Pagi harinya…
Kriiiing !! Kriiiing !! Kriiiiiing !!!
Terdengar suara jam weker kamar kami yang sudah ku setel sebelumnya untuk segera bangun. Akupun langsung bangun dan mematikan bunyi jamnya serta membangunkaan oppa. “Oppa… Bangun oppa... Bukannya hari ini kamu ada jumpa pers ? Bangun dong oppa…” kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. Tak lama kemudian oppapun membuka matanya. “Ehmm sayang, sekarang jam berapa ?” katanya ngantuk sambil mengucek-ngucek matanya. “Sekarang masih jam 05.15 a.m oppa.” kataku yang sedang mengambil pakaian dan handuk untuk mandinya oppa. “Ayo oppa bangun dong, jangan tidur lagi ! Oppa ! Bangun dong, terus shalat dan mandi !!” sambungku sambil menariknya dari selimut. “Iya iya….” katanya ngantuk. “Sayang sudah shalat tah ?” sambungnya. “Aku sudah. Sekarang oppa shalat lalu mandi ya. Aku mau membangunkan anak-anak dan menyiapkan air buat oppa mandi dulu. Ingat, jangan tidur lagi !” kataku langsung pergi dan oppapun langsung pergi wudhu untuk shalat dan mandi.
--at son’s bed room--
“Anak-anak, bangun sayang. Ayo bangun nanti kalian telat shalat dan sekolahnya.” kataku. “Iya eomma….” kata kwangmin yang sama ngantuknya dengan appanya. “Ayo bangun sayang (sambil mengelus-elus kepala kwangmin) Ka, kaka… Bangun dong ka, hari ini kamu piket kan ? Katanya enggak boleh kesiangan. Ayo bangun ka…” “Iya eomma, kaka sudah bangun nih.” kata youngmin sambil menggosokkan punggung jarinya ke kelopak matanya. “Eomma, sekarang tuh jam berapa ?” sambungnya. “Sekarang sudah jam 05.49 a.m ka. Ayo kaka bangun terus shalat dan mandi. Si kwangmin sudah shalat dan lagi mandi tuh.” “Astaga ! Kaka kesiangan. Iya eomma, aku shalat dulu ya.” katanya buru-buru lari. “Oh ya sudah, eomma tunggu di ruang makan ya. (ke youngmin) Ade, kalau sudah mandi dan pakai seragamnya klangsung ke sarapan ya (ke kwangmin) Eomma tunggu kalian !” kataku yang hendak ke ruang makan. “Iya eomma.” mereka serentak.
--at dining room--
“Anak-anak sudah bangun belum ?” kata oppa yang mengagetkanku. “Sudah. Tadi ade lagi mandi dan kaka baru shalat. Oppa mau sarapan sama nasi atau roti ? Terus mau bawa bekal ga ?” kataku. “Oooh. Sarapannya sama nasi saja. Ga usah bawa bekal, soalnya aku diundang ke acaranya Kevin. Maaf ya sayang…” kata kibum oppa. “Ooh, gitu ya. Ya sudah gapapa kok oppa, nanti pulangnya malam ga ?” “Aku gak tau sayang. Nanti aku kasih tau kamu deh kalau pulangnya malam.” “Pagi eomma appa !” seru mereka berdua. “Ah, pagi sayang. Ayo cepetan sarapannya, kalian sudah terlambat. Kalian mau bawa bekal tidak ?” kataku “Mauuu !!” seru mereka. “Hmm, appa minta maaf ya. Hari ini appa ga bisa anterin kalian ke sekolah, soalnya hari ini appa ada jumpa pers (ke anak-anak) Hmm sayang, aku pergi dulu ya. Daaah semuanya !” kata oppa yang langsung pergi. “Yaaaah appa ga bisa nganterin…” sedih kwangmin. “Ade, kan masih ada eomma. Kita berangkatnya bisa sama eomma kan ?” hibur youngmin. “Iya sayang, benar tuh kata kakamu. Kan masih ada eomma, jadi eomma bisa anter kalian ke sekolah dulu baru eomma ke kantor.” “Oh iyaya. Hehe..” kata kwangmin. “Nah, sarapannya sudah pada selesai semua kan ? Ayo kita berangkat !” kataku. “Ayoo !!!” seru mereka. Akhirnya kami bertiga berangkat bersama-sama.
--at school our sons--
“Eomma, nanti yang jemput kami siapa ? Kan appa ada jumpa pers.” tanya kwangmin polos. “Hmm, nanti eomma yang jemput kalian. Kalian belajar yang benar ya, hati-hati ya sayang..” kataku. “Iya eomma, daaaah eomma !!” seru mereka yang lengsung masuk ke kelasnya masing-masing dan akupun langsung berangkat ke kantor.
Kriiiing !! Kriiiing !! Kriiiiiing !!!
Terdengar suara jam weker kamar kami yang sudah ku setel sebelumnya untuk segera bangun. Akupun langsung bangun dan mematikan bunyi jamnya serta membangunkaan oppa. “Oppa… Bangun oppa... Bukannya hari ini kamu ada jumpa pers ? Bangun dong oppa…” kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. Tak lama kemudian oppapun membuka matanya. “Ehmm sayang, sekarang jam berapa ?” katanya ngantuk sambil mengucek-ngucek matanya. “Sekarang masih jam 05.15 a.m oppa.” kataku yang sedang mengambil pakaian dan handuk untuk mandinya oppa. “Ayo oppa bangun dong, jangan tidur lagi ! Oppa ! Bangun dong, terus shalat dan mandi !!” sambungku sambil menariknya dari selimut. “Iya iya….” katanya ngantuk. “Sayang sudah shalat tah ?” sambungnya. “Aku sudah. Sekarang oppa shalat lalu mandi ya. Aku mau membangunkan anak-anak dan menyiapkan air buat oppa mandi dulu. Ingat, jangan tidur lagi !” kataku langsung pergi dan oppapun langsung pergi wudhu untuk shalat dan mandi.
--at son’s bed room--
“Anak-anak, bangun sayang. Ayo bangun nanti kalian telat shalat dan sekolahnya.” kataku. “Iya eomma….” kata kwangmin yang sama ngantuknya dengan appanya. “Ayo bangun sayang (sambil mengelus-elus kepala kwangmin) Ka, kaka… Bangun dong ka, hari ini kamu piket kan ? Katanya enggak boleh kesiangan. Ayo bangun ka…” “Iya eomma, kaka sudah bangun nih.” kata youngmin sambil menggosokkan punggung jarinya ke kelopak matanya. “Eomma, sekarang tuh jam berapa ?” sambungnya. “Sekarang sudah jam 05.49 a.m ka. Ayo kaka bangun terus shalat dan mandi. Si kwangmin sudah shalat dan lagi mandi tuh.” “Astaga ! Kaka kesiangan. Iya eomma, aku shalat dulu ya.” katanya buru-buru lari. “Oh ya sudah, eomma tunggu di ruang makan ya. (ke youngmin) Ade, kalau sudah mandi dan pakai seragamnya klangsung ke sarapan ya (ke kwangmin) Eomma tunggu kalian !” kataku yang hendak ke ruang makan. “Iya eomma.” mereka serentak.
--at dining room--
“Anak-anak sudah bangun belum ?” kata oppa yang mengagetkanku. “Sudah. Tadi ade lagi mandi dan kaka baru shalat. Oppa mau sarapan sama nasi atau roti ? Terus mau bawa bekal ga ?” kataku. “Oooh. Sarapannya sama nasi saja. Ga usah bawa bekal, soalnya aku diundang ke acaranya Kevin. Maaf ya sayang…” kata kibum oppa. “Ooh, gitu ya. Ya sudah gapapa kok oppa, nanti pulangnya malam ga ?” “Aku gak tau sayang. Nanti aku kasih tau kamu deh kalau pulangnya malam.” “Pagi eomma appa !” seru mereka berdua. “Ah, pagi sayang. Ayo cepetan sarapannya, kalian sudah terlambat. Kalian mau bawa bekal tidak ?” kataku “Mauuu !!” seru mereka. “Hmm, appa minta maaf ya. Hari ini appa ga bisa anterin kalian ke sekolah, soalnya hari ini appa ada jumpa pers (ke anak-anak) Hmm sayang, aku pergi dulu ya. Daaah semuanya !” kata oppa yang langsung pergi. “Yaaaah appa ga bisa nganterin…” sedih kwangmin. “Ade, kan masih ada eomma. Kita berangkatnya bisa sama eomma kan ?” hibur youngmin. “Iya sayang, benar tuh kata kakamu. Kan masih ada eomma, jadi eomma bisa anter kalian ke sekolah dulu baru eomma ke kantor.” “Oh iyaya. Hehe..” kata kwangmin. “Nah, sarapannya sudah pada selesai semua kan ? Ayo kita berangkat !” kataku. “Ayoo !!!” seru mereka. Akhirnya kami bertiga berangkat bersama-sama.
