3 tahun kemudian…
Cui cuiit cuiiiit...
Terdengar suara kicauan burung yang sangat merdu di pagi hari yang sangat cerah ini. Akupun terbangun dari tidurku dan aku membangunkan suamiku tercinta, anak-anak serta membuat sarapan dan lain-lain. Saat hendak memanggil mereka untuk sarapan, tiba-tiba aku merasa mual serta perut dan kepalaku sakit sekali. Karena saking mualnya, akupun langsung berlari ke toilet. “Sayang apa kamu tidak apa-apa ?” tanya kibum oppa dan hamper membuatku kaget. “Ah tidak, paling cuma masuk angin. Oppa ga usah khawatir.” jawabku dan akupun kembali muntah. “Serius cuma masuk angin ? Oppa pikir kamu bukan masuk angin. Ke dokter saja ya ? Biar oppa yang mengantar dan menemanimu periksa.” tanya oppa panik. “Ga usah oppa, tinggal minum obat saja juga sembuh. Tenang saja oppa.” kataku padanya sambil tersenyum. “Hey ! Wajahmu pucat sekali ! Kita ke dokter saja ya !?” tanya oppa panik. “Tap, tapi oppa. Nanti anak-anak berangkatnya sama siapa ?” tanyaku. “Kan ada bia kyuhyun di rumah, jadi salah satu di antara mereka ada yang bisa mengantar anak-anak sekolah. Ga usah khawatirkan mereka. Sekarang kamu harus ke rumah sakit !!” pinta oppa dan aku hanya menurutinya saja.
--at hospital--Cui cuiit cuiiiit...
Terdengar suara kicauan burung yang sangat merdu di pagi hari yang sangat cerah ini. Akupun terbangun dari tidurku dan aku membangunkan suamiku tercinta, anak-anak serta membuat sarapan dan lain-lain. Saat hendak memanggil mereka untuk sarapan, tiba-tiba aku merasa mual serta perut dan kepalaku sakit sekali. Karena saking mualnya, akupun langsung berlari ke toilet. “Sayang apa kamu tidak apa-apa ?” tanya kibum oppa dan hamper membuatku kaget. “Ah tidak, paling cuma masuk angin. Oppa ga usah khawatir.” jawabku dan akupun kembali muntah. “Serius cuma masuk angin ? Oppa pikir kamu bukan masuk angin. Ke dokter saja ya ? Biar oppa yang mengantar dan menemanimu periksa.” tanya oppa panik. “Ga usah oppa, tinggal minum obat saja juga sembuh. Tenang saja oppa.” kataku padanya sambil tersenyum. “Hey ! Wajahmu pucat sekali ! Kita ke dokter saja ya !?” tanya oppa panik. “Tap, tapi oppa. Nanti anak-anak berangkatnya sama siapa ?” tanyaku. “Kan ada bia kyuhyun di rumah, jadi salah satu di antara mereka ada yang bisa mengantar anak-anak sekolah. Ga usah khawatirkan mereka. Sekarang kamu harus ke rumah sakit !!” pinta oppa dan aku hanya menurutinya saja.
Tok tok tok !
“Ya silahkan masuk.” suruh dokter tersebut dan kamipun masuk. “Permisi dok…” kata oppa. “Oh ya pak kibum, silahkan duduk pak.” jawab dokter. “Hmm, ada apa ya pak ?” tanya dokter tersebut. “Gini dok, tadi pagi istri saya muntah-muntah terus dan wajahnya pucat sekali. Apa itu cuma masuk angin ? Atau apa dok ? Tolong periksa istri saya dok.” pinta kibum oppa. “Baik pak.”
Tak lama kemudian akupun sudah selesai diperiksa dan tinggal menunggu hasilnya saja.
“Hmm pak kibum, selamat ya pak.” kata dokter tersebut sambil menjulurkan tangannya. “Selamat apanya dok ?” tanya kibum oppa sambil menyambut tangan dokter itu. “Selamat atas tumbuhnya janin dikandungan istri anda pak.” jelas dokter. “Maksudnya ? Istri saya hamil gitu dok ?” tanya kibum oppa ga percaya. “Iya pak, tapi saya harap istri anda bisa berhati-hati karena kandungannya sangat lemah dan saya harap bapak bisa menjaga istri anda.” jelas dokter. “Baik dok, terima kasih dok.” senang oppa.
--at house--
Sesampainya oppa membantuku untuk turun dari mobil dan menuntunku masuk ke dalam kamar. “Hyung, tadi dokter bilang apa ? Apakah noona baik-baik saja ?” tanya kyuhyun. “Oooh, dia gapapa kok. Tapi....” putus oppa. “Tapi apa oppa ?” tanya panik bia. “Dia tidak sakit, tapi dia hamil.” jawab oppa. “Noona hamil lagi ?” tanya kyuhyun ga percaya. “Ne.” jawab oppa singkat. “Asyiiik !! Berarti kita punya tambahan keponakan lagi sayang !!!” seru bia dan kyuhyun. “Chukkae ya hyung !!” seru kyuhyun. “Iya, gomawo. Tapi...” putus oppa. “Tapi apa oppa !? Jangan membuat kami penasaran !” kesal bia. “Tapi kandungannya sangat lemah.” Jelas oppa. “Terus apa yang harus kita lakukan hyung ?” tanya kyuhyun. “Kita harus menjaganya baik-baik. Jangan sampai dia terjatuh, terpeleset, kecapean ataupun banyak pikiran. Oleh karena itu, kita harus melarangnya untuk melakukan hal-hal yang berat. Kita harus menggantikan pekerjaanya mulai dari menyiapkan sarapan, mengantar atau menjemput anak-anak, membersihkan rumah, mengajak anak-anak bermain, bahkan kalau bisa sampai pekerjaan kantornya. Kalau tidak, dia bisa keguguran untuk yang kedua kalinya. Arasso ?” Jelas oppa. “Iya oppa ! Kami mengerti !! Tapi masalah pekerjaan kantornya bagaimana ? Eonni kan arsitektur, sedangkan dikeluarga kita hanya dia yang arsitektur.” Tanya bia. “Iyaya, oppa juga bingung. Oh iya, oppa baru ingat !” seru oppa. “Ingat apa hyung ?” tanya kyuhyun. “Oppa baru ingat kalau donghae-ssi seorang arsitektur !” jawab oppa. “Terus apa hubungannya kalau donghae hyung seorang arsitektur juga ?” tanya kyuhyun polos. “Kita bisa meminta bantuannya untuk mengerjakan pekerjaan kantornya rae sub. Lagian donghae sedang ga ada kerjaan, jadi mungkin dia mau membantu kita.” Jelas oppa. “Oh iya, ide bagus tuh oppa ! Aku setuju. Tapai kapan oppa menelponnya ?” tanya bia. “Sekarang oppa akan menelponnya.” Jawab oppa singkat dan oppa pun langsung menelpon donghae. Ga lama kemudian dari perbincangan mereka pun selesai dan kibum oppa pun memberi tahukan hasil pembicaraannya dengan donghae tadi kepada bia dan kyuhyun, donghae pun menerima permintaan sahabatnya itu untuk membantu megerjakan pekerjaan istrinya selama 9 bulan ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar