Kamis, 10 November 2011

Everlasting with kibum oppa (PART V)


5 tahun kemudian…
Sesuai perkataannya lima tahun yang lalu kalau dia tidak akan menyentuhku sampai aku lulus kuliah. Dan sejak kejadian lima tahun yang lalu, kibum oppa tidak berani menyentuhku tapi hubungan kami masih berlanjut bahkan kibum oppa semakin perhatian terhadapku walaupun dia sedang sibuk. Pada hari ini, akupun lulus kuliah dan dua minggu kemudian akupun mendapatkan pekerjaan. Setelah tiga bulan bekerja, aku dan kibum oppapun menikah.

Pada suatu malam…
Hoeek hoeek… “Kamu kenapa sayang ? Kenapa muntah-muntah terus ? Kamu sakit ?”  “Ah. Aku ga tau kenapa, tapi perutku mual sekali. Hoeek hoeek.”  “Mukamu pucat sekali, kita ke rumah sakit saja ya.” ajaknya cemas. “Enggak usah. Mungkin masuk angin karna kecapean, tinggal istirahat juga hilang kok. Hoeek hoeek.”  “Enggak ! Aku khawatir sama keadaanmu, kita harus ke rumah sakit sekarang ! Kamu ga boleh membantah Ok ?” perintahnya dan akupun hanya menganggukkan kepala.

--at hospital--
“Ah dokter, bagaimana keadaan istriku ? Apa dia sakit ?” tanyanya penuh khawatir.  “Selamat ya pak.” Kata dokter sambil mengulurkan tangannya. “Selamat apa dok ?” menyambut tangan dokter. “Selamat, anda akan menjadi seorang ayah.”  “Hah ? Maksudnya ? Istri saya hamil gitu dok ?” tanyanya ga percaya. “Iya, pasti ini anak pertama kalian kan ? Kalau begitu, kandungan istri anda harap dijaga agar si bayi dan ibunya tidak kenapa-kenapa. Kalau begitu saya pergi dulu.” meninggalkannya. “Oh i iya dok.” katanya masih bingung. Saat aku keluar dari ruang pemeriksaan dan akupun bingung melihat kibum oppa yang langsung memeluk dan mencium perutku dengan senangnya. “Eeeh, a ada apa oppa ? Kamu kenapa sebahagia ini ? Apa ada kabar yang membuatmu sesenang ini ?” tanyaku bingung melihat tingkahnya. “Tadi kata dokter, kamu tuh bukan sakit melainkan kamu hamil sayang.”  “Ah, serius ? Aku hamil ?” tanyaku sedikit ga percaya. “Iya sayang.” jawabnya sambil tersenyum bahagia. Saat mendengar penjelasan dari kibum oppa, akupun langsung bahagia mendengarnya. Setelah pemeriksaan, kamipun kembali ke rumah.

--at rumah--
“Hati-hati sayang. Hmm, mulai sekarang kamu tidak usah melakukan apa-apa Ok ? Biar aku saja yang melakukan semuanya. Kamu cukup istirahat saja. Nah, sekarang kan sudah malam, kamu tidur yang nyenyak ya (mencium keningku) Oh iya, kamu juga tidur yang nyenyak ya sayang (mengelus-ngelus dan mencium perutku)” katanya.

Sejak malam itu, kibum oppa makin perhatian padaku. Mulai dari menggantikan pekerjaan rumahku, menemaniku sampai aku tertidur pulas, mengantar dan menjemputku di kantor serta mencarikan sesuatu jika aku sedang mengidam yang aneh-aneh.

9 bulan kemudian tepat pada tanggal 30 desember…
Praaang ! Terdegar suara piring pecah dan kibum oppapun berlari ke dapur “Sayang apa terjadi sesuatu ? Kamu di mana ?” katanya dan melihat diriku sedang terjatuh pingsan di lantai dengan disertai darah yang mengalir dikakiku. “Sayang kamu kenapa ? Hey, bangun sayang !! (paniknya dan membawaku ke rumah sakit).

--at hospital--
“Dokter ! Dokter !! Tolong istri saya !!!” teriaknya panik. “Baik pak, bapak harap tunggu sebentar.” kata salah satu suster yang membantunya mendorong ranjangku yang menuju ruang UGD. Tak lama aku dan suster masuk ke ruang UGD, seorang dokter yang menanganiku keluar dan menghampiri kibum oppa. “Dokter, apa yang terjadi dengan istriku ?” tanyaku panik. “Istri anda akan melakukan persalinan, harap bapak membayar administrasinya terlebih dahulu dan operasinya akan dilakukan 20 menit lagi serta saya harap anda ada di samping istri anda.” jelasnya. “Baik dok.” oppapun pergi untuk membayar administrasi dan segera menghubungi keluarga yang lain serta kembali ke ruang UGD untuk menemaniku.
20 menit kemudian…
Persalinanpun akan dilakukan dan kibum oppapun sudah berada di sampingku. “Oppa, aku takut…” kataku. “Tenang aja sayang, oppa akan menemanimu melakukan persalinan. Jadi, kamu harus kuat dan jangan takut ya sayang.” katanya sambil memegang erat tangan kiriku. “Baik, persalinan akan dimulai. Ibu rae sub, harap mengikuti perintah saya dan harus melakukannya dengan sekuat tenaga.”  kata dokter yang akan membantuku. “Pertama-tama tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan sekuat tenaga.” perintah dokter. Akupun mengikuti perintah dokter tersebut sambil memegang erat seprei kasur yang ku tiduri dan menggenggam erat tangan kibum oppa yang daritadi sudah di sampingku. “Ayo bu, lagi bu. Kepalanya sudah keluar.” perintah dokter. Aku sudah mengeluarkan semua kekuatanku, tetapi aku sudah ga kuat lagi. “Ayo sayang, kamu pasti bisa ! Ayo sayang ! Aku ada di sini menemanimu. Kamu harus kuat sayang !” katanya sambil menggenggam erat tanganku, akupun mencobanya kembali dan akhirnya… Oeeek oeeeek, terdengar suara bayi yang sedang menangis karna saking kagetnya akan suhu udara yang sangat dingin. Tak lama kemudian, perutku meraskan akan ada sesuatu yang keluar dan akupun merintih kesakitan. Dokterpun membantuku kembali dan ternyata aku melahirkan 2 bayi laki-laki kembar sekaligus. Oppapun semakin bahagia, dan dia memberi nama bayi kami Youngmin sebagai anak pertama dan Kwangmin sebagai anak kedua. Setelah persalinan, akupun dipindahkan ke ruang yang sudah disediakan dan oppapun memberitahukan kepada keluarga yang lain.  Setelah satu minggu lebih aku di rumah sakit, akupun diizinkan untuk pulang ke rumah.

--at house--
Sesampainya di rumah, banyak sekali keluarga yang sudah menunggu kedatangan kami. Dan yang paling menjengkelkanku adalah bia dan kyuhyun ! Mereka tidak membantu kami mengangkat barang-barang, tapi mereka mengangkat anak kami ! Bia menggendong Kwangmin, sedangkan Kyuhyun menggendong Youngmin. Mereka bermain dengan anak kami sampai akhirnya anak kami nangis dan membuat kibum sangat marah.
“Bia kyuhyun ! Jangan membuat kwangmin youngmin nangis ! Kembalikan mereka !!” murka kibum. “Hahaha, maaf hyung. Habisnya mereka terlalu imut dan manis.” canda kyuhyun. “Iya oppa, mereka terlalu manis, jadi kami langsung menggendongnya. Maaf ya oppa” tampang memelas bia. “Sudahlah oppa, biarkan mereka bermain dengan kwangmin youngmin.” kataku. “Oh, kalau gitu kalian boleh bermain dengan mereka. Tapi dengan satu syarat, jangan membuat mereka nangis Ok !”  “Siap bos !” serentak bia kyuhyun dan menggendong kembali kwangmin youngmin. “Heh kyuhyun, kapan kamu menikah dengan bia ?” tanyaku. “Ah, sebenarnya pengennya secepat mungkin, tapi bia belum ngasih tau kapan kita menikah. Aku sih terserah bianya noona.” jawabnya. “Oh, kamu pengennya kapan ?” tanyaku. “Kalau bisa minggu depan noona, hehehe…” canda kyuhyun yang sedang menggendong youngmin. “Oh.” kataku.

7 tahun kemudian…
“Youngmin kwangmin ayo cepat ke bawah ! Appamu sudah menunggu tuh dan kalian hampir terlambat !” perintahku. “Iya eomma, kami segera ke bawah.” teriak kwangmin. Tak lama kemudian merekapun turun dan sarapan bersama-sama. Setelah sarapan, seperti biasa kibum oppa mengantar anak kami terlebih dahulu, setelah mengantar anak kami, oppapun mengantarku ke kantor serta oppapun juga pergi kerja. Oppa bekerja sebagai aktor dan penyanyi, sedangkan aku seorang arsitek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar