Pada malam harinya saat kami sedang menonton TV di ruang keluarga…
“Appa eomma.” panggil kwangmin. “Iya ada apa sayang ?” seruku. “Hmm, apa kami boleh minta sesuatu ?” pinta youngmin. “Emangnya kalian mau minta apa ?” tanya kibum oppa. “Hmm, kami ingin sekali punya adik. Apa itu bisa terjadi ?” pinta kwangmin. “Iya appa, kami ingin sekali punya adik.” kata youngmin. “Emangnya kalian ingin punya adik laki-laki atau perempuan ?” tanyaku. “Kami ingin sekali punya adik perempuan eomma !” youngmin kwangmin serentak. “Hahahaha. Itu mungkin bisa terjadi kalau eommamu ingin melakukan sesuatu (melirikku)” canda kibum oppa. “Emangnya eomma harus ngapain appa ?” tanya kwangmin polos. “Oh, itu rahasia. Kalau kalian ingin sekali punya adik, itu mah terserah eomma kalian (melirikku lagi).” kata kibum oppa. “Eomma, ayolah eomma. Kata appa, eomma harus melakukan sesuatu. Ayolah eomma lakukan sesuatu, kami ingin sekali punya adik.” rengek mereka. “Ah. I itu terserah appa kalian. Kalau appa mengizinkan, yaa eomma akan melakukannya.” kataku. “Appa, apa appa mengizinkan eomma ?” tanya kwangmin. “Oooh, dengan senang hati appa mengizinkannya.” katanya dengan senyum iblis. “Asyiiiiik !!” seru mereka. Setelah perbincangan tadi, kami semua masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Pagi harinya…
Tok tok tok ! “Appa eomma !” terdengar suara teriakan kwangmin youngmin yang berhasil membangunkan kami. “Ah, iya sayang !” teriakku dari dalam yang segera bangun. Ckrek ! “Iya ada apa sayang ?” tanyaku. “Eomma, kita jalan-jalan yuk !” ajak youngmin. “Iya eomma, ayo jalan-jalan !” rengek kwangmin. “Eh, iya sayang, eomma juga pengennya jalan-jalan, tapi appa kalian sedang sakit.” jawabku. “Appa sakit ? Sakit apa eomma ?” tanya youngmin. “Eomma ga tau sakit apa, yang jelas dari malam badan appa dingin sekali. Hari ini eomma mau telpon dokter. Maaf ya, kalau hari ini kita ga bisa jalan-jalan.” kataku. “Iya gapapa kok eomma, kami mengerti kok.” kata youngmin. “Appa, appa sakit apa ? Kata eomma dari malam tubuh appa dingin sekali.” tanya kwangmin polos. “Hahaha, appa enggak kenapa-kenapa kok. Mungkin masuk angin, lagian eomma kan sudah telpon dokter. Jangan khawatir ya sayang.” jawab kibum oppa dengan keadaannya yang lemah. Tak lama kemudian, dokter yang ku telpon sudah datang dan sudah memeriksa kibum oppa. “Bagaimana dok dengan suami saya ? Apa dia baik-baik saja ? Apa penyakitnya ringan ?” tanyaku penasaran. “Suami ibu cuma kecapean saja, mungkin karna profesinya yang padat akan jadwal. Jadi suami ibu kurang istirahat sehingga membuat dirinya menjadi seperti ini. Saya sarankan agar waktu istirahatnya terkontrol ya bu, dan ini resep obatnya.” jelas dokter. “Oh gitu ya dok, kalau begitu terima kasih ya dok.” “Iya bu sama-sama. Oh ya pak kibum, saya sarankan agar anda jangan lupa makan juga. Kalau begitu saya kembali ke rumah sakit lagi, semoga cepat sembuh dan permisi.” kata dokter tersebut dan pergi. “Eomma, appa kenapa ?” tanya mereka serentak. “Appa cuma kecapean sayang, cukup istirahat saja pasti sembuh kok. Tenang aja ok ? Hmm, kali ini kalian mainnya berdua aja dulu ya. Eomma mau membeli obatnya appa dan mau merawat appa dulu ya, maafin eomma ya sayang ?” kataku. “Iya eomma.” youngmin kwangmin serentak. Setelah menjelaskan kepada mereka, akupun langsung membeli obatnya dan kembali merawat kibum oppa. Saat kembali dari apotik, aku melihat kibum oppa yang sudah terjatuh di depan kamar mandi dan akupun panik serta cepat-cepat menolongnya. “Oppa ! Oppa kenapa ? Bangun oppa !!” panikku. “Oppa hanya ingin ke kamar mandi, tapi kepala oppa pusing sekali dan akhirnya oppa terjatuh deh.” jelasnya. “Kenapa ga minta tolong anak-anak hah ? Sudahlah, ayo kita ke kasur.” kataku sambil membantu oppa ke kasur. “Nah, sekarang oppa minum obat dulu ya. Tapi ada obat yang harus diminum sesudah makan, jadi oppa makan dulu ya. Tunggu sebentar ya oppa, aku mau ambil makanannya dulu.” Akupun menggambil makanan untuknya dan memberikan obatnya. Setelah meminum obatnya, oppapun langsung tertidur pulas dan akupun meninggalkannya.
--at our son’s bed room--
“Eomma, apa appa sudah mendingan ?” tanya youngmin. “Iya sayang, sekarang appa kalian sudah mendingan dan appa kalian sedang tidur. Jadi, kalian jangan berisik ya. Maaf ya kalau yang hari ini mau main sama appa. Untuk sebagai gantinya, kalian bermain aja sama eomma ok ?” kataku dan anak-anakpun menuruti kata-kataku tadi. “Eomma, kami punya PR yang sama. Tolong ajarin kami sih eomma, yayaya ?” pinta mereka. “Baik sayang, mana PRnya ? Biar eomma ajarin.” kataku dan akupun mengajari mereka sampai paham.
Malamnya…“Appa eomma.” panggil kwangmin. “Iya ada apa sayang ?” seruku. “Hmm, apa kami boleh minta sesuatu ?” pinta youngmin. “Emangnya kalian mau minta apa ?” tanya kibum oppa. “Hmm, kami ingin sekali punya adik. Apa itu bisa terjadi ?” pinta kwangmin. “Iya appa, kami ingin sekali punya adik.” kata youngmin. “Emangnya kalian ingin punya adik laki-laki atau perempuan ?” tanyaku. “Kami ingin sekali punya adik perempuan eomma !” youngmin kwangmin serentak. “Hahahaha. Itu mungkin bisa terjadi kalau eommamu ingin melakukan sesuatu (melirikku)” canda kibum oppa. “Emangnya eomma harus ngapain appa ?” tanya kwangmin polos. “Oh, itu rahasia. Kalau kalian ingin sekali punya adik, itu mah terserah eomma kalian (melirikku lagi).” kata kibum oppa. “Eomma, ayolah eomma. Kata appa, eomma harus melakukan sesuatu. Ayolah eomma lakukan sesuatu, kami ingin sekali punya adik.” rengek mereka. “Ah. I itu terserah appa kalian. Kalau appa mengizinkan, yaa eomma akan melakukannya.” kataku. “Appa, apa appa mengizinkan eomma ?” tanya kwangmin. “Oooh, dengan senang hati appa mengizinkannya.” katanya dengan senyum iblis. “Asyiiiiik !!” seru mereka. Setelah perbincangan tadi, kami semua masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Pagi harinya…
Tok tok tok ! “Appa eomma !” terdengar suara teriakan kwangmin youngmin yang berhasil membangunkan kami. “Ah, iya sayang !” teriakku dari dalam yang segera bangun. Ckrek ! “Iya ada apa sayang ?” tanyaku. “Eomma, kita jalan-jalan yuk !” ajak youngmin. “Iya eomma, ayo jalan-jalan !” rengek kwangmin. “Eh, iya sayang, eomma juga pengennya jalan-jalan, tapi appa kalian sedang sakit.” jawabku. “Appa sakit ? Sakit apa eomma ?” tanya youngmin. “Eomma ga tau sakit apa, yang jelas dari malam badan appa dingin sekali. Hari ini eomma mau telpon dokter. Maaf ya, kalau hari ini kita ga bisa jalan-jalan.” kataku. “Iya gapapa kok eomma, kami mengerti kok.” kata youngmin. “Appa, appa sakit apa ? Kata eomma dari malam tubuh appa dingin sekali.” tanya kwangmin polos. “Hahaha, appa enggak kenapa-kenapa kok. Mungkin masuk angin, lagian eomma kan sudah telpon dokter. Jangan khawatir ya sayang.” jawab kibum oppa dengan keadaannya yang lemah. Tak lama kemudian, dokter yang ku telpon sudah datang dan sudah memeriksa kibum oppa. “Bagaimana dok dengan suami saya ? Apa dia baik-baik saja ? Apa penyakitnya ringan ?” tanyaku penasaran. “Suami ibu cuma kecapean saja, mungkin karna profesinya yang padat akan jadwal. Jadi suami ibu kurang istirahat sehingga membuat dirinya menjadi seperti ini. Saya sarankan agar waktu istirahatnya terkontrol ya bu, dan ini resep obatnya.” jelas dokter. “Oh gitu ya dok, kalau begitu terima kasih ya dok.” “Iya bu sama-sama. Oh ya pak kibum, saya sarankan agar anda jangan lupa makan juga. Kalau begitu saya kembali ke rumah sakit lagi, semoga cepat sembuh dan permisi.” kata dokter tersebut dan pergi. “Eomma, appa kenapa ?” tanya mereka serentak. “Appa cuma kecapean sayang, cukup istirahat saja pasti sembuh kok. Tenang aja ok ? Hmm, kali ini kalian mainnya berdua aja dulu ya. Eomma mau membeli obatnya appa dan mau merawat appa dulu ya, maafin eomma ya sayang ?” kataku. “Iya eomma.” youngmin kwangmin serentak. Setelah menjelaskan kepada mereka, akupun langsung membeli obatnya dan kembali merawat kibum oppa. Saat kembali dari apotik, aku melihat kibum oppa yang sudah terjatuh di depan kamar mandi dan akupun panik serta cepat-cepat menolongnya. “Oppa ! Oppa kenapa ? Bangun oppa !!” panikku. “Oppa hanya ingin ke kamar mandi, tapi kepala oppa pusing sekali dan akhirnya oppa terjatuh deh.” jelasnya. “Kenapa ga minta tolong anak-anak hah ? Sudahlah, ayo kita ke kasur.” kataku sambil membantu oppa ke kasur. “Nah, sekarang oppa minum obat dulu ya. Tapi ada obat yang harus diminum sesudah makan, jadi oppa makan dulu ya. Tunggu sebentar ya oppa, aku mau ambil makanannya dulu.” Akupun menggambil makanan untuknya dan memberikan obatnya. Setelah meminum obatnya, oppapun langsung tertidur pulas dan akupun meninggalkannya.
--at our son’s bed room--
“Eomma, apa appa sudah mendingan ?” tanya youngmin. “Iya sayang, sekarang appa kalian sudah mendingan dan appa kalian sedang tidur. Jadi, kalian jangan berisik ya. Maaf ya kalau yang hari ini mau main sama appa. Untuk sebagai gantinya, kalian bermain aja sama eomma ok ?” kataku dan anak-anakpun menuruti kata-kataku tadi. “Eomma, kami punya PR yang sama. Tolong ajarin kami sih eomma, yayaya ?” pinta mereka. “Baik sayang, mana PRnya ? Biar eomma ajarin.” kataku dan akupun mengajari mereka sampai paham.
“Halo anak-anak !” sapa oppa. “Appa !! Appa sudah sembuh ?” tanya mereka serentak. “Iya, ini semua berkat ibu kalian. Nah, sekarang kan appa sudah sehat kembali. Apa ada yang mau minta sesuatu ?” katanya dan anak-anak kamipun saling bertatapan “Apa ya ? Kami bingung appa.” “Hmmm, gimana kalau buka puasanya di luar saja ?” ideku. “Setujuuuu !” youngmin kwangmin serentak. “Tapi makan di mana say ?” tanya oppa padaku. “Ehm, di ola-ola saja tah ?” jawabku pada oppa. “Oh ya sudah.” kata oppa dan kamipun pergi ke ola-ola.
--at ola-ola--
‘’Hmmm, enaknya makan apa ya ?” tanya kwangmin. “Eomma, aku mau makan nasi goreng seafood special minggu ini dan minumnya strawberry milk shake.” jelas youngmin. “Kalau kwangmin mau mesan apa ?” tanya kibum oppa. “Makanannya sama dengan hyung aja appa, tapi kalau minumnya jus melon aja.” jawab kwangmin. “Appa mau pesan apa ?” tanyaku. “Hmmm (mikir) Appa mau mesan steak sapi sedang, minumannya jus alpukat.” pesannya. “Oh, kalau gitu nasi goreng seafoodnya 3, strawberry milk shakenya 1, jus melonnya 1, steak sapinya 1 dan jus alpukatnya 2.” jelasku. “ Saya ulangi ya bu. Nasi goreng seafoodnya 3, strawberry milk shakenya 1, jus melonnya 1, steak sapinya 1 dan jus alpukatnya 2.” ulang si pelayan. “Iya mba.” kataku.
15 menit kemudian...
“Ini bu pesanannya.” kata pelayan sambil menaruhkan piring-piring pesanan. “Oh iya, makasih” kataku. Tak lama kemudian suara adzanpun terdengar. “Asyiiiiik, sudah adzan !!!” seru youngmin kwangmin. “Hahahaha, ayo buka, tapi jangan lupa cuci tangannya dan baca doa ya.” kata kibum oppa dan akupun hanya tersenyum yang daritadi memperhatikan ketiga makhluk yang paling berharga bagiku di dunia ini. Kamipun makan bersama. Setelah makan, kitapun ke musholla untuk shalat dan ke gramedia untuk membeli tugasnya youngmin serta membeli komik kesukaannya kwangmin. Jam 20.15 kamipun pulang ke rumah.
--at rumah--
anak-anak langsung ke kamar untuk tidur karna besok harus sekolah dan kami para orang tua tidak tidur karna harus menyelesaikan pekerjaan kami. “Sayang...” kataku manja ke oppa. “Iya ? Ada apa sayang ?” kata oppa yang sedang membuat sebuah lagu untuk ulang tahun hyungnya. “Sekarang kan sudah jam satu, apa lagunya tidak bisa dilanjutkan besok aja ? Nanti pagi kan kamu ada jumpa pers. Makanya sekarang kamu tidur ya. kalau tidak, nanti pas jumpa pers kamu pingsan.” kataku khawatir sambil memeluk oppa dari belakang. “Iya sayang, ini tinggal sedikit lagi. Kalau kamu sudah ngantuk, kamu tidur duluan aja, nanti aku nyusul kok.” katanya yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa menit kemudian akupun tertidur di punggungnya karna daritadi melihatnya sibuk membuat lagu. Tak lama kemudian pekerjaan oppapun selesai dan oppa baru sadar bahwa aku sedang menunggunya hingga tertidur dipunggungnya. “Lah, kok dia tidur dipunggungku ? Apa dia sedang menungguku ? Kasihan dia, seharusnya aku menemaninya tidur dulu (batinnya) Sayang, hey sayang… Bangun sayang.. (mengelus-elus kepalaku) Ternyata dia sudah pulas toh ? Aku pindahkan saja deh (batinnya sambil membawaku ke kasur)” Oppapun tertidur juga setelah menaruhku di kasur tanpa membereskan pekerjaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar