gimana jeh ? Apa bia ahjumma mau datang ?” tanya kwangmin. “Iya sayang, bia ahjumma dan kyuhyun ahjussi akan datang. Jadi, ada yang menjaga dan mengurus kalian. Oh ya. Ade sama kaka sudah makan belum ?” kataku. “Ade belum eomma, kalau kaka sudah. Kaka tadi makan bekal ade.” jawab kwangmin. “Oalah, ade kenapa bekalnya ga dimakan ?” tanyaku. “Tadi ga sempet eomma.” jelasnya. “Oh, yasudah. Ayo sekarang makan.” ajakku. “Ayoo !!” seru kwangmin. “Kaka, kaka tidur aja. Kalau mau minta sesuatu, panggil eomma atau ade ya ? Tidur yang nyenyak ya sayang.” kataku sambil mencium kening youngmin. “Iya eomma…” kata youngmin yang langsung menutup matanya dan kamipun segera ke ruang makan.

--at dining room--
Sesampainya, akupun langsung menggoreng telor untuk kami berdua dan kamipun makan bersama. Saat makan, tiba-tiba hpku bergetar dan akupun segera mengangkat telpon tersebut “Ya hallo.” jawabku. “Hmm, ibu bisa datang rapat nanti ?” tanya asistenku.  “Oh ya bisa, setengah jam lagi saya akan ke sana. Tempatnya di mana ?” jawabku. “Tempatnya di Kimchi Restaurant yang di sebelah dorm U-KISS bu.” jelasnya. “Oooh, iya saya tau. Kalau begitu kamu siapkan berkas-berkasnya dan beritahu saya kalau mereka sudah tiba.” perintahku. “Baik bu, kalau begitu terima kasih ya bu.”  “Iya sama-sama.” jawabku dan langsung menutup telponnya serta melanjutkan kembali makannya. “Eomma mau pergi ya ?” tanya kwangmin sedih. “Iya sayang, maaf ya. Eomma ga bisa lama-lama dengan kalian. Sebenarnya eomma mau menolak rapat itu, tapi eomma ga bisa, karena rapat itu sangat penting untuk proyek kantor eomma yang berikutnya. Kamu ngerti kan sayang ?” kataku panjang lebar. “Iya eomma, ade mengerti maksudnya. Terus siapa yang menjaga kami eomma ? Bia ahjumma dan kyuhyun ahjussi belum datang.’’ polosnya. Tak lama dari pernyataannya kwangmin, tiba-tiba terdengar suara bel dan ternyata yang datang adalah bia dan kyuhyun ! “Anyyeong semua !” sapa bia. “Anyyeong ahjumma ! Ahjumma kok lama amat sih ?” tanya kwangmin. “Maaf kwangmin, tadi kami kena macet dulu. Maaf ya…” jelas kyuhyun. “Oh gitu, ya sudah gapapa deh.” jawab kwangmin. “Oh ya teh, katanya teteh mau rapat. Kenapa belum berangkat juga ?” tanya bia padaku. “Jadilah. Belum berangkat tuh karena nungguin kamu datang tau ! Sudah ah. Teteh mau berangkat dulu  (pada bia dan kyuhyun) Sayang, eomma berangkat dulu ya. Hati-hati dan jangan nakal ya sayang. Kalau ahjumma dan ahjussi berbuat kasar, ade telpon eomma ya. Arasseo ? (pada kwangmin sambil mencium pipinya)” jelasku yang lalu pergi. “Baik eomma ! Hati-hati ya eomma !” teriak kwangmin dari rumah. “Nah, sekarang kwangmin mau ngapain ?” tanya kyuhyun. “Ga tau ahjussi. Hmm, gimana kalau kita menjaga kaka saja ?” tanya kwangmin. “Boleh. Ayo kita ke kamar !” seru kyuhyun. Mereka bertigapun memilih untuk menjaga youngmin yang sedang sakit, sementara aku sedang menuju tempat rapat itu.

Everlasting with kibum oppa (PART VI)


Pada malam harinya saat kami sedang menonton TV di ruang keluarga…
“Appa eomma.” panggil kwangmin. “Iya ada apa sayang ?” seruku. “Hmm, apa kami boleh minta sesuatu ?” pinta youngmin. “Emangnya kalian mau minta apa ?” tanya kibum oppa. “Hmm, kami ingin sekali punya adik. Apa itu bisa terjadi ?” pinta kwangmin. “Iya appa, kami ingin sekali punya adik.” kata youngmin. “Emangnya kalian ingin punya adik laki-laki atau perempuan ?” tanyaku. “Kami ingin sekali punya adik perempuan eomma !” youngmin kwangmin serentak. “Hahahaha. Itu mungkin bisa terjadi kalau eommamu ingin melakukan sesuatu (melirikku)” canda kibum oppa. “Emangnya eomma harus ngapain appa ?” tanya kwangmin polos. “Oh, itu rahasia. Kalau kalian ingin sekali punya adik, itu mah terserah eomma kalian (melirikku lagi).” kata kibum oppa. “Eomma, ayolah eomma. Kata appa, eomma harus melakukan sesuatu. Ayolah eomma lakukan sesuatu, kami ingin sekali punya adik.” rengek mereka. “Ah. I itu terserah appa kalian. Kalau appa mengizinkan, yaa eomma akan melakukannya.” kataku. “Appa, apa appa mengizinkan eomma ?” tanya kwangmin. “Oooh, dengan senang hati appa mengizinkannya.” katanya dengan senyum iblis. “Asyiiiiik !!” seru mereka. Setelah perbincangan tadi, kami semua masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.

Pagi harinya…
Tok tok tok ! “Appa eomma !” terdengar suara teriakan kwangmin youngmin yang berhasil membangunkan kami. “Ah, iya sayang !” teriakku dari dalam yang segera bangun. Ckrek ! “Iya ada apa sayang ?” tanyaku. “Eomma, kita jalan-jalan yuk !” ajak youngmin. “Iya eomma, ayo jalan-jalan !” rengek kwangmin. “Eh, iya sayang, eomma juga pengennya jalan-jalan, tapi appa kalian sedang sakit.” jawabku. “Appa sakit ? Sakit apa eomma ?” tanya youngmin. “Eomma ga tau sakit apa, yang jelas dari malam badan appa dingin sekali. Hari ini eomma mau telpon dokter. Maaf ya, kalau hari ini kita ga bisa jalan-jalan.” kataku. “Iya gapapa kok eomma, kami mengerti kok.” kata youngmin. “Appa, appa sakit apa ? Kata eomma dari malam tubuh appa dingin sekali.” tanya kwangmin polos. “Hahaha, appa enggak kenapa-kenapa kok. Mungkin masuk angin, lagian eomma kan sudah telpon dokter. Jangan khawatir ya sayang.” jawab kibum oppa dengan keadaannya yang lemah. Tak lama kemudian, dokter yang ku telpon sudah datang dan sudah memeriksa kibum oppa. “Bagaimana dok dengan suami saya ? Apa dia baik-baik saja ? Apa penyakitnya ringan ?” tanyaku penasaran. “Suami ibu cuma kecapean saja, mungkin karna profesinya yang padat akan jadwal. Jadi suami ibu kurang istirahat sehingga membuat dirinya menjadi seperti ini. Saya sarankan agar waktu istirahatnya terkontrol ya bu, dan ini resep obatnya.” jelas dokter. “Oh gitu ya dok, kalau begitu terima kasih ya dok.”  “Iya bu sama-sama. Oh ya pak kibum, saya sarankan agar anda jangan lupa makan juga. Kalau begitu saya kembali ke rumah sakit lagi, semoga cepat sembuh dan permisi.” kata dokter tersebut dan pergi. “Eomma, appa kenapa ?” tanya mereka serentak. “Appa cuma kecapean sayang, cukup istirahat saja pasti sembuh kok. Tenang aja ok ? Hmm, kali ini kalian mainnya berdua aja dulu ya. Eomma mau membeli obatnya appa dan mau merawat appa dulu ya, maafin eomma ya sayang ?” kataku. “Iya eomma.” youngmin kwangmin serentak. Setelah menjelaskan kepada mereka, akupun langsung membeli obatnya dan kembali merawat kibum oppa. Saat kembali dari apotik, aku melihat kibum oppa yang sudah terjatuh di depan kamar mandi dan akupun panik serta cepat-cepat menolongnya. “Oppa ! Oppa kenapa ? Bangun oppa !!” panikku.  “Oppa hanya ingin ke kamar mandi, tapi kepala oppa pusing sekali dan akhirnya oppa terjatuh deh.” jelasnya. “Kenapa ga minta tolong anak-anak hah ? Sudahlah, ayo kita ke kasur.” kataku sambil membantu oppa ke kasur. “Nah, sekarang oppa minum obat dulu ya. Tapi ada obat yang harus diminum sesudah makan, jadi oppa makan dulu ya. Tunggu sebentar ya oppa, aku mau ambil makanannya dulu.” Akupun menggambil makanan untuknya dan memberikan obatnya. Setelah meminum obatnya, oppapun langsung tertidur pulas dan akupun meninggalkannya.

--at our son’s bed room--
“Eomma, apa appa sudah mendingan ?” tanya youngmin. “Iya sayang, sekarang appa kalian sudah mendingan dan appa kalian sedang tidur. Jadi, kalian jangan berisik ya. Maaf ya kalau yang hari ini mau main sama appa. Untuk sebagai gantinya, kalian bermain aja sama eomma ok ?” kataku dan anak-anakpun menuruti kata-kataku tadi. “Eomma, kami punya PR yang sama. Tolong ajarin kami sih eomma, yayaya ?” pinta mereka. “Baik sayang, mana PRnya ? Biar eomma ajarin.” kataku dan akupun mengajari mereka sampai paham.
Malamnya…
“Halo anak-anak !” sapa oppa. “Appa !! Appa sudah sembuh ?” tanya mereka serentak. “Iya, ini semua berkat ibu kalian. Nah, sekarang kan appa sudah sehat kembali. Apa ada yang mau minta sesuatu ?” katanya dan anak-anak kamipun saling bertatapan “Apa ya ? Kami bingung appa.”  “Hmmm, gimana kalau buka puasanya di luar saja ?” ideku. “Setujuuuu !” youngmin kwangmin serentak. “Tapi makan di mana say ?” tanya oppa padaku. “Ehm, di ola-ola saja tah ?” jawabku pada oppa. “Oh ya sudah.” kata oppa dan kamipun pergi ke ola-ola.

--at ola-ola--
‘’Hmmm, enaknya makan apa ya ?” tanya kwangmin. “Eomma, aku mau makan nasi goreng seafood special minggu ini dan minumnya strawberry milk shake.” jelas youngmin. “Kalau kwangmin mau mesan apa ?” tanya kibum oppa. “Makanannya sama dengan hyung aja appa, tapi kalau minumnya jus melon aja.” jawab kwangmin. “Appa mau pesan apa ?” tanyaku. “Hmmm (mikir) Appa mau mesan steak sapi sedang, minumannya jus alpukat.” pesannya. “Oh, kalau gitu nasi goreng seafoodnya 3, strawberry milk shakenya 1, jus melonnya 1, steak sapinya 1 dan jus alpukatnya 2.” jelasku.  “ Saya ulangi ya bu. Nasi goreng seafoodnya 3, strawberry milk shakenya 1, jus melonnya 1, steak sapinya 1 dan jus alpukatnya 2.” ulang si pelayan. “Iya mba.” kataku.
15 menit kemudian...
“Ini bu pesanannya.” kata pelayan sambil menaruhkan piring-piring pesanan. “Oh iya, makasih” kataku. Tak lama kemudian suara adzanpun terdengar. “Asyiiiiik, sudah adzan !!!” seru youngmin kwangmin. “Hahahaha, ayo buka, tapi jangan lupa cuci tangannya dan baca doa ya.” kata kibum oppa dan akupun hanya tersenyum yang daritadi memperhatikan ketiga makhluk yang paling berharga bagiku di dunia ini. Kamipun makan bersama. Setelah makan, kitapun ke musholla untuk shalat dan ke gramedia untuk membeli tugasnya youngmin serta membeli komik kesukaannya kwangmin. Jam 20.15 kamipun pulang ke rumah.

--at rumah--
anak-anak langsung ke kamar untuk tidur karna besok harus sekolah dan kami para orang tua tidak tidur karna harus menyelesaikan pekerjaan kami. “Sayang...” kataku manja ke oppa. “Iya ? Ada apa sayang ?” kata oppa yang sedang membuat sebuah lagu untuk ulang tahun hyungnya. “Sekarang kan sudah jam satu, apa lagunya tidak bisa dilanjutkan besok aja ? Nanti pagi kan kamu ada jumpa pers. Makanya sekarang kamu tidur ya. kalau tidak, nanti pas jumpa pers kamu pingsan.” kataku khawatir sambil memeluk oppa dari belakang. “Iya sayang, ini tinggal sedikit lagi. Kalau kamu sudah ngantuk, kamu tidur duluan aja, nanti aku nyusul kok.” katanya yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa menit kemudian akupun tertidur di punggungnya karna daritadi melihatnya sibuk membuat lagu. Tak lama kemudian pekerjaan oppapun selesai dan oppa baru sadar bahwa aku sedang menunggunya hingga tertidur dipunggungnya. “Lah, kok dia tidur dipunggungku ? Apa dia sedang menungguku ? Kasihan dia, seharusnya aku menemaninya tidur dulu (batinnya) Sayang, hey sayang… Bangun sayang.. (mengelus-elus kepalaku) Ternyata dia sudah pulas toh ? Aku pindahkan saja deh (batinnya sambil membawaku ke kasur)” Oppapun tertidur juga setelah menaruhku di kasur tanpa membereskan pekerjaannya.

Everlasting with kibum oppa (PART V)


5 tahun kemudian…
Sesuai perkataannya lima tahun yang lalu kalau dia tidak akan menyentuhku sampai aku lulus kuliah. Dan sejak kejadian lima tahun yang lalu, kibum oppa tidak berani menyentuhku tapi hubungan kami masih berlanjut bahkan kibum oppa semakin perhatian terhadapku walaupun dia sedang sibuk. Pada hari ini, akupun lulus kuliah dan dua minggu kemudian akupun mendapatkan pekerjaan. Setelah tiga bulan bekerja, aku dan kibum oppapun menikah.

Pada suatu malam…
Hoeek hoeek… “Kamu kenapa sayang ? Kenapa muntah-muntah terus ? Kamu sakit ?”  “Ah. Aku ga tau kenapa, tapi perutku mual sekali. Hoeek hoeek.”  “Mukamu pucat sekali, kita ke rumah sakit saja ya.” ajaknya cemas. “Enggak usah. Mungkin masuk angin karna kecapean, tinggal istirahat juga hilang kok. Hoeek hoeek.”  “Enggak ! Aku khawatir sama keadaanmu, kita harus ke rumah sakit sekarang ! Kamu ga boleh membantah Ok ?” perintahnya dan akupun hanya menganggukkan kepala.

--at hospital--
“Ah dokter, bagaimana keadaan istriku ? Apa dia sakit ?” tanyanya penuh khawatir.  “Selamat ya pak.” Kata dokter sambil mengulurkan tangannya. “Selamat apa dok ?” menyambut tangan dokter. “Selamat, anda akan menjadi seorang ayah.”  “Hah ? Maksudnya ? Istri saya hamil gitu dok ?” tanyanya ga percaya. “Iya, pasti ini anak pertama kalian kan ? Kalau begitu, kandungan istri anda harap dijaga agar si bayi dan ibunya tidak kenapa-kenapa. Kalau begitu saya pergi dulu.” meninggalkannya. “Oh i iya dok.” katanya masih bingung. Saat aku keluar dari ruang pemeriksaan dan akupun bingung melihat kibum oppa yang langsung memeluk dan mencium perutku dengan senangnya. “Eeeh, a ada apa oppa ? Kamu kenapa sebahagia ini ? Apa ada kabar yang membuatmu sesenang ini ?” tanyaku bingung melihat tingkahnya. “Tadi kata dokter, kamu tuh bukan sakit melainkan kamu hamil sayang.”  “Ah, serius ? Aku hamil ?” tanyaku sedikit ga percaya. “Iya sayang.” jawabnya sambil tersenyum bahagia. Saat mendengar penjelasan dari kibum oppa, akupun langsung bahagia mendengarnya. Setelah pemeriksaan, kamipun kembali ke rumah.

--at rumah--
“Hati-hati sayang. Hmm, mulai sekarang kamu tidak usah melakukan apa-apa Ok ? Biar aku saja yang melakukan semuanya. Kamu cukup istirahat saja. Nah, sekarang kan sudah malam, kamu tidur yang nyenyak ya (mencium keningku) Oh iya, kamu juga tidur yang nyenyak ya sayang (mengelus-ngelus dan mencium perutku)” katanya.

Sejak malam itu, kibum oppa makin perhatian padaku. Mulai dari menggantikan pekerjaan rumahku, menemaniku sampai aku tertidur pulas, mengantar dan menjemputku di kantor serta mencarikan sesuatu jika aku sedang mengidam yang aneh-aneh.

9 bulan kemudian tepat pada tanggal 30 desember…
Praaang ! Terdegar suara piring pecah dan kibum oppapun berlari ke dapur “Sayang apa terjadi sesuatu ? Kamu di mana ?” katanya dan melihat diriku sedang terjatuh pingsan di lantai dengan disertai darah yang mengalir dikakiku. “Sayang kamu kenapa ? Hey, bangun sayang !! (paniknya dan membawaku ke rumah sakit).

--at hospital--
“Dokter ! Dokter !! Tolong istri saya !!!” teriaknya panik. “Baik pak, bapak harap tunggu sebentar.” kata salah satu suster yang membantunya mendorong ranjangku yang menuju ruang UGD. Tak lama aku dan suster masuk ke ruang UGD, seorang dokter yang menanganiku keluar dan menghampiri kibum oppa. “Dokter, apa yang terjadi dengan istriku ?” tanyaku panik. “Istri anda akan melakukan persalinan, harap bapak membayar administrasinya terlebih dahulu dan operasinya akan dilakukan 20 menit lagi serta saya harap anda ada di samping istri anda.” jelasnya. “Baik dok.” oppapun pergi untuk membayar administrasi dan segera menghubungi keluarga yang lain serta kembali ke ruang UGD untuk menemaniku.
20 menit kemudian…
Persalinanpun akan dilakukan dan kibum oppapun sudah berada di sampingku. “Oppa, aku takut…” kataku. “Tenang aja sayang, oppa akan menemanimu melakukan persalinan. Jadi, kamu harus kuat dan jangan takut ya sayang.” katanya sambil memegang erat tangan kiriku. “Baik, persalinan akan dimulai. Ibu rae sub, harap mengikuti perintah saya dan harus melakukannya dengan sekuat tenaga.”  kata dokter yang akan membantuku. “Pertama-tama tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan sekuat tenaga.” perintah dokter. Akupun mengikuti perintah dokter tersebut sambil memegang erat seprei kasur yang ku tiduri dan menggenggam erat tangan kibum oppa yang daritadi sudah di sampingku. “Ayo bu, lagi bu. Kepalanya sudah keluar.” perintah dokter. Aku sudah mengeluarkan semua kekuatanku, tetapi aku sudah ga kuat lagi. “Ayo sayang, kamu pasti bisa ! Ayo sayang ! Aku ada di sini menemanimu. Kamu harus kuat sayang !” katanya sambil menggenggam erat tanganku, akupun mencobanya kembali dan akhirnya… Oeeek oeeeek, terdengar suara bayi yang sedang menangis karna saking kagetnya akan suhu udara yang sangat dingin. Tak lama kemudian, perutku meraskan akan ada sesuatu yang keluar dan akupun merintih kesakitan. Dokterpun membantuku kembali dan ternyata aku melahirkan 2 bayi laki-laki kembar sekaligus. Oppapun semakin bahagia, dan dia memberi nama bayi kami Youngmin sebagai anak pertama dan Kwangmin sebagai anak kedua. Setelah persalinan, akupun dipindahkan ke ruang yang sudah disediakan dan oppapun memberitahukan kepada keluarga yang lain.  Setelah satu minggu lebih aku di rumah sakit, akupun diizinkan untuk pulang ke rumah.

--at house--
Sesampainya di rumah, banyak sekali keluarga yang sudah menunggu kedatangan kami. Dan yang paling menjengkelkanku adalah bia dan kyuhyun ! Mereka tidak membantu kami mengangkat barang-barang, tapi mereka mengangkat anak kami ! Bia menggendong Kwangmin, sedangkan Kyuhyun menggendong Youngmin. Mereka bermain dengan anak kami sampai akhirnya anak kami nangis dan membuat kibum sangat marah.
“Bia kyuhyun ! Jangan membuat kwangmin youngmin nangis ! Kembalikan mereka !!” murka kibum. “Hahaha, maaf hyung. Habisnya mereka terlalu imut dan manis.” canda kyuhyun. “Iya oppa, mereka terlalu manis, jadi kami langsung menggendongnya. Maaf ya oppa” tampang memelas bia. “Sudahlah oppa, biarkan mereka bermain dengan kwangmin youngmin.” kataku. “Oh, kalau gitu kalian boleh bermain dengan mereka. Tapi dengan satu syarat, jangan membuat mereka nangis Ok !”  “Siap bos !” serentak bia kyuhyun dan menggendong kembali kwangmin youngmin. “Heh kyuhyun, kapan kamu menikah dengan bia ?” tanyaku. “Ah, sebenarnya pengennya secepat mungkin, tapi bia belum ngasih tau kapan kita menikah. Aku sih terserah bianya noona.” jawabnya. “Oh, kamu pengennya kapan ?” tanyaku. “Kalau bisa minggu depan noona, hehehe…” canda kyuhyun yang sedang menggendong youngmin. “Oh.” kataku.

7 tahun kemudian…
“Youngmin kwangmin ayo cepat ke bawah ! Appamu sudah menunggu tuh dan kalian hampir terlambat !” perintahku. “Iya eomma, kami segera ke bawah.” teriak kwangmin. Tak lama kemudian merekapun turun dan sarapan bersama-sama. Setelah sarapan, seperti biasa kibum oppa mengantar anak kami terlebih dahulu, setelah mengantar anak kami, oppapun mengantarku ke kantor serta oppapun juga pergi kerja. Oppa bekerja sebagai aktor dan penyanyi, sedangkan aku seorang arsitek.

Everlasting with kibum oppa (PART IV)


--at our school--
Sesampainya di sekolah, kamipun ke kelas masing-masing, tapi tidak bagi oppa. Dia mengantarku ke kelasku terlebih dahulu. Dan itu membuat semua para murid yeoja kelas X cemburu padaku. Kenapa ? Karena oppa sedang menggandeng tanganku. “Hmm oppa…”panggilku dengan nada rendah. “Ya ? Ada apa say ?”tanya oppa senyum. “Maaf oppa, bukannya aku ga mau atau ga suka,  tapi apa oppa bisa melepaskan tangan oppa dari tanganku ?” pintaku. “Waeyo ?” tanya oppa singkat. “Itu oppa, sepertinya mereka ingin melahapku hidup-hidup.” Kataku dan oppapun mengerti maksudku. “Ooooh. Baiklah oppa lepas ya.” Oppa memang melepaskan tangannya dari tanganku, tapi tangannya pindah kepundakku dan itu membuatku kaget. Tak lama kemudian, akhirnya kamipun sampai di depan kelasku. Teman-teman yeojaku langsung keluar dari kelas dan menghampiri kibum oppa, menyentuh kibum oppa, minta nomer handphonenya kibum oppa sampai-sampai minta foto bareng dengannya. Kejadian seperti itu sangat sangat membuatku panas !! Langsung saja aku lepaskan tangan oppa dari pundakku dan akupun langsung masuk ke dalam kelas. Oppa yang sadar akan sikapku, langsung saja dia menghampiri mejaku. “Sayang. Maafkan aku sayang. Jangan marah ya.. Aku janji akan selalu fokus padamu. Kumohon jangan marah ya,  please…” mohon oppa berlutut di sampingku. Akupun kaget dengan tingkahnya dan langsung saja aku menuntun dia berdiri. “Oppa ! Ngapain oppa berlutut segala ?” tanyaku dengan nada lumayan marah. “Oppa akan terus berlutut sampai kamu memaafkan oppa !” tegas oppa. “Maaf apa ? Emangnya oppa punya salah apa sama aku ?” tanyaku polos. “Oppa sudah membuatmu cemburu karena oppa sedang dikerumuni para yeoja.” jelas oppa. “Cemburu ? Hah ? Siapa juga yang cemburu. Terserah oppa mau dikerumuni yeoja atau namjapun aku ga perduli ya.” bohongku. “Serius kamu ga perduli ?” pancing oppa. “Ya !” tegasku. “Kalau misalnya oppa dikerumuni yeoja gapapa tah ?” pancingnya. “Iya gapapa !” tegasku. “Hmm kalau oppa deket sama yeoja gimana ? Terus kalau oppa telpon-telponan sama yeoja gimana ? Apa itu gapapa ?” pancingnya. “Iya gapapa ! Aku sih ga perduli ya.” tegasku lagi. “Hmmmm, kalau ini apakah bagi rae sub gapapa kalau oppa putus hari ini juga denganmu ? Sekarang juga dan di depan banyak orang ?” pancingnya. “Astaga ! Jangan sampai aku diputusin olehnya hari ini ! Aku ga mau putus dengannya !! (batinku) Hah ? Ah I itu…” belum selesai bicara, kibum oppa menyambungnya. “Berarti kamu mau kita putus sekarang juga ya. Baiklah, semuanya dengar ya, mulai detik ini aku dan rae sub sudah…” “TIDAK !! Aku… AKU GA MAU PUTUS DENGANMU KIM KI BUM !!!!” sambungku yang kemudian meneteskan air mata. Oppa yang melihatku seperti itu, langsung saja dia memelukku dengan erat agar aku bisa lebih tenang. Aku menangis sejadi-jadinya. “Maafkan oppa sayang, oppa hanya memancingmu (mengusap punggungku)” jelasnya senyum. Aku masih menangis di dalam pelukannya, dan akhirnya oppa melepaskan pelukannya serta menghapus air mataku dengan jari-jarinya yang besar nan hangat. “Jangan menangis lagi ya, oppa mohon…” pintanya senyum padaku dan akupun hanya mengangguk-anggukkan kepala yang berarti iya. Oppapun kembali menghapus air mataku dan memelukku agar lebih tenang. Akupun sudah berhenti dari tangisku dan oppa kembali memelukku dan mencium keningku, perbuatannya itu kembali membuat para murid yeoja panas ! Aku melepaskan pelukannya duluan dan itu membuat oppa bingung. “Waeyo ? Apa kamu masih marah sama oppa ?” tanyanya dan ku jawab dengan menggelengkan kepala yang artinya tidak. “Terus kenapa ? Tell me please…” pinta oppa. Aku hanya melirik para yeoja yang sedang penas dan oppapun mengerti maksudnya. “Ooooh, oppa ngerti maksudmu (padaku) Hey kalian semua ! Dengerin ya. Aku dan kekasihku ini sudah bertunangan. Kami sudah dijodohkan 15 tahun yang lalu, dan aku jatuh cinta padanya saat pertama kali kami bertemu. Saat itu kekasihku berumur 1 tahun, sedangkan aku berumur 3 tahun. Intinya, jangan pernah mengganggunya jika kalian cemburu padanya. Arasso !?” jelas oppa. Teng teng teng !! Bel masukpun telah berbunyi. “Sayang, oppa masuk kelas dulu ya dan nanti istirahat oppa ke sini lagi. Sampai istirahat nanti ya sayang (mencium keningku lagi -__-) saranghaeo (padaku) Hey kyuhyun ! Tolong jaga rae sub ya, jangan sampai ada yang mengganggunya ya ! Gomawo dongsaeng ! (pada kyuhyun)” kata oppa yang langsung pergi secepat kilat dan  kyuhyun hanya menjawabnya dengan mengangkat ibu jarinya yang artinya iya.

Saat istirahat…
Sesuai perkataannya tadi pagi oppa datang ke kelasku, tetapi aku tidak ada di kelas. “Permisi de, apa rae subnya ada ?” tanya oppa pada salah  seorang temanku. “Rae sub ? Dari sebelum bel istirahat dia tidak ada di kelas hyung.” Jawab temanku. “Dari sebelum bel ? Memangnya dia ke mana ? Emangnya tadi ga ada guru yang masuk ?” tanya oppa. “Dari jam pertama sampai sekarang tidak ada guru yang masuk. Dan 15 menit lebih sebelum bel, rae sub ke wc. Tapi sampai sekarang rae sub belum kembali hyung.” jelas temanku. “Apa !? Sudah 15 menit lebih yang lalu !? Dia ke wcnya sama siapa ?” tanya oppa panik. “Sendirian hyung, daritadi kami mencarinya untuk mengerjakan tugas bareng, tapi dianya belum kembali juga. Kami pikir rae sub lagi bersama hyung.” jelasnya. “Sendiri ? Astga !! Kok tiba-tiba perasaanku tidak enak begini, jangan jangan… Haduh kibum ! Kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh, tapi… Ah ! Jangan sampai terjadi sesuatu sama rae sub (batinnya)” disaat oppa kebingungan, tiba-tiba kyuhyun menghampirinya. “Hyung ! Hyung lagi ngapain di sini ? Bukannya hyung lagi bersama rae sub ya ?” tanya kyuhyun. “Rae sub bersamaku ? Tidak. Dia tidak bersamaku.” Jawab oppa. “Hah ? Tidak bersama hyung ? Terus yang sms ke nomerku siapa ? (menunjukkan ponselnya pada kibum oppa) Serius ini bukan nomernya hyung ?” tanya kyuhyun. “Bukan. Hyung ga pernah ganti nomer lagi. Sini hyung liat nomernya.” Pinta kibum oppa dan oppa menelpon nomer tersebut menggunakan ponselnya sendiri. Dan nomer tersebut mengangkatnya ! “Halo, ini siapa ? Oh iya. Ini kim ki bum kekasihnya rae sub bukan ?” tanya si pemilik nomer tadi. “Iya. Kamu siapa ? Cepat kembalikan kekasihku sekarang !!!!” murka oppa. “Eiits. Jangan marah dong. Jika kamu ingin kekasihmu kembali denga utuh, kamu harus datang sekarang juga di gudang barang belakang sekolahmu ! Tapi ingat, jangan telpon polisi !! Jika kamu menelpon polisi, maka kekasihmu tidak akan suci lagi !!!! Hahahahaha !!!!” jelas si penculik. “Maksudnya utuh dan suci apa !!? Jangan sentuh KEKASIHKU !!!!!!!!!” amuk oppa. “Baiklah tidak akan kami sentuh kekasihmu itu. Tapi jika kamu tidak datang, yaaa apa boleh buat. Mungkin kesucian kekasihmu sudah hilang. Hahahhahaha !!!!” puas si penculik. “Baik ! Saya akan datang ke sana sekarang juga dan saya tidak akan menelpon polisi ! Tapi ingat ! Jangan sentuh kekasihku sedikitpun !!!” ancam oppa. “Baiklah, sampai ketemu…” putus si penculik. “Hyung, bagaimana hyung ? Apa rae sub gapapa ? Di mana rae sub sekarang ?” tanya kyuhyun. “Mungkin… Mungkin sekarang rae sub baik-baik saja. Rae sub diculik di gudang barang belakang sekolah ini… Hyung…… Hyung takut rae sub diapa-apain sama mereka. Hyung takut mereka menyentuhnya… hyung takut hyun…” tangis oppa. “Hyung, tenanglah hyung. Sekarang kita ke sana untuk menolong rae sub.” Ajak kyuhyun. “Baiklah kita ke sana sekarang juga, tapi mereka meminta agar hyung tidak menelpon polisi. Jika hyung menelpon polisi, maka kesucian rae sub akan hilang. Hyung takut itu…” jelas oppa. “Terus kita harus gimana ?” tanya kyuhyun. “Tenang saja. Sekarang kalian ke sana tanpa menelpon polisi. Nanti saya akan memberikan micro camera di baju kalian, gunanya untuk memantau keadaan. Disaat rae sub sudah di tangan kalian, maka aku akan menelpon polisi secepat mungkin. Sekarang pergilah ! Bawalah rae sub dalam keadaan baik-baik! Cepaaaat !!!” suruh donghae oppa dan kibum oppa serta kyuhyun pergi menyelamatkan rae sub.


--at entrepot on the back of school--
“Hyung. Hyung yakin rae sub ada di sini ?” tanya kyuhyun. “Iya ! Hyung yakin sekali rae sub ada di sini !! Ayo sekarang kita masuk ke dalam !” ajak oppa. “Tapi hyung, tempat ini kan sangat berbahaya. Banyak bangunan yang siap runtuh. Ga mungkin rae sub ada di sini hyung.”pendapat kyuhyun. “Tidak ! Hyung yakin sekali rae sub ada di sini !! Tenang aja. Di sini ada hyung ! Ayo cepat kita selamatkan rae sub !!” ajak oppa. “Baiklah hyung.” Akhirnya kyuhyun menuruti apa kata hyungnya dan merekapun masuk ke dalam. Di dalam mereka sudah disambut oleh para bodyguardnya si penculik, dan si penculiknya pun muncul bersamaku, tetapi keadaanku sudah berantakan. Seragamku sudah lusuh, kotor dan rusak. Oppa yang melihat langsung keadaanku yang seperti itu merasa marah, kasihan dan sedih. “Hahahaha ! Akhirnya kalian datang juga dan kalian juga menepati janji kalian untuk tidak menelpon polisi !! Bagus bagus !!” hina si penculik. “Kau !! Katanya kau tidak akan menyentuhnya sedikitpun !! Tapi kau sudah MENYENTUHNYA !!!!!” murka oppa. “Kata siapa aku yang menyentuhnya ?” tanya si penculik. “Itu ! Kenapa keadaannya seperti itu !! Pasti kamu sudah menyentuhnya bukan !!!!!” murka oppa. “Memang benar sih kalau kekasihmu itu sudah disentuh. Tapi itu bukan aku yang menyentuhnya, melainkan para bodyguardku, mengerti !!?” jelas si penculik. “Keparaaaaaaat !!!” maki oppa. “Hey ! Cepat kalian katakan mengapa kalian menculik temanku !!” tanya kyuhyun marah. “Oh iya, hampir aja lupa. Saya menculik temanmu bukan karena sebuah alasan kok.” kata si penculik. “Bohong !! Pasti ada alasannya !!! Cepat katakan !!!” marah kyuhyun. “Huuft (menghela nafas) Saya menculik temanmu karena saya ingin menikmati tubuhnya dan saya ingin melihat temanmu menderita !!” jelas si penculik. “SHIT !!! Cepat lepaskan kekasihku !!!!! Kamu sudah membuat dia menderita !!! CEPAT LEPASKAN DIA !!!!!” murka oppa. “Eits, bagi saya segini belum menderita. Hmm, aku ingin dia lebih menderita di depan kalian !” hina si penculik. “Jangan !! Lepaskan dia sekarang !!!!” murka kyuhyun. “Hahaha. Hey kalian ! Lawan mereka ! Kalau perlu sampai mereka MATI !!! (ke bodyguard) Saya ingin menikmati tubuh wanita ini dulu. Hahahahahhahahaa !!!!” kata si penculik. “JANGAN KAU SENTUH DIAAAAA !!!!” murka oppa dan kyuhyun bersamaan. Buuuk !! Bukk Bukbukbuk !!!!! Satu demi satu pukulan mengenai mereka (oppa, kyuhyun dan bodyguard). Sementara si penculik mencoba untuk menyentuhku. Selama perkelahian, oppa terus mengawasiku, oppa takut aku disentuhnya terlalu puas. Oppa semakin marah saat melihatku sudah setengah tidak berpakaian, dan oppapun menghajar para bodyguard dengan penuh rasa marah. Dan perkelahian pun di menangkan oleh oppa dan kyuhyun. Setelah melawan para bodyguard, oppa dan kyuhyun beralih ke si penculik yang sedang mencoba membuka pakaian dalamku. Buuuk !!! Pukulan milik oppa tersebut tepat mendarat di muka si penculik, oppa terus memukulnya hingga si penculik pingsan. Oppa menghampiriku yang tidak mengenakan seragam satupun dan memakaikan seragamku. Tak lama kemudian donghae oppa dan polisi datang menangkap para penculik tersebut. Aku yang sangat ketakutan akan kejadian tersebut membuat oppa memelukku dengan erat, oppa menangis saat memelukku. “Apa kalian tidak apa-apa ?” tanya donghae oppa. “Ya, kami gapapa hyung. Tapi tidak bagi rae sub, mungkin dia trauma hyung.” Jelas kyuhyun. “Iya, kelihatannya rae sub sangat trauma akan kejadian tadi dan kibum juga kelihatannya sangat terpukul.” Jelas donghae oppa. “Sayang, apa kamu tidak apa-apa ? Apa saja yang mereka lakukan padamu ? Dan… Dan apa saja yang mereka sentuh ?” tanya oppa panik melihatku seperti itu. Tangisku pecah dan oppa kembali memelukku. “Maafkan oppa sayang. Oppa kurang menjagamu. Maafkan oppa sayang……” maaf oppa sambil menghapus air mataku. “Oppa… Aku… Aku takuuut………” kataku menunduk sambil meremas kerah bajuku. “Tenang sayang, di sini ada oppa. Oppa janji akan selalu ada untukmu. Nah, sekarang katakan pada oppa, apa aja yang mereka lakukan padamu ? Dan apa saja yang mereka sentuh ?” tanya oppa sedih. “Mereka memukulku, menjambakku, dan mereka…” putusku. “Mereka apa ? Apa yang mereka lakukan !?” tanya oppa khawatir. “Satu persatu dari mereka semua menikmati tubuhku. Rasanya takut dan… Dan sakit oppa……” tangisku dan oppa kembali memelukku. “Tenang sayang, oppa sudah ada di sini. Tidak perlu ada yang kamu takutkan lagi, oppa akan selalu ada di sisimu. Dan oppa… Oppa tidak akan melakukan apa yang mereka lakukan padamu sebelum  kita menikah dan sampai kamu sudah lulus kuliah. Oppa akan pegang janji oppa !” janji oppa. “Tapi oppa. Apakah oppa akan tetap menikah denganku walaupun aku sudah ternodai oleh orang lain selain oppa ? Apa oppa ga merasa jijik ?” tanyaku polos menatapnya. Oppa yang mendengar pertanyaanku hanya tersenyum dan membelai rambutku “Tidak sayang. Oppa tidak merasa jijik, karena memang bukan kamu yang menginginkan itu, tapi merekalah yang menginginkanmu. Dan oppa akan tetap menikah denganmu. Oppa ingin bersamamu selamanya, dan hanya maut yang dapat memisahkan kita. Jadi, kamu ga usah khawatir ya……” jelas oppa tersenyum padaku dan akupun kembali menangis karena terharu mendengar jawaban darinya, serta kami semua kembali ke sekolah.

--at school--
Sesampainya di sekolah. Para guru menanyakan padaku bagaimana keadaanku sekarang dan bagaimana ceritanya. Aku tidak mengatakan sepatah katapun karena aku masih trauma, dan hanya kibum oppa dan kyuhyunlah yang menceritakan semuanya. Aku yang masih trauma hanya bisa diam dan takut, dan lagi-lagi membuat kibum oppa memelukku dari belakang. Karena kejadian hari itu, semua warga sekolah dipulangkan cepat dan seperti biasa oppa menganterku pulang.

--at house--
Aku, kibum oppa dan kyuhyun pulang menuju rumahku. Karena kyuhyun ingin mengunjungi kekasihnya yang tak lain adalah adikku (bia), sedangkan oppa sedang tinggal bersamaku. Drrrt drrrrrtt drtt ! “Yeoboseo hyung ?” sapa kibum oppa. “Hey bum ! Apa benar sedang terjadi keributan di sekolah ? Dan korbannya tuh rae sub ?” tanya hyung jun oppa yang tak lain adalah kakanya kibum oppa. “Ne hyung.” Jawab kibum oppa lemas. “Bagaimana ceritanya ? Hyung ingin tau. Terus, bagaimana keadaan rae sub sekarang ? Apa dia baik-baik saja ? Apakah dia ketakutan ?” tanya hyung jun oppa panjang lebar. “Ceritanya panjang hyung.” Jawab kibum oppa. “Ya sudah. Hyung akan ke sana sekarang juga.” putus hyung jun oppa yang langsung pergi menuju rumahku. “Tadi yang menelpon tuh hyung jun oppa?” tanyaku polos. “Iya sayang. Hyung tau kejadian hari ini dan hyung akan ke sini sebentar lagi.” jelas oppa. “Oooh. Terus hyung jun oppa bilang apa ?” tanyaku lagi. “Ga ada lagi sayang.”.
27 menit kemudian…
Ting tong ! “Itu pasti hyung jun hyung ! Biar aku saja yang buka !” seru kyuhyun. Ckreeeeeek ! “Loh, kok ada kyuhyun di sini ? Kamu lagi ngapain di sini hyun ?” tanya hyung jun oppa. “Tadi habis mengantar rae sub dan sekalian menjenguk bia ! Hehe” seru kyuhyun. “Ooooh. Sekarang rae sub dan kibum di mana ?” tanya hyung jun oppa. “Mereka ada di ruang keluarga hyung.” Jelas kyuhyun. “Oh, hyung ke sana dulu ya.” Seru hyung jun oppa yang langsung menuju ruang keluarga. “Kibum. Bagaimana keadaannya rae sub sekarang bum ? Apa dia baik-baik saja atau dia trauma ? Terus bagaimana ceritanya bisa kayak gitu ?” tanya hyung jun oppa panjang lebar. “Ssssst rae sub baru saja tidur hyung” jelas oppa. “Upps. Sorry, hyung gatau bum. Eh. Itu ceritanya kayak gimana ? Terus apa dia trauma ?” tanya hyung jun oppa lagi dan kibum oppa menceritakan semuanya. “Ooh gitu ceritanya. Kasihan ya rae sub, dia pasti sangat trauma sekali. Kalau begitu, mulai sekarang sampai selamanya, kamu harus tinggal di sini. Untuk masalah izin dari orang tuanya rae sub sudah lama diizinkan. Nah, hyung minta agar kamu tinggal di sini dan jaga rae sub baik-baik !! Paham ?” jelas hyung jun oppa. “Ne hyung. Aku paham. Aku janji akan menjaga rae sub sebaik-baik mungkin. Hyung bisa pegang janjiku !” tegas kibum oppa. “Bagus.” Selama aku tidur dipangkuannya kibum oppa, mereka terus mengobrol hingga mereka merasa ngantuk. Merekapun tertidur pulas, tapi mereka tidak tidur di kamar, karena kibum oppa sedang memangkuku dan hyung jun oppa menemani kami di ruang keluarga. Aku tidur di pangkuannya kibum oppa, sedangkan kibum oppa tidur sambil duduk di sofa dan hyung jun oppa tiduran di sofa.
Beberapa jam kemudian…
Hari sudah malam ketika aku bangun dari tidurku dan aku melihat mereka berdua sedang tertidur pulas. Aku baru sadar kalau mereka sangat lucu dan tampan sekali disaat mereka sedang tidur. Langsung saja aku ambil selimut dan menyelimuti mereka berdua dengan selimut, serta aku mandi dan menyiapkan makan malam karena bia dan kyuhyun sedang pergi nonton dan tidak meninggalkan sedikit makananpun.
Beberapa menit kemudian…
“Hoaaaam ! Nyenyak sekali tidurku ini… Astaga !! Rae sub kemana ? Kok dia ga ada !!?” panik kibum oppa. “Malam oppa, bagaimana tidurmu ? Apakah tidurmu nyenyak ? Oh iya, rae sub baru saja selesai masak. Oppa mau makan kapan ? Sekarang atau nanti ? Oh iya, oppa mau mandinya sekarang atau nanti ?” tanyaku panjang lebar. “Lumayan tidurku nyenyak. Hmmm, oppa mau mandi dulu terus makan deh…” jawabnya. “Oh. Oppa mau mandinya pake air hangat atau ga ?” tanyaku lagi. “Pake air hangat saja deh.” jawabnya. “Oh ok ! Kalau begitu rae sub siapin dulu ya airnya dan oppa siap-siap untuk mandi ya. Oh iya, tolong bangunkan hyung jun oppa dong, hehe” bisikku dan kibum oppapun menurutiku. Akhirnya kamipun makan malam bersama tanpa bia dan kyuhyun, belajar bersama karena kami akan menghadapi ujian semester, serta kejadian hari itupun sudah aku lupakan.

--The next day--
Seperti biasa kami berangkat ke sekolah bersama.
-at school-
Sesampainya di sekolah, kami berpisah karena kami sibuk mencari ruang ujian kami. Dan, tanpa diduga kami seruangan tapi kami tidak sebangku. Kami tau bahwa kami seruangan karena kibum oppa duduk di belakangku dan pada saat teman-temanku sedang bergosip di mejaku. “Rae sub ? Ruanganmu di sini ?” tanya oppa. “Loh, kok oppa ada di sini ?  Iya, ruanganku di sini dan tempat dudukku di sini juga.” jelasku. “Oppa juga di sini dan tempat duduk oppa tepat di belakangmu.” jelas oppa. “Eh, hyung di sini ?” tanya kyuhyun tiba-tiba. “Iya, kamu juga di sini ? Kamu duduk di mana ?” tanya oppa. “Aku duduk di belakangnya rae sub. Eh, aku baru sadar kalau aku duduk dengan hyung ! Wah asyik nih !!” seru kyuhyun. “Seru apaan ?” tanyaku polos. “Ya serulah ! Hyung kan pintar, jadiiii… Hehehehehehe, ngerti kan maksudku ?” tanya kyuhyun. “Oh ya. Aku ngerti ! Enak sih, tukeran sih hyun …” rengekku. “OTB (oh tidak bisa) ya ! Hahahahahahaha !!!” pelit kyuhyun.
Teng teng teng !!! Bel masuk pun berbunyi tetapi orang yang sebangku denganku belum datang. “Anak-anak, cepat taruh tas kalian di depan ! Handphone juga ! Yang ada di atas meja hanya alat tulis dan kartu tes kalian ! Nanti ibu periksa satu-satu ! Cepat cepat !!!” suruh guru yang mengawas di ruangan kami. Sudah lebih dari 15 menit kami mengerjakan soal, tiba-tiba ada seorang murid yang baru datang dan ternyata murid tersebut duduk di sebelahku. Tapi yang paling ku bingungkan, kenapa murid itu tidak dimarahi oleh guru yang mengawas di ruangan kami, bukannya guru itu terkenal galaknya, tapi kenapa sama murid itu dia tidak marah. “Oh, aku duduk di sebelah sini. Eh, sama cewe lagi. Hai, boleh kenalan ga ?” ganggunya. Aku hanya diam saja dan aku tetap fokus pada soal yang sedang aku kerjakan. “Eeeeh, jadi cewe tuh jangan jutek dong ! Namamu siapa ? (lalu melihat kartu tesku) Oh, namanya kang rae sub. Hmmm namanya bagus juga. Eh bentar, kamu tuh pacarnya kim ki bum kan ?” hebohnya. Aku tetap diam dan fokus pada soalku. “Eh kibum ! Cewemu kok jutek amat sih ! Saya sih ga sudi punya cewe kaya dia ! Kalo aku jadi kamu, aku langsung putusin dia deh !!!” makinya. Aku yang mendengar dia bilang seperti itu rasanya ingin menangis dan oppa menyadari apa yang aku rasakan. “Hey eli ! Bisa diam ga !? Ga usah mengkritik tentang ceweku ! Lebih baik sekarang kamu mengerjakan soal tesnya karena tinggal 20 menit lagi waktunya habis !” saran oppa. “Cih ! Kalian berdua memang memuakkan !! Soal tes ? Sudah selesai kok !! Awas aja kibum, tunggu pulang nanti !!” ancam eli.
Saat istirahat…
“Hi ! Kenapa tidak ke kantin ?” tanya eli. “Oh engga ka..” jawabku. “Oooh, kenapa ?” tanya eli. “Engga kenapa-kenapa kok ka. Cuma ingin belajar saja. Emangnya kenapa ka ?” tanyaku bingung. “Oh engga, lagi belajar apa ? Sini kaka lihat (mengambil bukuku) Ooh, yang ini gampang. Begini caranya (bla bla bla bla). Selesai ! Nah sekarang sudah ngertikan ?” tanya eli oppa. Aku diam sejenak, kenapa anak berandal kaya eli oppa bisa mengerjakan soal-soal kaya gitu. “Hai sayang, kamu ga ke kantin ?” tanya kibum oppa tiba-tiba. “Eh, oppa. Ga, aku mau belajar aja. Oppa ga ke kantin ?” tanyaku. “Sudah kok, barusan aja sama kyuhyun.” Jelasnya. “Kalian ga usah sok bermesraan gitu deh ! Memuakan !!” cela eli oppa. “Heh eli ! Kenapa kamu ada di situ !? Pergi kamu ! Jangan dekat-dekat cewe saya !!” suruh kibum oppa. “Oh iya hampir lupa. Selama kamu di kantin, aku mengajarkan cewemu ini. Ternyata dia lumayan pintar juga ya. Suka-suka saya mau deket sama cewe kamu atau tidak, lagian aku kan duduknya di sebelah cewemu !” jawab eli oppa. “Elii !!! (pada eli) Sayang, apa benar yang barusan dia katakan ? (padaku)”  “Iya oppa, maafin rae sub ya oppa…” kataku menunduk. “Gapapa kok sayang, cuma diajarkan aja kan ? Itu mah gapapa.” Hibur oppa. “Serius oppa ? Maksih oppa ^^” riangku senyum. Teng teng teng ! bel masuk yang menandakan akan dimulainya test ke dua pun berbunyi. Kali ini yang masuk guru paliiiiiiiiiiiiiing baik, jadi kalau nyontek juga gapapa (aman), hahaha. “Astaga ! Aku ga ngerti soal ini !!” gerutuku dalam hati. “Caranya tuh begini (bla bla bla) Nah, ketemukan hasilnya ? Eh, yang ini jawabannya salah, harusnya begini (blablabla). Wah kamu hebat, cuma salah 2.” jelasnya. “Ah. I iya, maksih eli oppa.” Ucapku. Kibum oppa yang melihat langsung kejadian tadi langsung marah ! Teng teng teng !! bel pulangpun berbunyi.
“Rae sub aku pulang duluan ya ! Daaaah !!!” seru temanku. “Iya, hati-hati ya !” seruku. “Eh rae sub, nanti kami mau ke rumahmu boleh ga ? Kami mau belajar bareng di rumahmu.” Tanya temanku. “Oh boleh. Jam berapa ?” tanyaku. “Hmmmm, sekitar jam 4 sore deh. Maksih rae sub, tunggu kami ya !” serunya yang langsung pergi. “Sayang, ayo kita pulang ! Bentar lagi mau hujan loh.” Ajak kibum oppa. “Ah iya, ayo oppa !!” ajakku. Baru sampai di tempat parkiran, tiba-tiba aku kehilangan handphoneku. “Astaga ! Handphoneku di mana ? Aduuuuh !!” panikku yang sedang mengecek isi tas. “Ini handphonemu bukan ?” tanya seseorang. “Ah iya maksih… Loh eli oppa ?” Tanyaku bingung. “Iya, tadi handphonemu ketinggalan di kolong meja. Nih !” jelasnya. “Thanks..” kataku yang langsung mengambil handphoneku dari tangannya dan eli oppa menarik tanganku dan muuuah ! Eli oppa mencium pipiku dan itu membuat kibum oppa semakin marah !! “Heh eli ! Kamu ngerti sopan santun ga !! Kamu tau kan dia itu cewe saya !!!” marah oppa. “Hahahhaha, maaf kibum. Habisnya cewemu terlalu manis dan polos ! Sudah ya. Aku mau pulang !! Bye !!” perginya. “SHIT !!!” maki oppa. “Sudahlah oppa, cuma cium pipi kan ? Ayo kita pulang.” Ajakku. “Tapi kan !! Seenaknya saja dia cium pipimu !!!! Awas saja kalau dia berbuat itu lagi atau lebih !!!!” maki oppa. “Waeyo ? kan cuma pipi oppa. Lebih ? Maksudnya ?” tanyaku polos. “Astagaaa ! Dia ga ngerti maksudnya ? Dia benar-benar polos (batinnya) Sekali ga boleh tetap aja ga boleh ! Kenapa !? Karena oppa cemburu !! Sudah ah ! Ayo kita pulang !!” ajak oppa dan kami pun pulang.

-at house-
Aku masih bingung sama kejadian tadi di sekolah. Awalnya aku mau menanyakan maksudnya oppa tuh apa, tapi keburu teman-temanku datang.
Ting tong ! “Ya, siapa ya ?” tanya oppa yang langsung membukakan pintunya. Ckreeek ! “Astaga ! Kok kibum-ssi ada di sini ?” tanya temanku langsung. “celaka aku ketahuan ! aduh, aku harus bilang apa ya, gawaaat !! (batinnya) Hmmm, aku di sini lagi…” “Eh kalian ! Ayo masuk !! oppa, tolong tutup pintunya ya !!” seruku tiba-tiba. “Huuuuf, untung ada rae sub.” Lega oppa dan langsung menuju ruang keluarga di mana aku dan teman-temanku akan belajar bersama. “Eh rae sub, kok ada kibum-ssi ya ? Sejak kapan kibum-ssi ada di sini?” tanya temanku langsung. “Ah I iya… Kibum oppa di sini untuk selamanya karena untuk menjagaku. Yang minta agar kami satu rumah tuh orang tua kami. Tenang aja, kami tidak melakukan apa-apa. Kami seperti kaka dan adik aja kok, hehehe. Oh iya, kalian mau minum apa ?” kataku.  “Oh, hmmm, air dingin ada ga ?”  “Oh ada, tunggu sebentar ya.” Kataku yang langsung ke dapur dan oppa mengikutiku. “Hmm sayang, maafin oppa ya. Gara-gara oppa kamu jadi……” putus oppa karena jari telunjukku menyentuh bibirnya. “sssst… oppa ga usah minta maaf. Sebenarnya aku yang salah karena aku ga bilang ke oppa kalau teman-temanku mau datang ke sini. Oppa mengerti kan ?”   “iya..”   “Oh iya, oppa mau minum apa ? Biar sekalian aku buatkan” tanyaku. “Air dingin juga, tapi oppa mau…” putusnya. “Oppa mau apa ? Tinggal bilang aja..” kataku senyum padanya. “Hmm, boleh ga oppa berciuman denganmu ? Tapi… Sekali ini aja kamu mencium oppa ? Sekilas juga gapapa…” tanya oppa menunduk. “Ah, hmmm… boleh kok.” jawabku. “Serius ?” tanyanya ga percaya. “Iya oppa ^^” kataku senyum padanya dan aku langsung menciumnya dengan sekilas nan hangat. Muka oppa langsung memerah setelah mendapat ciuman dariku dan kami kembali ke ruang keluarga.
“Ini dia minumannya !!! Maaf lama ya, soalnya nunggu es batunya membeku dulu sih, hehehehe. Eh, sudah nyampe mana ?” ocehku. “Gapapa kok, kita sudah sampai sini. Tapi kita semua ga ngerti soal yang ini.” jawab mereka. “Oooh, yang mana ? Sini aku lihat. Oooh ini caranya (blablabla). Nah, ketemukan. Kalian ngerti ga ? Kalau ga ngerti bilang aja, nanti aku ulang deh.” jelasku. “Kami ngerti kok, tapi kayaknya ribet ya. Ada cara yang simple ga ?” tanya mereka. “Ah, aku gatau…” kataku. “Yang mana ? Sini biar oppa yang jelasin ! Oh, ini caranya gini (blablabla). Terus nanti hasil yang ini dikali yang ini terus dibagi 4.” jelas oppa. “oooh, tapi hasilnya sama aja sih… Gomawoyo kibum-ssi !” mereka serentak. “Ah ne !” kata oppa senyum. Jedeeerrr !! Jedeeerrr !! Tiba-tiba terdengar suara petir yang hampir membuat ketakutan setengah matiku keluar dan oppa langsung menggenggam tanganku. “Eh mau hujan ya ? Eh rae sub, kami pulang dulu ya. Terima kasih untuk hari ini. Daaaaaah !!” seru mereka yang langsung pulang. “Huuuft ! Akhirnya mereka pulang juga. Setelah ini kamu mau ngapain sayang ?” tanya oppa langsung melihatku. “Eh, kamu kenapa sayang ?” tanya oppa panik. “Oppa…” panggilku dan oppa mengerti maksudnya. “Tenang saja sayang, di sini ada oppa. Ga usah takut ya…” hibur oppa memelukku. “Oppa, boleh ga malam ini aku tidur sama oppa ?” tanyaku yang masih ketakutan. “Huuuuft… Boleh kok sayang ^^” izin oppa.

-at night-
“Nah, sekarang kamu tidur ya (menyelimutiku) Kamu tidur di kasur, oppa tidur di sofa. Kalau rae sub butuh seseuatu, tinggal bangunkan oppa ya. Good night honey !” katanya sambil mencium keningku. “Oppa (menarik tangannya) jangan tidur di sofa ya, oppa tidur di sini bareng aku ya. Aku mohon oppa…” pintaku. “(menghela nafas) ya sudah…” jawab oppa dan oppa naik ke kasur dan tidur bareng denganku.

-at morning-
Hari ini adalah hari kedua tes kami, dan seperti biasa kami berangkat ke sekolahnya bareng, tapi kali ini kami jalan berdua masuk sekolahnya sampai di kelas, karena kami satu ruangan. “Cieeee rae sub ! Cieeeee kibum !! Kalian berdua tuh selalu bikin kami cemburu tau !! Hahahahaha” sorak mereka barengan. “Hahahahaha iya dong, namanya juga tunangan, jadi harus selalu bersama. Hehhehe.” bangga oppa. “Heh ! heh !! heh !! Apa-apaan nih ribut-ribut !!! Berisik tau dan ganggu tidur orang aja tuh !!!!” marah eli oppa. “Huu dasar brandal !!” ejek teman oppa. “Apa sih!! Minta dihajar tah !!? (pada mereka) Ini lagi !! Kalian tuh bisa ga sehari aja ga berduaan !!? memuakan tau !!!!! (pada kami)” marah eli oppa.
Teng teng teng ! Belpun berbunyi dan seluruh siswa mengerjakan tesnya dengan aman, tentram, dan sunyi. Teng teng teng ! Bel pulangpun berbunyi dan semua siswa pulang ke rumah masing-masing. “Sayang, maaf hari ini oppa ga bisa pulang denganmu.” Kata oppa. “Waeyo oppa ?” tanyaku. “Oppa mau ngerjain tugas di rumah teman. Mianhe…” maaf oppa. “Oh, gapapa kok opa.”  “Hey kibum ! Kita ngerjain tugasnya di rumahmu ya ! Soalnya rumah mereka jauh semua !” teriak teman oppa. “Ah iya ! Tapi saya ga di rumah !”teriak oppa. “Lah, terus kita ngerjainnya di mana ?” tanya teman oppa tadi yang sedang menghampiri kami. “Hmmm, di rumah… Nih, aku kasih alamatnya !” kata oppa memberikan alamatnya. “Oh, ok ! Kami akan ke sana jan setengah 3 ya ! Bye !!” kata mereka dan kamipun pulang juga.

-at house-
“oppa, ada berapa banyak orang yang akan datang ?” tanyaku memecah keheningan di ruang keluarga yang sedang menonton tv bersama. “Hmm, mungkin lebih dari 7 orang. Emangnya kenapa ?” tanya oppa balik. “Oh, engga kok oppa. Mereka datang jam berapa ?” tanyaku lagi. “Katanya sih jam setengah 3.” Jawab oppa yang msih focus sama tv. “Oh… (melihat jam di hp) Astaga ! Sekarang kan jam setengah 3 oppa !” seruku dan… Ting tong ! “Itu pasti teman-temannya oppa ! Biar aku saja yang membukakan pintunya !” seruku meninggalkan oppa membuka pintunya. Ckreek ! “Annyeong !” sapa mereka. “Ah iya annyeong !” sapaku. “Loh, kok rae sub ada di sini ?” tanya salah seorang teman oppa dan belum sempat aku menjawabnya, tiba-tiba oppa datang. “Iya. Kan ini rumahnya rae sub. Ayo masuk !” kata oppa. “Hah ? Terus kenapa kamu meminta kami untuk datang ke rumahnya yeojachingumu bum ?” tanya mereka. “Sudah 2 minggu aku tinggal dengannya.” Jawab oppa polos. “APA !!?” tanya mereka ga percaya. “Iya. Tapi kami tidak melakukan yang aneh-aneh ya. Kami seperti kaka adik yang ditinggal orangtuanya. Aku tinggal di sini karena aku ingin menjaganya dan memang disuruh oleh orangtua kami.” jelas oppa panjang lebar. “Oh, kirain kamu di sini Cuma mau pacaran. Kami salut sama kamu bum. Kamu bisa menahan nafsumu untuk tidak berbuat yang aneh-aneh pada pacarmu.” Puji mereka. “hahhaha, sebenarnya aku tidak kuat lagi tau. Tapi terpaksa deh aku menahannya. Hahahaha…” bisik oppa. “Oppa hyung ! Silahkan diminum airnya. Oh ya, ini makanannya di makan juga ya.” Kataku yang tiba-tiba datang. “Oh iya, gomawoyo !!” seru mereka. “Maksih ya sayang…” kata oppa senyum. “Ah ne, sama-sama. Ah iya oppa. Kalau oppa mencariku, aku di kamar sedang belajar ya oppa...” kataku. “Waeyo di kamar ? Kenapa ga di sini aja dengan oppa dan teman-teman oppa ?” tanya oppa. “Ga kenapa-kenapa sih, pengen aja di kamar dan aku ga mau ganggu teman-teman oppa ngerjain tugasnya. Ya oppa ? Aku di kamar ya oppa ? Please…” mohonku. “Baiklah, kalau ada apa-apa, langsung teriak aja ya.” izin oppa. “Jinnja ? Gomawo oppa !!” girangku dan meninggalkan mereka menuju kamarku. Selama 2 jam lebih aku di kamar dan kemudian oppa mengetuk pintu kamarku. Tok tok tok ! “Sayang, ini oppa. Kamu lagi apa di dalam ?” tanya oppa dan tidak ada jawaban dariku karena aku ketiduran saat belajar.  “Sayang ? Hey sayang ? Kamu kenapa ? Oppa masuk ya ?” tanya oppa yang langsung masuk ke kamarku dan melihat aku sedang tidur di meja belajar. “Huuuft… Ternyata kamu sedang tidur…” kata oppa mengelus kepalaku dan itu membuatku bangun. “Ah o oppa. Ada apa oppa ? Maaf aku ketiduran oppa…” kataku yang sedang mengucek-ngucek mata. “Gapapa kok, kamu tidurnya pindah ke kasur ya, jangan di sini.” Tuntun oppa menuju kasur. “Ah mianhe oppa…” maafku yang sudah tiduran di kasur. “Ne, gapapa kok sayang…” kata oppa menyelimutiku. “Hmm, oppa kenapa ke sini ? Apa teman-teman oppa sudah pulang ?” tanyaku. “Mereka belum pulang kok… Oppa Cuma ingin melihatmu saja…” kata oppa membelai rambutku. “ooooh…” jawabku singkat. “Kamu keliatan capek sekali sayang, mendingan kamu tidur lagi aja deh…” suruh oppa yang masih membelai rambutku. “Baiklah oppa, aku tidur ya oppa…” izinku. “Ya sayang (mengecup keningku) Selamat tidur sayang, tidur yang nyenyak ya…” senyum oppa dan akupun langsung tirtidur dengan pulasnya, serta oppa pergi meninggalkanku di kamar. “Hey bum, kok lama amat sih ke wc nya ?” tanya salah satu teman oppa. “Haha mianhe, tadi habis dari wc aku ke kamar yeojaku. Jeongmal mianhe…” maaf oppa. “Oh… Kamu ngapain ke kamar yeojamu ? Ayoo ! Kamu dan yeojamu pasti sedang… Ya kan ? Jujur aja deh !” tanya mereka penasaran. “Aku dan dia tidak melakukan apa yang kalian pikirkan, paling aku hanya mencium keningnya karena dia sedang tidur. Aku ke kamarnya hanya ingin melihat dia sedang apa, ternyata dia ketiduran saat belajar. Saat aku menyuruhnya untuk pindah ke kasur, aku melihat mukanya sangat capek. Dan aku menyuruhnya untuk kembali tidur.” jelas oppa panjang lebar. “ooooh, pantes lama. Hmmm, may we go to your girlfriend’s bedroom ?” tanya mereka dengan senyum iblisnya. “NO !! Noboddy gone to her bedroom except me and her familys !!! Kalian mau ngapain ke kamarnya !!?” marah oppa. “Hahhahhahahhahaaa !! Hey kibum ! Kami cuma mengetesmu kok !” tawa mereka serentak.

Everlasting with kibum oppa (PART III)

Besok paginya…
Aku merasakan sesuatu yang membuat tubuhku keberatan dan tidak bisa bergerak. Saat kubuka mataku, akupun terkejut melihat oppa tertidur di sampingku sambil memelukku. Rasanya aku ingin pergi darinya, tapi entah kenapa rasanya begitu nyaman dipeluk olehnya sehingga aku memutuskan untuk tidur kembali. Tak lama kemudian kibum oppapun bangun. “Astaga ! Kok aku bisa ketiduran sambil memeluknya kayak gitu ? Untung aku bisa menahan nafsuku, kalau tidak, bisa bahaya nih. Tapi gapapa kan kalau tiba-tiba nafsuku keluar ? Lagian dia juga calon istriku dan aku sudah siap sekali untuk tanggung jawab. Hehehe. Tapi aku tetap harus menahan nafsuku, aku enggak mau dia hamil saat masih sekolah. Aku harus menunggunya sampai dia lulus kuliah ! Kibum, kamu harus bisa menahan nafsumu itu ! Kamu enggak mau dia putus sekolah gara-gara hamil kan ? Tahanlah sedikit kibum !! Fighting !! ” batinnya. Beberapa detik kemudian, kibum oppa memutuskan untuk tidak beranjak dari kasur karna dia ingin terus melihat wajah tidur kekasihnya itu. Tak lama kemudian, kibum oppa mendaratkan jarinya mengelus lembut pipiku dan itu membuatku terbangun. Oppapun kaget akan bangunnya diriku. “Ah, morning honey. Apa tidurnya nyenyak ? Bagaimana keadaanmu ? Apa sudah mendingan ?”tanyanya mengalihkan suasana. “Morning juga oppa. Mungkin karena aku lagi sakit, jadi tidurku nyenyak sekali. Sekarang aku sudah kembali oppa. Oh ya, sekarang jam berapa ya ? (melihat ke jam weker) Astaga ! sudah jam 05.00 a.m. Oppa sudah mandi ?” tanyaku. “Dari awal oppa bangun, oppa terus memperhatikan wajahmu. Jadi, oppa belum mandi sayang.” jawabnya polos. “Ooooh. Pokoknya sekarang oppa segera mandi ! Aku mau menyiapkan sarapan, setelah itu aku mandi dan sarapan. Terus kalau oppa sudah selesai mandinya, oppa langsung sarapan. Dan kita berangkat sekolahnya bareng ! Cepetan ! Sekarang oppa mandi ya !” perintahku. “Ok sayaang !!”