--at school our sons--
“Eomma, nanti yang jemput kami siapa ? Kan appa ada jumpa pers.” tanya kwangmin polos. “Hmm, nanti eomma yang jemput kalian. Kalian belajar yang benar ya, hati-hati ya sayang..” kataku. “Iya eomma, daaaah eomma !!” seru mereka yang lengsung masuk ke kelasnya masing-masing dan akupun langsung berangkat ke kantor.
--at my office--
Di kantor semua karyawan menyapaku “Selamat pagi bu rae sub…” sapa salah satu karyawanku. “Ah iya pagi..” sapaku senyum. “Oh ya bu, hari ini kita akan ada acara yang sangat penting.” kata asistenku. “Itu jam berapa ?” kataku yang gelisah akan waktunya. “Acaranya nanti malam bu, tapi diharapkan datang jam 04.00 p.m di Halal Restaurant.” jelas asistentku. “Oh gitu ya, ya sudah. Tolong nanti siapkan ya.” kataku lega. “Baik bu.” simple answer by my asistent yang langsung pergi meninggalkan ruanganku dan akupun mengerjakan semua pekerjaanku yang sudah menumpuk di atas mejaku. Disela-sela kesibukanku, aku menelpon bia. Tuuuut tuuut tuuuut… Ckrek ! “Halo teh, ada apa ?” jawab bia. “Eh, nanti jam 12 ada acara ga ?” tanyaku. “Hmm ada, emangnya kenapa teh ? Kalau engga ada, mau ngajak makan siang tah ? hehe” canda bia. “Oh enggak, kalau engga ada mah jemput anak-anak di sekolah. Ya sudah deh, makasih yo.” “Oh iya.” kata bia yang langsung menutup telponnya. “Huuft, pusing sekali kepalaku ini. sekarang sudah jam berapa ya ? (sambil melihat jam) Astaga ! Sebentar lagi anak-anak pulang, aku harus segera jemput mereka !!” batinku panik yang langsung keluar dari ruangan. “Ah ibu rae sub. Anda mau ke mana ?” tanya asistentku. “Kalau ada yang mencariku, bilang saja saya sedang keluar karna ada keperluan mendadak gitu. Saya pergi dulu ya.” kataku yang langsung pergi. “Baik bu.” jawab asistentku. Akupun langsung ke tempat parkiran di mana mobilku terparkir dan segera pergi menjemput anak-anak.
--at school our sons--
Sesampainya, akupun menunggu mereka keluar, tak lama kemudian bel yang menandakan pulang berbunyi dan semua siswa keluar dari kelasnya “Eomma !!” seru kwangmin. “Eh ade, hyungmu mana ?” tanyaku. “Hyung ? Bukannya hyung sudah keluar dari kelasnya ? Kelasnya kosong kok ma.” jawab kwangmin. “Hah ? Kok hyungmu ga ada ? Ayo kita dalam cari hyungmu !” ajakku panik dan kamipun ke ruang guru. Tok tok tok.. “Permisi..” kataku. “Oooh ibunya youngmin ya ? masuk bu” ajak salah seorang guru. “Iya bu. Hmm, saya mau nanya. Youngmin kok ga ada ya ? Apa ibu tau di mana anak saya itu ?” tanyaku. “Oooh iya. Tadi youngmin mimisan dan sekarang ada di UKS bu.” jelas guru tersebut. “Mimisan kenapa bu ? Apa terjadi sesuatu sehingga anak saya mimisan ?” tanyaku khawatir. “Oh tidak bu, youngmin mimisan saat pembelajaran, sehingga saya membawanya ke UKS.” jelas guru tadi. “Oh gitu ya bu, terima kasih ya bu. Saya akan ke UKS untuk menjemputnya.” kataku. “Iya bu…”
Aku dan kwangminpun ke UKS untuk menjemput youngmin, sesampainya… “Permisi bu, apa di sini ada youngmin ?” tanyaku kepada petugas UKSnya. “Oh ada bu, ibu siapanya ya ?” tanya petugas tersebut. Saat akan menjawabnya, tiba-tiba youngmin memanggilku. “Ah eomma..” panggilnya lemah. “Ah sayang, kamu kenapa sayang ? Kenapa bisa mimisan kaya gini sih…” kataku cemas yang langsung memeluk youngmin. “Ah gapapa kok ma, aku cuma kecapean saja kok. Eomma jangan khawatir ya…” katanya lemah sambil tersenyum padaku. “Gapapa gimana ! Saat eomma tau kamu mimisan, jantung eomma serasa copot tau ! Ayo kita pulang dan ke rumah sakit ya.” kataku. “Iya eomma……” jawabnya lemah. “Ah ibu, terima kasih ya bu sudah merawat youngmin.” kataku. “Iya bu sama-sama, ini sudah menjadi tugas saya merawat orang yang sakit, youngmin harus banyak istirahat bu.” jelasnya. “Baik bu, kalau gitu saya permisi ya bu dan terima kasih…” “Iya bu..” Kamipun pulang dan pergi ke rumah sakit.
--at hospital--
“Dokter, tadi di sekolah anak saya mimisan. Apa itu tidak apa-apa ?” tanyaku khawatir. “Oh sebentar ya bu, saya periksa dulu anak ibu” kata dokter. Tak lama kemudian dokter tersebut selesai memeriksa youngmin. “Bagaimana dok ?” tanyaku yang semakin khawatir. “Tensi darah anak ibu sangat rendah, setiap anak ibu kecapean, dia akan mimisan seperti tadi, jadi saya harap anak ibu tidak kecapean dan perbanyaklah istirahatnya.” jelas dokter. “Oh gitu ya dok…” kataku cemas. “Nah, ini resep obatnya. Tolong datang lagi jika suatu saat nanti anak ibu pingsan dalam keadaan pucat sekali dan mimisan ya bu.” jelas dokter. “Baik dok..” Setelah dari ruangan dokter, kamipun membeli obatnya dan pulang ke rumah.
--at house--
“Ka, tadi kata dokter kaka harus banyak istirahat. Oh ya, eomma ga bisa lama-lama, soalnya eomma masih banyak pekerjaan. Jangan lupa minum obatnya ya.” jelasku. “Baik eomma, emangnya kata dokter kaka kenapa ma ?” tanyanya. “Kata dokter kamu cuma kecapean saja. Maaf ya, eomma harus pergi lagi. Jangan lupa minum obatnya ya sayang…” kataku yang langsung mencium keningnya. “Ade, tolong jaga hyungmu ya dan ade langsung telpon eomma ya kalau terjadi sesuatu sama hyungmu. Hati-hati ya sayang……” kataku pada kwangmin sambil mencium pipinya dan kwangminpun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Akupun pergi meninggalkan mereka dalam keadaan hati yang sedang cemas.
--at my office--
Sesampainya, akupun langsung masuk ke dalam ruanganku dan langsung melanjutkan pekerjaanku kembali dam keadaan memikirkan youngmin. Tok tok tok, terdengar suara pintu ruanganku. “Ya masuk.” seruku. “Ehm, ini bu (sambil memberikan berkasnya padaku untuk ditandatangani) Oh iya bu rae sub, apa nanti sore ibu bisa datang ?” tanya asistenku. “Saya engga tau, soalnya saya lagi ada masalah. Nanti saya kasih tau lagi. Oh iya, apa tadi ada yang mencariku ?” tanyaku sibuk membaca dan menandatangani berkas tadi. “Oh tidak ada bu.” “Oh gitu ya, baiklah. Ini, makasih ya…” kataku senyum. “Oh iya bu, kalau gitu saya permisi ya bu…” pamitnya. “Huuft, gelisah sekali rasanya. Apa kaka ga apa-apa ? Semoga tidak terjadi sesuatu.” batinku. Drrrt drrrt drrt drrrt… Terdengar suara getaran yang berasal dari handphonku dan segera ku raih handphone ku, serta ku lihat pesan itu.
Massage from kwangmin :
Eomma, kaka mimisan lagi ! Ade harus ngapain ? Darahnya banyak sekali. Ade bingung eomma…
Replay from me :
Pertama ade suruh kaka untuk tiduran dan ade kompres hidung kaka dengan kantong yang sudah diisi dengan balok es. Esnya sudah ada dikulkas, untuk kantongnya juga sudah ada di atas meja makan. Kasih tau eomma kalau darahnya ga berhenti. Hati-hati di rumah dan jaga kakamu ya sayang ^^
Di kantor semua karyawan menyapaku “Selamat pagi bu rae sub…” sapa salah satu karyawanku. “Ah iya pagi..” sapaku senyum. “Oh ya bu, hari ini kita akan ada acara yang sangat penting.” kata asistenku. “Itu jam berapa ?” kataku yang gelisah akan waktunya. “Acaranya nanti malam bu, tapi diharapkan datang jam 04.00 p.m di Halal Restaurant.” jelas asistentku. “Oh gitu ya, ya sudah. Tolong nanti siapkan ya.” kataku lega. “Baik bu.” simple answer by my asistent yang langsung pergi meninggalkan ruanganku dan akupun mengerjakan semua pekerjaanku yang sudah menumpuk di atas mejaku. Disela-sela kesibukanku, aku menelpon bia. Tuuuut tuuut tuuuut… Ckrek ! “Halo teh, ada apa ?” jawab bia. “Eh, nanti jam 12 ada acara ga ?” tanyaku. “Hmm ada, emangnya kenapa teh ? Kalau engga ada, mau ngajak makan siang tah ? hehe” canda bia. “Oh enggak, kalau engga ada mah jemput anak-anak di sekolah. Ya sudah deh, makasih yo.” “Oh iya.” kata bia yang langsung menutup telponnya. “Huuft, pusing sekali kepalaku ini. sekarang sudah jam berapa ya ? (sambil melihat jam) Astaga ! Sebentar lagi anak-anak pulang, aku harus segera jemput mereka !!” batinku panik yang langsung keluar dari ruangan. “Ah ibu rae sub. Anda mau ke mana ?” tanya asistentku. “Kalau ada yang mencariku, bilang saja saya sedang keluar karna ada keperluan mendadak gitu. Saya pergi dulu ya.” kataku yang langsung pergi. “Baik bu.” jawab asistentku. Akupun langsung ke tempat parkiran di mana mobilku terparkir dan segera pergi menjemput anak-anak.
--at school our sons--
Sesampainya, akupun menunggu mereka keluar, tak lama kemudian bel yang menandakan pulang berbunyi dan semua siswa keluar dari kelasnya “Eomma !!” seru kwangmin. “Eh ade, hyungmu mana ?” tanyaku. “Hyung ? Bukannya hyung sudah keluar dari kelasnya ? Kelasnya kosong kok ma.” jawab kwangmin. “Hah ? Kok hyungmu ga ada ? Ayo kita dalam cari hyungmu !” ajakku panik dan kamipun ke ruang guru. Tok tok tok.. “Permisi..” kataku. “Oooh ibunya youngmin ya ? masuk bu” ajak salah seorang guru. “Iya bu. Hmm, saya mau nanya. Youngmin kok ga ada ya ? Apa ibu tau di mana anak saya itu ?” tanyaku. “Oooh iya. Tadi youngmin mimisan dan sekarang ada di UKS bu.” jelas guru tersebut. “Mimisan kenapa bu ? Apa terjadi sesuatu sehingga anak saya mimisan ?” tanyaku khawatir. “Oh tidak bu, youngmin mimisan saat pembelajaran, sehingga saya membawanya ke UKS.” jelas guru tadi. “Oh gitu ya bu, terima kasih ya bu. Saya akan ke UKS untuk menjemputnya.” kataku. “Iya bu…”
Aku dan kwangminpun ke UKS untuk menjemput youngmin, sesampainya… “Permisi bu, apa di sini ada youngmin ?” tanyaku kepada petugas UKSnya. “Oh ada bu, ibu siapanya ya ?” tanya petugas tersebut. Saat akan menjawabnya, tiba-tiba youngmin memanggilku. “Ah eomma..” panggilnya lemah. “Ah sayang, kamu kenapa sayang ? Kenapa bisa mimisan kaya gini sih…” kataku cemas yang langsung memeluk youngmin. “Ah gapapa kok ma, aku cuma kecapean saja kok. Eomma jangan khawatir ya…” katanya lemah sambil tersenyum padaku. “Gapapa gimana ! Saat eomma tau kamu mimisan, jantung eomma serasa copot tau ! Ayo kita pulang dan ke rumah sakit ya.” kataku. “Iya eomma……” jawabnya lemah. “Ah ibu, terima kasih ya bu sudah merawat youngmin.” kataku. “Iya bu sama-sama, ini sudah menjadi tugas saya merawat orang yang sakit, youngmin harus banyak istirahat bu.” jelasnya. “Baik bu, kalau gitu saya permisi ya bu dan terima kasih…” “Iya bu..” Kamipun pulang dan pergi ke rumah sakit.
--at hospital--
“Dokter, tadi di sekolah anak saya mimisan. Apa itu tidak apa-apa ?” tanyaku khawatir. “Oh sebentar ya bu, saya periksa dulu anak ibu” kata dokter. Tak lama kemudian dokter tersebut selesai memeriksa youngmin. “Bagaimana dok ?” tanyaku yang semakin khawatir. “Tensi darah anak ibu sangat rendah, setiap anak ibu kecapean, dia akan mimisan seperti tadi, jadi saya harap anak ibu tidak kecapean dan perbanyaklah istirahatnya.” jelas dokter. “Oh gitu ya dok…” kataku cemas. “Nah, ini resep obatnya. Tolong datang lagi jika suatu saat nanti anak ibu pingsan dalam keadaan pucat sekali dan mimisan ya bu.” jelas dokter. “Baik dok..” Setelah dari ruangan dokter, kamipun membeli obatnya dan pulang ke rumah.
--at house--
“Ka, tadi kata dokter kaka harus banyak istirahat. Oh ya, eomma ga bisa lama-lama, soalnya eomma masih banyak pekerjaan. Jangan lupa minum obatnya ya.” jelasku. “Baik eomma, emangnya kata dokter kaka kenapa ma ?” tanyanya. “Kata dokter kamu cuma kecapean saja. Maaf ya, eomma harus pergi lagi. Jangan lupa minum obatnya ya sayang…” kataku yang langsung mencium keningnya. “Ade, tolong jaga hyungmu ya dan ade langsung telpon eomma ya kalau terjadi sesuatu sama hyungmu. Hati-hati ya sayang……” kataku pada kwangmin sambil mencium pipinya dan kwangminpun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Akupun pergi meninggalkan mereka dalam keadaan hati yang sedang cemas.
--at my office--
Sesampainya, akupun langsung masuk ke dalam ruanganku dan langsung melanjutkan pekerjaanku kembali dam keadaan memikirkan youngmin. Tok tok tok, terdengar suara pintu ruanganku. “Ya masuk.” seruku. “Ehm, ini bu (sambil memberikan berkasnya padaku untuk ditandatangani) Oh iya bu rae sub, apa nanti sore ibu bisa datang ?” tanya asistenku. “Saya engga tau, soalnya saya lagi ada masalah. Nanti saya kasih tau lagi. Oh iya, apa tadi ada yang mencariku ?” tanyaku sibuk membaca dan menandatangani berkas tadi. “Oh tidak ada bu.” “Oh gitu ya, baiklah. Ini, makasih ya…” kataku senyum. “Oh iya bu, kalau gitu saya permisi ya bu…” pamitnya. “Huuft, gelisah sekali rasanya. Apa kaka ga apa-apa ? Semoga tidak terjadi sesuatu.” batinku. Drrrt drrrt drrt drrrt… Terdengar suara getaran yang berasal dari handphonku dan segera ku raih handphone ku, serta ku lihat pesan itu.
Massage from kwangmin :
Eomma, kaka mimisan lagi ! Ade harus ngapain ? Darahnya banyak sekali. Ade bingung eomma…
Replay from me :
Pertama ade suruh kaka untuk tiduran dan ade kompres hidung kaka dengan kantong yang sudah diisi dengan balok es. Esnya sudah ada dikulkas, untuk kantongnya juga sudah ada di atas meja makan. Kasih tau eomma kalau darahnya ga berhenti. Hati-hati di rumah dan jaga kakamu ya sayang ^^
Aku semakin gelisah mendapat pesan dari kwangmin, sehingga aku memutuskan untuk meneruskan pekerjaanku dan kembali ke rumah.
--at house--
“Kwangmin youngmin, eomma pulang.” seruku yang langsung ke kamar anak-anak. “Ade, gimana dengan kakamu ? Apa darahnya sudah berhenti ?” tanyaku. “Tadi kaka pucat sekali dan darahnya sudah berhenti kok eomma. Eomma kok sudah pulang ? Padahal belum waktunya pulang kan ?” kata kwangmin. “Iya, eomma khawatir sama kalian. Jadi eomma memutuskan untuk pulang dan meneruskan pekerjaan eomma di rumah saja. Tapi nanti jam 4, eomma ada rapat. Jadi, kemungkinan kalian di rumah sendirian lagi.” jelasku. “Emangnya appa kapan pulangnya ? Lah, ade takut eomma. Ade takut sendirian…” takut kwangmin. “Hmm… Kalau gitu, eomma telpon bia ahjumma dulu ya, untuk menemani kalian dulu.” kataku dan langsung menelpon bia. Ckreek. “Ya yeoboseo, ada apa teh ?” jawab bia. “Hmm bia, nanti sore ada acara ga ?” tanyaku. “Ga ada, pekerjaanku sudah selesai semua dan tidak ada meeting. Emangnya ada apa teh ?” tanyanya. “Kalau begitu, apa kamu bisa menemani anak-anak dari jam 03.00 p.m sampai teteh pulang ?” pintaku. “Bisa kok the, kebetulan nanti sore, bia sama kyuhyun oppa mau ke sana. Emangnya teteh mau ke mana ? Terus kibum oppa juga ke mana ?” tanyanya panjang lebar. “Teteh mau rapat dan kibum oppa ingin menghadiri acaranya Kevin oppa. Jadi kamu ke sininya sama kyuhyun ? Jam berapa ? Soalnya jam 4 teteh mulai rapatnya.” jelasku. “Iya bisa teh, jam 3an kita mau ke sana.” jawabnya. “Oh iya, sekalian rawat youngmin ya. Youngmin lagi sakit, tadi di sekolah dia tiba-tiba mimisan. Kalau dia mimisan disertai dengan wajah yang sangat pucat, kamu segera telpon dokter ya. Gomawo bia.” jelasku panjang lebar. “Baiklah teh, dokter biasa kan ?” tanyanya. “Iya. Sudah ya, teteh mau ngurus anak-anak dulu. Daah” tutupku. “Eomma, gimana jeh ? Apa bia ahjumma mau datang ?” tanya kwangmin. “Iya sayang, bia ahjumma dan kyuhyun ahjussi akan datang. Jadi, ada yang menjaga dan mengurus kalian. Oh ya. Ade sama kaka sudah makan belum ?” kataku. “Ade belum eomma, kalau kaka sudah. Kaka tadi makan bekal ade.” jawab kwangmin. “Oalah, ade kenapa bekalnya ga dimakan ?” tanyaku. “Tadi ga sempet eomma.” jelasnya. “Oh, yasudah. Ayo sekarang makan.” ajakku. “Ayoo !!” seru kwangmin. “Kaka, kaka tidur aja. Kalau mau minta sesuatu, panggil eomma atau ade ya ? Tidur yang nyenyak ya sayang.” kataku sambil mencium kening youngmin. “Iya eomma…” kata youngmin yang langsung menutup matanya dan kamipun segera ke ruang makan.
--at dining room----at house--
“Kwangmin youngmin, eomma pulang.” seruku yang langsung ke kamar anak-anak. “Ade, gimana dengan kakamu ? Apa darahnya sudah berhenti ?” tanyaku. “Tadi kaka pucat sekali dan darahnya sudah berhenti kok eomma. Eomma kok sudah pulang ? Padahal belum waktunya pulang kan ?” kata kwangmin. “Iya, eomma khawatir sama kalian. Jadi eomma memutuskan untuk pulang dan meneruskan pekerjaan eomma di rumah saja. Tapi nanti jam 4, eomma ada rapat. Jadi, kemungkinan kalian di rumah sendirian lagi.” jelasku. “Emangnya appa kapan pulangnya ? Lah, ade takut eomma. Ade takut sendirian…” takut kwangmin. “Hmm… Kalau gitu, eomma telpon bia ahjumma dulu ya, untuk menemani kalian dulu.” kataku dan langsung menelpon bia. Ckreek. “Ya yeoboseo, ada apa teh ?” jawab bia. “Hmm bia, nanti sore ada acara ga ?” tanyaku. “Ga ada, pekerjaanku sudah selesai semua dan tidak ada meeting. Emangnya ada apa teh ?” tanyanya. “Kalau begitu, apa kamu bisa menemani anak-anak dari jam 03.00 p.m sampai teteh pulang ?” pintaku. “Bisa kok the, kebetulan nanti sore, bia sama kyuhyun oppa mau ke sana. Emangnya teteh mau ke mana ? Terus kibum oppa juga ke mana ?” tanyanya panjang lebar. “Teteh mau rapat dan kibum oppa ingin menghadiri acaranya Kevin oppa. Jadi kamu ke sininya sama kyuhyun ? Jam berapa ? Soalnya jam 4 teteh mulai rapatnya.” jelasku. “Iya bisa teh, jam 3an kita mau ke sana.” jawabnya. “Oh iya, sekalian rawat youngmin ya. Youngmin lagi sakit, tadi di sekolah dia tiba-tiba mimisan. Kalau dia mimisan disertai dengan wajah yang sangat pucat, kamu segera telpon dokter ya. Gomawo bia.” jelasku panjang lebar. “Baiklah teh, dokter biasa kan ?” tanyanya. “Iya. Sudah ya, teteh mau ngurus anak-anak dulu. Daah” tutupku. “Eomma, gimana jeh ? Apa bia ahjumma mau datang ?” tanya kwangmin. “Iya sayang, bia ahjumma dan kyuhyun ahjussi akan datang. Jadi, ada yang menjaga dan mengurus kalian. Oh ya. Ade sama kaka sudah makan belum ?” kataku. “Ade belum eomma, kalau kaka sudah. Kaka tadi makan bekal ade.” jawab kwangmin. “Oalah, ade kenapa bekalnya ga dimakan ?” tanyaku. “Tadi ga sempet eomma.” jelasnya. “Oh, yasudah. Ayo sekarang makan.” ajakku. “Ayoo !!” seru kwangmin. “Kaka, kaka tidur aja. Kalau mau minta sesuatu, panggil eomma atau ade ya ? Tidur yang nyenyak ya sayang.” kataku sambil mencium kening youngmin. “Iya eomma…” kata youngmin yang langsung menutup matanya dan kamipun segera ke ruang makan.
Sesampainya, akupun langsung menggoreng telor untuk kami berdua dan kamipun makan bersama. Saat makan, tiba-tiba hpku bergetar dan akupun segera mengangkat telpon tersebut “Ya hallo.” jawabku. “Hmm, ibu bisa datang rapat nanti ?” tanya asistenku. “Oh ya bisa, setengah jam lagi saya akan ke sana. Tempatnya di mana ?” jawabku. “Tempatnya di Kimchi Restaurant yang di sebelah dorm U-KISS bu.” jelasnya. “Oooh, iya saya tau. Kalau begitu kamu siapkan berkas-berkasnya dan beritahu saya kalau mereka sudah tiba.” perintahku. “Baik bu, kalau begitu terima kasih ya bu.” “Iya sama-sama.” jawabku dan langsung menutup telponnya serta melanjutkan kembali makannya. “Eomma mau pergi ya ?” tanya kwangmin sedih. “Iya sayang, maaf ya. Eomma ga bisa lama-lama dengan kalian. Sebenarnya eomma mau menolak rapat itu, tapi eomma ga bisa, karena rapat itu sangat penting untuk proyek kantor eomma yang berikutnya. Kamu ngerti kan sayang ?” kataku panjang lebar. “Iya eomma, ade mengerti maksudnya. Terus siapa yang menjaga kami eomma ? Bia ahjumma dan kyuhyun ahjussi belum datang.’’ polosnya. Tak lama dari pernyataannya kwangmin, tiba-tiba terdengar suara bel dan ternyata yang datang adalah bia dan kyuhyun ! “Anyyeong semua !” sapa bia. “Anyyeong ahjumma ! Ahjumma kok lama amat sih ?” tanya kwangmin. “Maaf kwangmin, tadi kami kena macet dulu. Maaf ya…” jelas kyuhyun. “Oh gitu, ya sudah gapapa deh.” jawab kwangmin. “Oh ya teh, katanya teteh mau rapat. Kenapa belum berangkat juga ?” tanya bia padaku. “Jadilah. Belum berangkat tuh karena nungguin kamu datang tau ! Sudah ah. Teteh mau berangkat dulu (pada bia dan kyuhyun) Sayang, eomma berangkat dulu ya. Hati-hati dan jangan nakal ya sayang. Kalau ahjumma dan ahjussi berbuat kasar, ade telpon eomma ya. Arasseo ? (pada kwangmin sambil mencium pipinya)” jelasku yang lalu pergi. “Baik eomma ! Hati-hati ya eomma !” teriak kwangmin dari rumah. “Nah, sekarang kwangmin mau ngapain ?” tanya kyuhyun. “Ga tau ahjussi. Hmm, gimana kalau kita menjaga kaka saja ?” tanya kwangmin. “Boleh. Ayo kita ke kamar !” seru kyuhyun. Mereka bertigapun memilih untuk menjaga youngmin yang sedang sakit, sementara aku sedang menuju tempat rapat itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar