Kamis, 10 November 2011

Everlasting with kibum oppa (PART VIII)


Sesampainya di Kimchi Restaurant, aku melihat sekelompok namja yang sepertinya tidak asing bagiku. Mereka hendak masuk ke dalam restaurant yang sama denganku. Akupun segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam. Saat di dalam, semuanya menjadi gelap, padahal dari depan tadi begitu banyak lampu yang menyala sehingga terlihat begitu terang. Akupun menjadi bingung. Di saat aku kebingungan, tiba-tiba ada seseorang yang menggenggam tanganku dengan kuat sehingga aku tidak bisa kabur darinya serta menutup mulutku agar aku tidak teriak dan ada seseorang yang berbeda menutup mataku dengan kain. Saking takutnya, akupun menjadi gemetaran ga karuan dan membuat orang yang sedang menggenggam tanganku memelukku dengan erat. Rasanya aku ingin kabur dari orang itu, tapi pelukannya tidak begitu asing bagiku. Tak lama kemudian ku dengar suara asistenku memanggilku. “Bu Rae sub, terima kasih anda bisa datang.” katanya. “Iya sama-sama. Tapi kenapa mataku ditutup dan rasanya ada seseorang yang memelukku ? Bukankah kita akan rapat ? Kenapa harus kaya gini sih ?” tanyaku panjang lebar. “Ah maaf bu. Sebenarnya kita sedang tidak rapat bu. Sebenarnya kita sedang..”  “Sedang apa !? Katakan padaku kita sedang ngapain di sini hah !? Kalau tidak, kalian aku pecat !! Cepat katakan !!” potongku dengan sedikit emosi. “Jangan main pecat dong say, ini rencanaku kok. Jadi, jangan pecat mereka ya…” jawab namja yang berada di belakangku yang suaranya tidak asing bagiku. “Ka, kamu…” kataku berhenti saat namja tersebut memelukku dengan erat sambil berkata “Iya sayang, ini aku. Kibum, suamimu.” dan kibum oppapun membuka kain yang menutup mataku dan akupun langsung membalikkan tubuhku ke belakang, dan ternyata itu memang kibum oppa ! “Jadi, apakah kamu ingin memecat mereka atau memaafkan mereka ?” tanyanya dengan senyum yang membuatku menjadi nangis. Akupun langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya di pundaknya. Kibum oppa mengelus-elus kepalaku dan berkata “Maafkan aku sayang, aku sudah membohongimu dan membuatmu menjadi sesedih ini. Aku bilang akan pulang malam, padahal itu bohong. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan aku ya sayang…” Perkataan maaf dan penjelasannya membuatku menjadi berhenti menangis. “Hiks hiks gapapa kok hiks, tapi hiks hiks kenapa kamu lakukan hiks itu ?” tanyaku tersedu-sedu. “Kamu lupa tentang hari ini ?” tanyanya. “Emangnya kenapa dengan hari ini ?” tanyaku polos yang mendongak ke wajahnya. “Huuuft, sekarang tuh tanggal yang paling bersejarah di mana ditanggal tersebut kita menikah sayang. Apa kamu ingat itu ?” jelasnya. “Astaga ! Aku lupa sayang, maaf ya…” sesalku. “Oh gapapa kok sayang.” jawab kibum oppa. “Hey kibum ! Kapan acaranya mau dimulai hah ? Kita semua sudah kelaparan dan cemburu melihat kalian bermesraan kaya tadi ! Cepat mulai acaranya !!” teriak seorang namja yang tak lain adalah soohyun oppa. “Baik hyung, saya mulai acaranya. Saya berterima kasih sekali kepada para tamu yang bisa datang ke acara ini. Saya juga berterima kasih sekali kepada teman-teman, karyawan dan Kimchi Restaurant yang sudah mau membantu saya menyiapkan semuanya. Serta aku berterima kasih sekali kepada istriku yang menyempatkan dirinya untuk datang ke acara yang paling berharga dalam hidupku ini (tersenyum padaku dan merangkulku). Sekian pembukaan dari saya dan selamat menikmati semua hidangannya.” jelas oppa sambil menarikku untuk duduk. “Terima kasih ya sayang kamu mau datang dan aku benar-benar minta maaf sudah membohongimu. Maaf ya sayang…” bisiknya yang membuat telingaku menjadi geli. “Ah gapapa kok, aku juga minta maaf karena aku lupa hari yang sangat special bagi hidup kita. Maafin aku juga ya…” sesalku. “Iya gapapa kok sayang.” jawab kibum oppa yang lalu mencium lama bibirku dengan lembut, sehingga membuat para tamu tertawa dan kibum oppa pun melepaskan ciumannya. Selama satu jam lebih, akhirnya acaranya pun selesai juga dan kami semua kembali ke rumah masing-masing.

--at house--
Sesampainya, aku melihat youngmin sudah kembali sehat, kwangmin yang sedang mengerjakan pr nya dengan bia, dan kyuhyun…
“Kami pulang !” seru kibum oppa. “Appa !!” youngmin kwangmin serentak yang langsung memeluk oppa. “Halo sayang. Appa kangen sama kalian. Di rumah ga pada nakal kan ?” tanya oppa. “Ga dong appa. Malah tadi kaka sakit appa. Jadi ade, bia ahjumma dan kyuhyun ahjussi merawat kaka.” jelas kwangmin panjang lebar. “Hah ? Kaka sakit ? Apa itu benar ka ? Kamu sakit apa ?” tanya kibum oppa pada youngmin. “Iya appa, cuma mimisan kok appa. Dan tadi pulang sekolah langsung ke dokter sama eomma.” jelas youngmin. “Oh gitu ya, ya sudah deh. Hmmm, mumpung sekarang appa sedang tidak capek. Apa ada yang mau main sama appa !?” tawar kibum oppa yang langsung lari. “Mau !!!” seru anak-anak yang langsung mengejar kibum oppa. Sementara mereka bermain, aku mengobrol dengan bia. “Bia, tadi kondisinya youngmin gimana jeh ? Terus apa darahnya masih keluar ?” tanyaku pada bia. “Kondisinya sudah kembali fit dan darahnya sudah berhenti kok teh.” jelasnya. “Huuuft, syukur deh kalau gitu. Oh iya, si kyuhyun mana ? Dari tadi teteh ga lihat dia.” tanyaku penasaran. “Kyuhyun oppa balik ke kantornya, katanya ada rapat mendadak gitu (melihat jamdilayar handphonenya) Astaga !! Bia lupa ga jemput kyuhyun oppa !!! Sudah ya teh, bia jemput kyuhyun oppa dulu, nanti ke sini lagi kalau ada waktu senggang. Salam buat kibum oppa dan anak-anak ya teh. Bye !!” pamitnya. Sekarang tinggal aku sendiri yang tidak punya aktivitas apa-apa, tak lama kemudian aku mempunyai ide untuk menyiapkan makan malam. Setelah makanannya sudah siap, aku menyuruh kibum oppa dan anak-anak untuk mandi dan makan malam bersama, serta anak-anak kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Tapi tidak untuk orang tua, kami tidak kembali ke kamar melainkan menonton TV bersama.

--living room--
Setelah makan. Anak-anak kembali ke kamar untuk beristirahat, sedangkan kami menonton TV bersama. Awalnya kami berebut ide akan menonton apa, dan akhirnya kami setuju untuk menonton film yang bergenre romantic. Saat menonton filmnya, tiba-tiba di salah satu cerita terdapat adegan ciuman yang sangat hot dan adegan tersebut membuat jantung kami berdetak sangat cepat. Karena posisi tempat duduk kami sangat dekat, mungkin bisa dibilang kepalaku berada di pundaknya dan tangannya kibum oppa merangkul pundakku. Adegan tersebut sangat lama, sehingga jantung kami berdetak semakin cepat. Tak lama kemudian saat kami melihat adegan itu, tangan kibum oppa yang sedang tidak merangkulku menyentuh wajahku dan mengangkatnya sehingga wajah kami saling berhadapan dan Cup ! Kibum oppa mencium bibirku. Ciumannya hangat namun tidak dalam alias tidak sehot adegan yang ada di film itu, ciumannya sangatlah lama sampai film yang sedang kami lihat sudah selesai serta ciumannya sangat lembut. Saking lamanya kami berciuman, akupun sesak nafas sehingga aku berusaha melepas ciumannya, tapi kibum oppa tidak ingin melepas ciumannya, dia terus menahan kepalaku agar tidak melepaskan ciumannya. Aku semakin sesak nafas sehingga membuat kibum oppa melepaskan ciumannya. “Ah sayang, maafkan aku. Kamu tidak apa-apa ? Apa sekarang sudah bisa bernafas ? Tolong katakan.” tanyanya panik. “Hah hah hah (ngos-ngosan) Ah aku hah ti hah tidak hah hah apah-apah kok hah hah. Akuh butuh hah u udara sega hah r hah” jawabku ga jelas. “Baiklah, aku temenin kamu keluar. Ayo sayang, hati-hati.” kata oppa sambil membantuku keluar. Sesampainya di luar, dengan perlahan aku menghirup udaranya serta ku rasakan angin yang sedang menghantamku. Selama beberapa menit kami di luar, aku merasa sangat pusing bagaikan dunia sedang berputar dan tiba-tiba bruk ! Akupun terjatuh pingsan dan dengan refleknya kibum oppa menghampiriku serta memangkuku. “Sayang ! Sayang !! Bangun sayang !! Hey bangun sayang !!!” paniknya. Tak lama kemudian oppa melihat banyak darah yang mengalir di kakiku dan itu membuat oppa bertambbah panik. “Sayang ! Bangun sayang !! Bangun hey !!”  “Kaka !! Ade !!! Cepat keluar !! Tolong appa !!!” teriaknya. Ga lama kemudian youngmin kwangminpun keluar. “Appa, ada apa appa ?” jawab panik youngmin. “Appa itu apa !!? Kok ada banyak darah di kaki eomma ?” tanya panik kwangmin. “Ka ! Tolong ambil kunci mobil appa !! Kita harus segera ke rumah sakit sekarang juga !! Cepetan kak !!!” pinta kibum oppa panik. Ga lama kemudian youngmin menemukan kuncinya dan mereka bertiga membawaku ke rumah sakit.

--at hospital--
“Dokter !! Dokter !!! Tolong istri saya dok !!!!” teriak panik oppa dan membuat para suster membantunya membawaku ke ruang UGD untuk diperiksa. Tak lama kemudian dokter yang memeriksaku keluar dan berkata “Pak Kibum tolong ke ruangan saya sebentar.” dan kibum oppa pun mengikutinya.

--at the doctor room--
“Hmm dok, gimana dengan istri saya ? Apa dia baik-baik saja ?” tanyanya langsung. “Sabar pak. Istri bapak tidak apa-apa, tapi…” putus dokter tersebut. “Tapi apa dok ? Tolong katakan apa yang terjadi pada istri saya dok !” panik oppa. “Begini pak. Secara fisik istri anda tidak apa-apa, tapi secara kandungan…” putusnya. “Kandungan ? Maksudnya kandungan tuh apa dok ? Apa istri saya hamil lagi !?” tanya oppa penasaran. “Bapak ga tau kalau istri anda hamil ?” tanya dokter tersebut. “Saya tidak tahu dok. Apa benar dia hamil ?” tanya oppa lagi. “Istri bapak sedang mengandung janin yang berumur 1 bulan lebih dan kandungannya sangat lemah. Tetapi janin tersebut sudah dipanggil sama sang pencipta.” jelas dokter tersebut. “Maksudnya sudah dipanggil apa dok !? Apa istri saya keguguran !? Dokter pasti salah orang kan !? Yang keguguran itu bukan istri saya, tapi orang lain kan dok !? Katakan kalau dokter salah orang, katakan dok !!!!” bentak kibum oppa ga percaya yang diiringi oleh tangisannya. “Saya tidak salah orang dan ini memang takdirnya pak. Sekarang kita harus mengangkat janin itu sebelum tekanan darah istri bapak berkurang dan rasa sakitnya bertambah.” jelas dokter tersebut dan kibum oppapun menyetujuinya. Operasinya berjalan dengan lancar dan akupun dipindahkan ke kamar yang sudah disiapkan. Selama 1 hari aku tidak sadarkan diri dan akhirnya akupun membuka mataku kembali serta aku melihat kibum oppa tertidur di sampingku. “Oppa, oppa…” panggilku lemah dan tentu saja itu tidak membuat oppa bangun. Karena aku begitu lemah, akhirnya kuurungkan niatku untuk membangunkannya. Ku perhatikan dia yang sedang tertidur, ternyata dia begitu tampan dan imut kalau sedang tidur. Saat aku memperhatikan wajah, tanpa sengaja tanganku menyentuh wajahnya. Saat ku elus pipinya, pipinya sangat basah seperti orang yang baru saja nangis. Aku jadi bingung kenapa pipinya basah kaya baru nangis. Tak lama kemudian, kibum oppa bangun dari tidurnya dan itu membuatku kaget. “Hey..” sapaku lemah sambil tersenyum padanya. “Ah, sayang sudah bangun ? Kapan kamu bangun ? Sekarang kamu mau ngapain ? Mau makan atau mau apa ?” tanya panjang lebar. “Baru 5 menit yang lalu kok. Sekarang aku tidak mau ngapa-ngapain dan aku lagi tidak lapar. Hmm oh iya, oppa kok tidak kerja ? Apa sedang libur ?” tanyaku. “Iya, oppa ambil cuti selama seminggu.” jawabnya. “Oooh gitu. Hmmm, dari tadi aku tidak lihat anak-anak, mereka ke mana ? Oh iya, ngapain oppa tidur di sini ? Kenapa ga tidur di rumah saja ? Kasihan kan anak-anak…” tanyaku. “Anak-anak lagi sekolah dan sekarang yang mengurus mereka tuh bia. Oppa ga bisa meninggalkanmu sendirian di sini, oppa ingin menjagamu sampai kau sembuh.” jawabnya dengan senyuman yang sangat menyedihkan di mataku sehingga membuatku menangis. “Hey, kenapa kamu nangis sayang ? (menghapus air mataku) Apa tadi oppa salah kata sampai membuatmu menangis ? Jangan nangis dong, jelek tau. Senyum dong.” hibur oppa tersenyum. Akupun tersenyum dan kulihat senyuman diwajahnya dan itu membuatku kembali menangis sejadi-jadinya, sehingga membuat kibum oppa memelukku serta membelai lembut rambutku. Selama + 10 menit aku menangis, akupun tertidur dipelukannya kibum oppa dan oppapun merebahkan kembali tubuhku di atas kasur. Sorenya aku sudah boleh pulang, tetapi setiap hari sabtu harus periksa.

--at house--
Sesampainya di rumah, aku melihat banyak sekali sampah yang berserakan seperti habis membuat pesta. “Oppa, kenapa rumah kita kotor seperti ini ?” tanyaku. “Oppa ga tau say. Ya sudah, nanti oppa saja yang membereskan ini semua. Kamu cukup istirahat saja di kamar, ayo oppa antar.” suruh oppa dan akupun hanya menurutinya saja. Sesampainya di kamar, aku dan kibum oppa terkejut karena melihat banyak kelopak bunga mawar yang membentuk hati di atas kasur kami. “Oppa, apa ini semua buatan oppa ?” tanyaku. “Oppa ga membuat ini semua, serius oppa tidak membuat ini semua.” kata oppa tegas. “Terus siapa dong ?” tanyaku bingung. Belum sempat oppa menjawabnya, tiba-tiba muncullah sekelompok orang yang sudah tidak asing bagi kami. Mereka adalah U-KISS, anak-anak, bia dan kyuhyun. “Surprise !! Apa kalian suka ?” tanya Kevin oppa. “Oooh, ternyata ulah kalian toh ! Kalian mau aku pitesin kaya kutu !?” kesal kibum oppa. “Hahahaha, jangan marah dong bum ! Kita semua sengaja membuat ini semua karena ingin menyambut kedatangan istrimu !” jelas soohyun oppa. “Hmm, rae sub noona. Apa noona suka sama surprise kami ?” tanya dongho polos. “A… aku suka sekali surprisenya. Terima kasih ya semuanya……” jawabku terharu. “Sama-sama noona, kami senang kok membantu noona dan kami siap kapan saja apabila noona butuh bantuan kami.“ jelas dongho. “Nah, kalian kan sudah kasih surprise yang sempat membuat kami bingung. Boleh ga saya minta tolong ?” rayu kibum oppa. “Boleh kok, hyung mau minta apa ?” tanya kiseop oppa. “Saya minta kepada kalian semua untuk membereskan ini semua dan jangan ganggu kami berdua !! Ngerti ?” suruh oppa. “Waaah, kayanya saya tahu kenapa kamu menyuruh kami untuk tidak mengganggu kalian. Kamu pasti mau itu kan bum ?” goda Alexander oppa. “Diam saja deh hyung kalau sudah tau !” jawab kibum oppa. Akhirnya mereka menuruti permintaan kibum oppa untuk membereskan rumah dan tidak mengganggu kami berdua, sedangkan kami di kamar.

--at our bedroom--
“Sayaaaang…” manja kibum oppa. “Ya ada apa oppa ?” tanyaku yang sedang menaruh baju-bajuku dari dalam tas. “Hmmm, habis ini kamu sibuk ga ?” tanya oppa. “Ga kok oppa, emangnya kenapa ?” tanyaku yang masih fokus menaruh baju. “Hmmm, apa oppa boleh minta sesuatu ?” tanyanya penuh harap. “Boleh, emangnya oppa mau minta apa ?” tanyaku. “Hmm, oppa minta dipijetin.” katanya mengkedip-kedipkan mata. “Bisa, tapi nanti ya oppa kalau aku sudah nmanaruh baju-bajunya.” jawabku. “Yaah, berarti masih lama dong ? Kalau begitu oppa bantu deh.” katanya yang langsung membantuku. Akhirnya menaruh bajunya sudah selesai berkat dibantu oleh kibum oppa dan aku memijatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar