Kamis, 10 November 2011

Everlasting with kibum oppa (PART IV)


--at our school--
Sesampainya di sekolah, kamipun ke kelas masing-masing, tapi tidak bagi oppa. Dia mengantarku ke kelasku terlebih dahulu. Dan itu membuat semua para murid yeoja kelas X cemburu padaku. Kenapa ? Karena oppa sedang menggandeng tanganku. “Hmm oppa…”panggilku dengan nada rendah. “Ya ? Ada apa say ?”tanya oppa senyum. “Maaf oppa, bukannya aku ga mau atau ga suka,  tapi apa oppa bisa melepaskan tangan oppa dari tanganku ?” pintaku. “Waeyo ?” tanya oppa singkat. “Itu oppa, sepertinya mereka ingin melahapku hidup-hidup.” Kataku dan oppapun mengerti maksudku. “Ooooh. Baiklah oppa lepas ya.” Oppa memang melepaskan tangannya dari tanganku, tapi tangannya pindah kepundakku dan itu membuatku kaget. Tak lama kemudian, akhirnya kamipun sampai di depan kelasku. Teman-teman yeojaku langsung keluar dari kelas dan menghampiri kibum oppa, menyentuh kibum oppa, minta nomer handphonenya kibum oppa sampai-sampai minta foto bareng dengannya. Kejadian seperti itu sangat sangat membuatku panas !! Langsung saja aku lepaskan tangan oppa dari pundakku dan akupun langsung masuk ke dalam kelas. Oppa yang sadar akan sikapku, langsung saja dia menghampiri mejaku. “Sayang. Maafkan aku sayang. Jangan marah ya.. Aku janji akan selalu fokus padamu. Kumohon jangan marah ya,  please…” mohon oppa berlutut di sampingku. Akupun kaget dengan tingkahnya dan langsung saja aku menuntun dia berdiri. “Oppa ! Ngapain oppa berlutut segala ?” tanyaku dengan nada lumayan marah. “Oppa akan terus berlutut sampai kamu memaafkan oppa !” tegas oppa. “Maaf apa ? Emangnya oppa punya salah apa sama aku ?” tanyaku polos. “Oppa sudah membuatmu cemburu karena oppa sedang dikerumuni para yeoja.” jelas oppa. “Cemburu ? Hah ? Siapa juga yang cemburu. Terserah oppa mau dikerumuni yeoja atau namjapun aku ga perduli ya.” bohongku. “Serius kamu ga perduli ?” pancing oppa. “Ya !” tegasku. “Kalau misalnya oppa dikerumuni yeoja gapapa tah ?” pancingnya. “Iya gapapa !” tegasku. “Hmm kalau oppa deket sama yeoja gimana ? Terus kalau oppa telpon-telponan sama yeoja gimana ? Apa itu gapapa ?” pancingnya. “Iya gapapa ! Aku sih ga perduli ya.” tegasku lagi. “Hmmmm, kalau ini apakah bagi rae sub gapapa kalau oppa putus hari ini juga denganmu ? Sekarang juga dan di depan banyak orang ?” pancingnya. “Astaga ! Jangan sampai aku diputusin olehnya hari ini ! Aku ga mau putus dengannya !! (batinku) Hah ? Ah I itu…” belum selesai bicara, kibum oppa menyambungnya. “Berarti kamu mau kita putus sekarang juga ya. Baiklah, semuanya dengar ya, mulai detik ini aku dan rae sub sudah…” “TIDAK !! Aku… AKU GA MAU PUTUS DENGANMU KIM KI BUM !!!!” sambungku yang kemudian meneteskan air mata. Oppa yang melihatku seperti itu, langsung saja dia memelukku dengan erat agar aku bisa lebih tenang. Aku menangis sejadi-jadinya. “Maafkan oppa sayang, oppa hanya memancingmu (mengusap punggungku)” jelasnya senyum. Aku masih menangis di dalam pelukannya, dan akhirnya oppa melepaskan pelukannya serta menghapus air mataku dengan jari-jarinya yang besar nan hangat. “Jangan menangis lagi ya, oppa mohon…” pintanya senyum padaku dan akupun hanya mengangguk-anggukkan kepala yang berarti iya. Oppapun kembali menghapus air mataku dan memelukku agar lebih tenang. Akupun sudah berhenti dari tangisku dan oppa kembali memelukku dan mencium keningku, perbuatannya itu kembali membuat para murid yeoja panas ! Aku melepaskan pelukannya duluan dan itu membuat oppa bingung. “Waeyo ? Apa kamu masih marah sama oppa ?” tanyanya dan ku jawab dengan menggelengkan kepala yang artinya tidak. “Terus kenapa ? Tell me please…” pinta oppa. Aku hanya melirik para yeoja yang sedang penas dan oppapun mengerti maksudnya. “Ooooh, oppa ngerti maksudmu (padaku) Hey kalian semua ! Dengerin ya. Aku dan kekasihku ini sudah bertunangan. Kami sudah dijodohkan 15 tahun yang lalu, dan aku jatuh cinta padanya saat pertama kali kami bertemu. Saat itu kekasihku berumur 1 tahun, sedangkan aku berumur 3 tahun. Intinya, jangan pernah mengganggunya jika kalian cemburu padanya. Arasso !?” jelas oppa. Teng teng teng !! Bel masukpun telah berbunyi. “Sayang, oppa masuk kelas dulu ya dan nanti istirahat oppa ke sini lagi. Sampai istirahat nanti ya sayang (mencium keningku lagi -__-) saranghaeo (padaku) Hey kyuhyun ! Tolong jaga rae sub ya, jangan sampai ada yang mengganggunya ya ! Gomawo dongsaeng ! (pada kyuhyun)” kata oppa yang langsung pergi secepat kilat dan  kyuhyun hanya menjawabnya dengan mengangkat ibu jarinya yang artinya iya.

Saat istirahat…
Sesuai perkataannya tadi pagi oppa datang ke kelasku, tetapi aku tidak ada di kelas. “Permisi de, apa rae subnya ada ?” tanya oppa pada salah  seorang temanku. “Rae sub ? Dari sebelum bel istirahat dia tidak ada di kelas hyung.” Jawab temanku. “Dari sebelum bel ? Memangnya dia ke mana ? Emangnya tadi ga ada guru yang masuk ?” tanya oppa. “Dari jam pertama sampai sekarang tidak ada guru yang masuk. Dan 15 menit lebih sebelum bel, rae sub ke wc. Tapi sampai sekarang rae sub belum kembali hyung.” jelas temanku. “Apa !? Sudah 15 menit lebih yang lalu !? Dia ke wcnya sama siapa ?” tanya oppa panik. “Sendirian hyung, daritadi kami mencarinya untuk mengerjakan tugas bareng, tapi dianya belum kembali juga. Kami pikir rae sub lagi bersama hyung.” jelasnya. “Sendiri ? Astga !! Kok tiba-tiba perasaanku tidak enak begini, jangan jangan… Haduh kibum ! Kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh, tapi… Ah ! Jangan sampai terjadi sesuatu sama rae sub (batinnya)” disaat oppa kebingungan, tiba-tiba kyuhyun menghampirinya. “Hyung ! Hyung lagi ngapain di sini ? Bukannya hyung lagi bersama rae sub ya ?” tanya kyuhyun. “Rae sub bersamaku ? Tidak. Dia tidak bersamaku.” Jawab oppa. “Hah ? Tidak bersama hyung ? Terus yang sms ke nomerku siapa ? (menunjukkan ponselnya pada kibum oppa) Serius ini bukan nomernya hyung ?” tanya kyuhyun. “Bukan. Hyung ga pernah ganti nomer lagi. Sini hyung liat nomernya.” Pinta kibum oppa dan oppa menelpon nomer tersebut menggunakan ponselnya sendiri. Dan nomer tersebut mengangkatnya ! “Halo, ini siapa ? Oh iya. Ini kim ki bum kekasihnya rae sub bukan ?” tanya si pemilik nomer tadi. “Iya. Kamu siapa ? Cepat kembalikan kekasihku sekarang !!!!” murka oppa. “Eiits. Jangan marah dong. Jika kamu ingin kekasihmu kembali denga utuh, kamu harus datang sekarang juga di gudang barang belakang sekolahmu ! Tapi ingat, jangan telpon polisi !! Jika kamu menelpon polisi, maka kekasihmu tidak akan suci lagi !!!! Hahahahaha !!!!” jelas si penculik. “Maksudnya utuh dan suci apa !!? Jangan sentuh KEKASIHKU !!!!!!!!!” amuk oppa. “Baiklah tidak akan kami sentuh kekasihmu itu. Tapi jika kamu tidak datang, yaaa apa boleh buat. Mungkin kesucian kekasihmu sudah hilang. Hahahhahaha !!!!” puas si penculik. “Baik ! Saya akan datang ke sana sekarang juga dan saya tidak akan menelpon polisi ! Tapi ingat ! Jangan sentuh kekasihku sedikitpun !!!” ancam oppa. “Baiklah, sampai ketemu…” putus si penculik. “Hyung, bagaimana hyung ? Apa rae sub gapapa ? Di mana rae sub sekarang ?” tanya kyuhyun. “Mungkin… Mungkin sekarang rae sub baik-baik saja. Rae sub diculik di gudang barang belakang sekolah ini… Hyung…… Hyung takut rae sub diapa-apain sama mereka. Hyung takut mereka menyentuhnya… hyung takut hyun…” tangis oppa. “Hyung, tenanglah hyung. Sekarang kita ke sana untuk menolong rae sub.” Ajak kyuhyun. “Baiklah kita ke sana sekarang juga, tapi mereka meminta agar hyung tidak menelpon polisi. Jika hyung menelpon polisi, maka kesucian rae sub akan hilang. Hyung takut itu…” jelas oppa. “Terus kita harus gimana ?” tanya kyuhyun. “Tenang saja. Sekarang kalian ke sana tanpa menelpon polisi. Nanti saya akan memberikan micro camera di baju kalian, gunanya untuk memantau keadaan. Disaat rae sub sudah di tangan kalian, maka aku akan menelpon polisi secepat mungkin. Sekarang pergilah ! Bawalah rae sub dalam keadaan baik-baik! Cepaaaat !!!” suruh donghae oppa dan kibum oppa serta kyuhyun pergi menyelamatkan rae sub.


--at entrepot on the back of school--
“Hyung. Hyung yakin rae sub ada di sini ?” tanya kyuhyun. “Iya ! Hyung yakin sekali rae sub ada di sini !! Ayo sekarang kita masuk ke dalam !” ajak oppa. “Tapi hyung, tempat ini kan sangat berbahaya. Banyak bangunan yang siap runtuh. Ga mungkin rae sub ada di sini hyung.”pendapat kyuhyun. “Tidak ! Hyung yakin sekali rae sub ada di sini !! Tenang aja. Di sini ada hyung ! Ayo cepat kita selamatkan rae sub !!” ajak oppa. “Baiklah hyung.” Akhirnya kyuhyun menuruti apa kata hyungnya dan merekapun masuk ke dalam. Di dalam mereka sudah disambut oleh para bodyguardnya si penculik, dan si penculiknya pun muncul bersamaku, tetapi keadaanku sudah berantakan. Seragamku sudah lusuh, kotor dan rusak. Oppa yang melihat langsung keadaanku yang seperti itu merasa marah, kasihan dan sedih. “Hahahaha ! Akhirnya kalian datang juga dan kalian juga menepati janji kalian untuk tidak menelpon polisi !! Bagus bagus !!” hina si penculik. “Kau !! Katanya kau tidak akan menyentuhnya sedikitpun !! Tapi kau sudah MENYENTUHNYA !!!!!” murka oppa. “Kata siapa aku yang menyentuhnya ?” tanya si penculik. “Itu ! Kenapa keadaannya seperti itu !! Pasti kamu sudah menyentuhnya bukan !!!!!” murka oppa. “Memang benar sih kalau kekasihmu itu sudah disentuh. Tapi itu bukan aku yang menyentuhnya, melainkan para bodyguardku, mengerti !!?” jelas si penculik. “Keparaaaaaaat !!!” maki oppa. “Hey ! Cepat kalian katakan mengapa kalian menculik temanku !!” tanya kyuhyun marah. “Oh iya, hampir aja lupa. Saya menculik temanmu bukan karena sebuah alasan kok.” kata si penculik. “Bohong !! Pasti ada alasannya !!! Cepat katakan !!!” marah kyuhyun. “Huuft (menghela nafas) Saya menculik temanmu karena saya ingin menikmati tubuhnya dan saya ingin melihat temanmu menderita !!” jelas si penculik. “SHIT !!! Cepat lepaskan kekasihku !!!!! Kamu sudah membuat dia menderita !!! CEPAT LEPASKAN DIA !!!!!” murka oppa. “Eits, bagi saya segini belum menderita. Hmm, aku ingin dia lebih menderita di depan kalian !” hina si penculik. “Jangan !! Lepaskan dia sekarang !!!!” murka kyuhyun. “Hahaha. Hey kalian ! Lawan mereka ! Kalau perlu sampai mereka MATI !!! (ke bodyguard) Saya ingin menikmati tubuh wanita ini dulu. Hahahahahhahahaa !!!!” kata si penculik. “JANGAN KAU SENTUH DIAAAAA !!!!” murka oppa dan kyuhyun bersamaan. Buuuk !! Bukk Bukbukbuk !!!!! Satu demi satu pukulan mengenai mereka (oppa, kyuhyun dan bodyguard). Sementara si penculik mencoba untuk menyentuhku. Selama perkelahian, oppa terus mengawasiku, oppa takut aku disentuhnya terlalu puas. Oppa semakin marah saat melihatku sudah setengah tidak berpakaian, dan oppapun menghajar para bodyguard dengan penuh rasa marah. Dan perkelahian pun di menangkan oleh oppa dan kyuhyun. Setelah melawan para bodyguard, oppa dan kyuhyun beralih ke si penculik yang sedang mencoba membuka pakaian dalamku. Buuuk !!! Pukulan milik oppa tersebut tepat mendarat di muka si penculik, oppa terus memukulnya hingga si penculik pingsan. Oppa menghampiriku yang tidak mengenakan seragam satupun dan memakaikan seragamku. Tak lama kemudian donghae oppa dan polisi datang menangkap para penculik tersebut. Aku yang sangat ketakutan akan kejadian tersebut membuat oppa memelukku dengan erat, oppa menangis saat memelukku. “Apa kalian tidak apa-apa ?” tanya donghae oppa. “Ya, kami gapapa hyung. Tapi tidak bagi rae sub, mungkin dia trauma hyung.” Jelas kyuhyun. “Iya, kelihatannya rae sub sangat trauma akan kejadian tadi dan kibum juga kelihatannya sangat terpukul.” Jelas donghae oppa. “Sayang, apa kamu tidak apa-apa ? Apa saja yang mereka lakukan padamu ? Dan… Dan apa saja yang mereka sentuh ?” tanya oppa panik melihatku seperti itu. Tangisku pecah dan oppa kembali memelukku. “Maafkan oppa sayang. Oppa kurang menjagamu. Maafkan oppa sayang……” maaf oppa sambil menghapus air mataku. “Oppa… Aku… Aku takuuut………” kataku menunduk sambil meremas kerah bajuku. “Tenang sayang, di sini ada oppa. Oppa janji akan selalu ada untukmu. Nah, sekarang katakan pada oppa, apa aja yang mereka lakukan padamu ? Dan apa saja yang mereka sentuh ?” tanya oppa sedih. “Mereka memukulku, menjambakku, dan mereka…” putusku. “Mereka apa ? Apa yang mereka lakukan !?” tanya oppa khawatir. “Satu persatu dari mereka semua menikmati tubuhku. Rasanya takut dan… Dan sakit oppa……” tangisku dan oppa kembali memelukku. “Tenang sayang, oppa sudah ada di sini. Tidak perlu ada yang kamu takutkan lagi, oppa akan selalu ada di sisimu. Dan oppa… Oppa tidak akan melakukan apa yang mereka lakukan padamu sebelum  kita menikah dan sampai kamu sudah lulus kuliah. Oppa akan pegang janji oppa !” janji oppa. “Tapi oppa. Apakah oppa akan tetap menikah denganku walaupun aku sudah ternodai oleh orang lain selain oppa ? Apa oppa ga merasa jijik ?” tanyaku polos menatapnya. Oppa yang mendengar pertanyaanku hanya tersenyum dan membelai rambutku “Tidak sayang. Oppa tidak merasa jijik, karena memang bukan kamu yang menginginkan itu, tapi merekalah yang menginginkanmu. Dan oppa akan tetap menikah denganmu. Oppa ingin bersamamu selamanya, dan hanya maut yang dapat memisahkan kita. Jadi, kamu ga usah khawatir ya……” jelas oppa tersenyum padaku dan akupun kembali menangis karena terharu mendengar jawaban darinya, serta kami semua kembali ke sekolah.

--at school--
Sesampainya di sekolah. Para guru menanyakan padaku bagaimana keadaanku sekarang dan bagaimana ceritanya. Aku tidak mengatakan sepatah katapun karena aku masih trauma, dan hanya kibum oppa dan kyuhyunlah yang menceritakan semuanya. Aku yang masih trauma hanya bisa diam dan takut, dan lagi-lagi membuat kibum oppa memelukku dari belakang. Karena kejadian hari itu, semua warga sekolah dipulangkan cepat dan seperti biasa oppa menganterku pulang.

--at house--
Aku, kibum oppa dan kyuhyun pulang menuju rumahku. Karena kyuhyun ingin mengunjungi kekasihnya yang tak lain adalah adikku (bia), sedangkan oppa sedang tinggal bersamaku. Drrrt drrrrrtt drtt ! “Yeoboseo hyung ?” sapa kibum oppa. “Hey bum ! Apa benar sedang terjadi keributan di sekolah ? Dan korbannya tuh rae sub ?” tanya hyung jun oppa yang tak lain adalah kakanya kibum oppa. “Ne hyung.” Jawab kibum oppa lemas. “Bagaimana ceritanya ? Hyung ingin tau. Terus, bagaimana keadaan rae sub sekarang ? Apa dia baik-baik saja ? Apakah dia ketakutan ?” tanya hyung jun oppa panjang lebar. “Ceritanya panjang hyung.” Jawab kibum oppa. “Ya sudah. Hyung akan ke sana sekarang juga.” putus hyung jun oppa yang langsung pergi menuju rumahku. “Tadi yang menelpon tuh hyung jun oppa?” tanyaku polos. “Iya sayang. Hyung tau kejadian hari ini dan hyung akan ke sini sebentar lagi.” jelas oppa. “Oooh. Terus hyung jun oppa bilang apa ?” tanyaku lagi. “Ga ada lagi sayang.”.
27 menit kemudian…
Ting tong ! “Itu pasti hyung jun hyung ! Biar aku saja yang buka !” seru kyuhyun. Ckreeeeeek ! “Loh, kok ada kyuhyun di sini ? Kamu lagi ngapain di sini hyun ?” tanya hyung jun oppa. “Tadi habis mengantar rae sub dan sekalian menjenguk bia ! Hehe” seru kyuhyun. “Ooooh. Sekarang rae sub dan kibum di mana ?” tanya hyung jun oppa. “Mereka ada di ruang keluarga hyung.” Jelas kyuhyun. “Oh, hyung ke sana dulu ya.” Seru hyung jun oppa yang langsung menuju ruang keluarga. “Kibum. Bagaimana keadaannya rae sub sekarang bum ? Apa dia baik-baik saja atau dia trauma ? Terus bagaimana ceritanya bisa kayak gitu ?” tanya hyung jun oppa panjang lebar. “Ssssst rae sub baru saja tidur hyung” jelas oppa. “Upps. Sorry, hyung gatau bum. Eh. Itu ceritanya kayak gimana ? Terus apa dia trauma ?” tanya hyung jun oppa lagi dan kibum oppa menceritakan semuanya. “Ooh gitu ceritanya. Kasihan ya rae sub, dia pasti sangat trauma sekali. Kalau begitu, mulai sekarang sampai selamanya, kamu harus tinggal di sini. Untuk masalah izin dari orang tuanya rae sub sudah lama diizinkan. Nah, hyung minta agar kamu tinggal di sini dan jaga rae sub baik-baik !! Paham ?” jelas hyung jun oppa. “Ne hyung. Aku paham. Aku janji akan menjaga rae sub sebaik-baik mungkin. Hyung bisa pegang janjiku !” tegas kibum oppa. “Bagus.” Selama aku tidur dipangkuannya kibum oppa, mereka terus mengobrol hingga mereka merasa ngantuk. Merekapun tertidur pulas, tapi mereka tidak tidur di kamar, karena kibum oppa sedang memangkuku dan hyung jun oppa menemani kami di ruang keluarga. Aku tidur di pangkuannya kibum oppa, sedangkan kibum oppa tidur sambil duduk di sofa dan hyung jun oppa tiduran di sofa.
Beberapa jam kemudian…
Hari sudah malam ketika aku bangun dari tidurku dan aku melihat mereka berdua sedang tertidur pulas. Aku baru sadar kalau mereka sangat lucu dan tampan sekali disaat mereka sedang tidur. Langsung saja aku ambil selimut dan menyelimuti mereka berdua dengan selimut, serta aku mandi dan menyiapkan makan malam karena bia dan kyuhyun sedang pergi nonton dan tidak meninggalkan sedikit makananpun.
Beberapa menit kemudian…
“Hoaaaam ! Nyenyak sekali tidurku ini… Astaga !! Rae sub kemana ? Kok dia ga ada !!?” panik kibum oppa. “Malam oppa, bagaimana tidurmu ? Apakah tidurmu nyenyak ? Oh iya, rae sub baru saja selesai masak. Oppa mau makan kapan ? Sekarang atau nanti ? Oh iya, oppa mau mandinya sekarang atau nanti ?” tanyaku panjang lebar. “Lumayan tidurku nyenyak. Hmmm, oppa mau mandi dulu terus makan deh…” jawabnya. “Oh. Oppa mau mandinya pake air hangat atau ga ?” tanyaku lagi. “Pake air hangat saja deh.” jawabnya. “Oh ok ! Kalau begitu rae sub siapin dulu ya airnya dan oppa siap-siap untuk mandi ya. Oh iya, tolong bangunkan hyung jun oppa dong, hehe” bisikku dan kibum oppapun menurutiku. Akhirnya kamipun makan malam bersama tanpa bia dan kyuhyun, belajar bersama karena kami akan menghadapi ujian semester, serta kejadian hari itupun sudah aku lupakan.

--The next day--
Seperti biasa kami berangkat ke sekolah bersama.
-at school-
Sesampainya di sekolah, kami berpisah karena kami sibuk mencari ruang ujian kami. Dan, tanpa diduga kami seruangan tapi kami tidak sebangku. Kami tau bahwa kami seruangan karena kibum oppa duduk di belakangku dan pada saat teman-temanku sedang bergosip di mejaku. “Rae sub ? Ruanganmu di sini ?” tanya oppa. “Loh, kok oppa ada di sini ?  Iya, ruanganku di sini dan tempat dudukku di sini juga.” jelasku. “Oppa juga di sini dan tempat duduk oppa tepat di belakangmu.” jelas oppa. “Eh, hyung di sini ?” tanya kyuhyun tiba-tiba. “Iya, kamu juga di sini ? Kamu duduk di mana ?” tanya oppa. “Aku duduk di belakangnya rae sub. Eh, aku baru sadar kalau aku duduk dengan hyung ! Wah asyik nih !!” seru kyuhyun. “Seru apaan ?” tanyaku polos. “Ya serulah ! Hyung kan pintar, jadiiii… Hehehehehehe, ngerti kan maksudku ?” tanya kyuhyun. “Oh ya. Aku ngerti ! Enak sih, tukeran sih hyun …” rengekku. “OTB (oh tidak bisa) ya ! Hahahahahahaha !!!” pelit kyuhyun.
Teng teng teng !!! Bel masuk pun berbunyi tetapi orang yang sebangku denganku belum datang. “Anak-anak, cepat taruh tas kalian di depan ! Handphone juga ! Yang ada di atas meja hanya alat tulis dan kartu tes kalian ! Nanti ibu periksa satu-satu ! Cepat cepat !!!” suruh guru yang mengawas di ruangan kami. Sudah lebih dari 15 menit kami mengerjakan soal, tiba-tiba ada seorang murid yang baru datang dan ternyata murid tersebut duduk di sebelahku. Tapi yang paling ku bingungkan, kenapa murid itu tidak dimarahi oleh guru yang mengawas di ruangan kami, bukannya guru itu terkenal galaknya, tapi kenapa sama murid itu dia tidak marah. “Oh, aku duduk di sebelah sini. Eh, sama cewe lagi. Hai, boleh kenalan ga ?” ganggunya. Aku hanya diam saja dan aku tetap fokus pada soal yang sedang aku kerjakan. “Eeeeh, jadi cewe tuh jangan jutek dong ! Namamu siapa ? (lalu melihat kartu tesku) Oh, namanya kang rae sub. Hmmm namanya bagus juga. Eh bentar, kamu tuh pacarnya kim ki bum kan ?” hebohnya. Aku tetap diam dan fokus pada soalku. “Eh kibum ! Cewemu kok jutek amat sih ! Saya sih ga sudi punya cewe kaya dia ! Kalo aku jadi kamu, aku langsung putusin dia deh !!!” makinya. Aku yang mendengar dia bilang seperti itu rasanya ingin menangis dan oppa menyadari apa yang aku rasakan. “Hey eli ! Bisa diam ga !? Ga usah mengkritik tentang ceweku ! Lebih baik sekarang kamu mengerjakan soal tesnya karena tinggal 20 menit lagi waktunya habis !” saran oppa. “Cih ! Kalian berdua memang memuakkan !! Soal tes ? Sudah selesai kok !! Awas aja kibum, tunggu pulang nanti !!” ancam eli.
Saat istirahat…
“Hi ! Kenapa tidak ke kantin ?” tanya eli. “Oh engga ka..” jawabku. “Oooh, kenapa ?” tanya eli. “Engga kenapa-kenapa kok ka. Cuma ingin belajar saja. Emangnya kenapa ka ?” tanyaku bingung. “Oh engga, lagi belajar apa ? Sini kaka lihat (mengambil bukuku) Ooh, yang ini gampang. Begini caranya (bla bla bla bla). Selesai ! Nah sekarang sudah ngertikan ?” tanya eli oppa. Aku diam sejenak, kenapa anak berandal kaya eli oppa bisa mengerjakan soal-soal kaya gitu. “Hai sayang, kamu ga ke kantin ?” tanya kibum oppa tiba-tiba. “Eh, oppa. Ga, aku mau belajar aja. Oppa ga ke kantin ?” tanyaku. “Sudah kok, barusan aja sama kyuhyun.” Jelasnya. “Kalian ga usah sok bermesraan gitu deh ! Memuakan !!” cela eli oppa. “Heh eli ! Kenapa kamu ada di situ !? Pergi kamu ! Jangan dekat-dekat cewe saya !!” suruh kibum oppa. “Oh iya hampir lupa. Selama kamu di kantin, aku mengajarkan cewemu ini. Ternyata dia lumayan pintar juga ya. Suka-suka saya mau deket sama cewe kamu atau tidak, lagian aku kan duduknya di sebelah cewemu !” jawab eli oppa. “Elii !!! (pada eli) Sayang, apa benar yang barusan dia katakan ? (padaku)”  “Iya oppa, maafin rae sub ya oppa…” kataku menunduk. “Gapapa kok sayang, cuma diajarkan aja kan ? Itu mah gapapa.” Hibur oppa. “Serius oppa ? Maksih oppa ^^” riangku senyum. Teng teng teng ! bel masuk yang menandakan akan dimulainya test ke dua pun berbunyi. Kali ini yang masuk guru paliiiiiiiiiiiiiing baik, jadi kalau nyontek juga gapapa (aman), hahaha. “Astaga ! Aku ga ngerti soal ini !!” gerutuku dalam hati. “Caranya tuh begini (bla bla bla) Nah, ketemukan hasilnya ? Eh, yang ini jawabannya salah, harusnya begini (blablabla). Wah kamu hebat, cuma salah 2.” jelasnya. “Ah. I iya, maksih eli oppa.” Ucapku. Kibum oppa yang melihat langsung kejadian tadi langsung marah ! Teng teng teng !! bel pulangpun berbunyi.
“Rae sub aku pulang duluan ya ! Daaaah !!!” seru temanku. “Iya, hati-hati ya !” seruku. “Eh rae sub, nanti kami mau ke rumahmu boleh ga ? Kami mau belajar bareng di rumahmu.” Tanya temanku. “Oh boleh. Jam berapa ?” tanyaku. “Hmmmm, sekitar jam 4 sore deh. Maksih rae sub, tunggu kami ya !” serunya yang langsung pergi. “Sayang, ayo kita pulang ! Bentar lagi mau hujan loh.” Ajak kibum oppa. “Ah iya, ayo oppa !!” ajakku. Baru sampai di tempat parkiran, tiba-tiba aku kehilangan handphoneku. “Astaga ! Handphoneku di mana ? Aduuuuh !!” panikku yang sedang mengecek isi tas. “Ini handphonemu bukan ?” tanya seseorang. “Ah iya maksih… Loh eli oppa ?” Tanyaku bingung. “Iya, tadi handphonemu ketinggalan di kolong meja. Nih !” jelasnya. “Thanks..” kataku yang langsung mengambil handphoneku dari tangannya dan eli oppa menarik tanganku dan muuuah ! Eli oppa mencium pipiku dan itu membuat kibum oppa semakin marah !! “Heh eli ! Kamu ngerti sopan santun ga !! Kamu tau kan dia itu cewe saya !!!” marah oppa. “Hahahhaha, maaf kibum. Habisnya cewemu terlalu manis dan polos ! Sudah ya. Aku mau pulang !! Bye !!” perginya. “SHIT !!!” maki oppa. “Sudahlah oppa, cuma cium pipi kan ? Ayo kita pulang.” Ajakku. “Tapi kan !! Seenaknya saja dia cium pipimu !!!! Awas saja kalau dia berbuat itu lagi atau lebih !!!!” maki oppa. “Waeyo ? kan cuma pipi oppa. Lebih ? Maksudnya ?” tanyaku polos. “Astagaaa ! Dia ga ngerti maksudnya ? Dia benar-benar polos (batinnya) Sekali ga boleh tetap aja ga boleh ! Kenapa !? Karena oppa cemburu !! Sudah ah ! Ayo kita pulang !!” ajak oppa dan kami pun pulang.

-at house-
Aku masih bingung sama kejadian tadi di sekolah. Awalnya aku mau menanyakan maksudnya oppa tuh apa, tapi keburu teman-temanku datang.
Ting tong ! “Ya, siapa ya ?” tanya oppa yang langsung membukakan pintunya. Ckreeek ! “Astaga ! Kok kibum-ssi ada di sini ?” tanya temanku langsung. “celaka aku ketahuan ! aduh, aku harus bilang apa ya, gawaaat !! (batinnya) Hmmm, aku di sini lagi…” “Eh kalian ! Ayo masuk !! oppa, tolong tutup pintunya ya !!” seruku tiba-tiba. “Huuuuf, untung ada rae sub.” Lega oppa dan langsung menuju ruang keluarga di mana aku dan teman-temanku akan belajar bersama. “Eh rae sub, kok ada kibum-ssi ya ? Sejak kapan kibum-ssi ada di sini?” tanya temanku langsung. “Ah I iya… Kibum oppa di sini untuk selamanya karena untuk menjagaku. Yang minta agar kami satu rumah tuh orang tua kami. Tenang aja, kami tidak melakukan apa-apa. Kami seperti kaka dan adik aja kok, hehehe. Oh iya, kalian mau minum apa ?” kataku.  “Oh, hmmm, air dingin ada ga ?”  “Oh ada, tunggu sebentar ya.” Kataku yang langsung ke dapur dan oppa mengikutiku. “Hmm sayang, maafin oppa ya. Gara-gara oppa kamu jadi……” putus oppa karena jari telunjukku menyentuh bibirnya. “sssst… oppa ga usah minta maaf. Sebenarnya aku yang salah karena aku ga bilang ke oppa kalau teman-temanku mau datang ke sini. Oppa mengerti kan ?”   “iya..”   “Oh iya, oppa mau minum apa ? Biar sekalian aku buatkan” tanyaku. “Air dingin juga, tapi oppa mau…” putusnya. “Oppa mau apa ? Tinggal bilang aja..” kataku senyum padanya. “Hmm, boleh ga oppa berciuman denganmu ? Tapi… Sekali ini aja kamu mencium oppa ? Sekilas juga gapapa…” tanya oppa menunduk. “Ah, hmmm… boleh kok.” jawabku. “Serius ?” tanyanya ga percaya. “Iya oppa ^^” kataku senyum padanya dan aku langsung menciumnya dengan sekilas nan hangat. Muka oppa langsung memerah setelah mendapat ciuman dariku dan kami kembali ke ruang keluarga.
“Ini dia minumannya !!! Maaf lama ya, soalnya nunggu es batunya membeku dulu sih, hehehehe. Eh, sudah nyampe mana ?” ocehku. “Gapapa kok, kita sudah sampai sini. Tapi kita semua ga ngerti soal yang ini.” jawab mereka. “Oooh, yang mana ? Sini aku lihat. Oooh ini caranya (blablabla). Nah, ketemukan. Kalian ngerti ga ? Kalau ga ngerti bilang aja, nanti aku ulang deh.” jelasku. “Kami ngerti kok, tapi kayaknya ribet ya. Ada cara yang simple ga ?” tanya mereka. “Ah, aku gatau…” kataku. “Yang mana ? Sini biar oppa yang jelasin ! Oh, ini caranya gini (blablabla). Terus nanti hasil yang ini dikali yang ini terus dibagi 4.” jelas oppa. “oooh, tapi hasilnya sama aja sih… Gomawoyo kibum-ssi !” mereka serentak. “Ah ne !” kata oppa senyum. Jedeeerrr !! Jedeeerrr !! Tiba-tiba terdengar suara petir yang hampir membuat ketakutan setengah matiku keluar dan oppa langsung menggenggam tanganku. “Eh mau hujan ya ? Eh rae sub, kami pulang dulu ya. Terima kasih untuk hari ini. Daaaaaah !!” seru mereka yang langsung pulang. “Huuuft ! Akhirnya mereka pulang juga. Setelah ini kamu mau ngapain sayang ?” tanya oppa langsung melihatku. “Eh, kamu kenapa sayang ?” tanya oppa panik. “Oppa…” panggilku dan oppa mengerti maksudnya. “Tenang saja sayang, di sini ada oppa. Ga usah takut ya…” hibur oppa memelukku. “Oppa, boleh ga malam ini aku tidur sama oppa ?” tanyaku yang masih ketakutan. “Huuuuft… Boleh kok sayang ^^” izin oppa.

-at night-
“Nah, sekarang kamu tidur ya (menyelimutiku) Kamu tidur di kasur, oppa tidur di sofa. Kalau rae sub butuh seseuatu, tinggal bangunkan oppa ya. Good night honey !” katanya sambil mencium keningku. “Oppa (menarik tangannya) jangan tidur di sofa ya, oppa tidur di sini bareng aku ya. Aku mohon oppa…” pintaku. “(menghela nafas) ya sudah…” jawab oppa dan oppa naik ke kasur dan tidur bareng denganku.

-at morning-
Hari ini adalah hari kedua tes kami, dan seperti biasa kami berangkat ke sekolahnya bareng, tapi kali ini kami jalan berdua masuk sekolahnya sampai di kelas, karena kami satu ruangan. “Cieeee rae sub ! Cieeeee kibum !! Kalian berdua tuh selalu bikin kami cemburu tau !! Hahahahaha” sorak mereka barengan. “Hahahahaha iya dong, namanya juga tunangan, jadi harus selalu bersama. Hehhehe.” bangga oppa. “Heh ! heh !! heh !! Apa-apaan nih ribut-ribut !!! Berisik tau dan ganggu tidur orang aja tuh !!!!” marah eli oppa. “Huu dasar brandal !!” ejek teman oppa. “Apa sih!! Minta dihajar tah !!? (pada mereka) Ini lagi !! Kalian tuh bisa ga sehari aja ga berduaan !!? memuakan tau !!!!! (pada kami)” marah eli oppa.
Teng teng teng ! Belpun berbunyi dan seluruh siswa mengerjakan tesnya dengan aman, tentram, dan sunyi. Teng teng teng ! Bel pulangpun berbunyi dan semua siswa pulang ke rumah masing-masing. “Sayang, maaf hari ini oppa ga bisa pulang denganmu.” Kata oppa. “Waeyo oppa ?” tanyaku. “Oppa mau ngerjain tugas di rumah teman. Mianhe…” maaf oppa. “Oh, gapapa kok opa.”  “Hey kibum ! Kita ngerjain tugasnya di rumahmu ya ! Soalnya rumah mereka jauh semua !” teriak teman oppa. “Ah iya ! Tapi saya ga di rumah !”teriak oppa. “Lah, terus kita ngerjainnya di mana ?” tanya teman oppa tadi yang sedang menghampiri kami. “Hmmm, di rumah… Nih, aku kasih alamatnya !” kata oppa memberikan alamatnya. “Oh, ok ! Kami akan ke sana jan setengah 3 ya ! Bye !!” kata mereka dan kamipun pulang juga.

-at house-
“oppa, ada berapa banyak orang yang akan datang ?” tanyaku memecah keheningan di ruang keluarga yang sedang menonton tv bersama. “Hmm, mungkin lebih dari 7 orang. Emangnya kenapa ?” tanya oppa balik. “Oh, engga kok oppa. Mereka datang jam berapa ?” tanyaku lagi. “Katanya sih jam setengah 3.” Jawab oppa yang msih focus sama tv. “Oh… (melihat jam di hp) Astaga ! Sekarang kan jam setengah 3 oppa !” seruku dan… Ting tong ! “Itu pasti teman-temannya oppa ! Biar aku saja yang membukakan pintunya !” seruku meninggalkan oppa membuka pintunya. Ckreek ! “Annyeong !” sapa mereka. “Ah iya annyeong !” sapaku. “Loh, kok rae sub ada di sini ?” tanya salah seorang teman oppa dan belum sempat aku menjawabnya, tiba-tiba oppa datang. “Iya. Kan ini rumahnya rae sub. Ayo masuk !” kata oppa. “Hah ? Terus kenapa kamu meminta kami untuk datang ke rumahnya yeojachingumu bum ?” tanya mereka. “Sudah 2 minggu aku tinggal dengannya.” Jawab oppa polos. “APA !!?” tanya mereka ga percaya. “Iya. Tapi kami tidak melakukan yang aneh-aneh ya. Kami seperti kaka adik yang ditinggal orangtuanya. Aku tinggal di sini karena aku ingin menjaganya dan memang disuruh oleh orangtua kami.” jelas oppa panjang lebar. “Oh, kirain kamu di sini Cuma mau pacaran. Kami salut sama kamu bum. Kamu bisa menahan nafsumu untuk tidak berbuat yang aneh-aneh pada pacarmu.” Puji mereka. “hahhaha, sebenarnya aku tidak kuat lagi tau. Tapi terpaksa deh aku menahannya. Hahahaha…” bisik oppa. “Oppa hyung ! Silahkan diminum airnya. Oh ya, ini makanannya di makan juga ya.” Kataku yang tiba-tiba datang. “Oh iya, gomawoyo !!” seru mereka. “Maksih ya sayang…” kata oppa senyum. “Ah ne, sama-sama. Ah iya oppa. Kalau oppa mencariku, aku di kamar sedang belajar ya oppa...” kataku. “Waeyo di kamar ? Kenapa ga di sini aja dengan oppa dan teman-teman oppa ?” tanya oppa. “Ga kenapa-kenapa sih, pengen aja di kamar dan aku ga mau ganggu teman-teman oppa ngerjain tugasnya. Ya oppa ? Aku di kamar ya oppa ? Please…” mohonku. “Baiklah, kalau ada apa-apa, langsung teriak aja ya.” izin oppa. “Jinnja ? Gomawo oppa !!” girangku dan meninggalkan mereka menuju kamarku. Selama 2 jam lebih aku di kamar dan kemudian oppa mengetuk pintu kamarku. Tok tok tok ! “Sayang, ini oppa. Kamu lagi apa di dalam ?” tanya oppa dan tidak ada jawaban dariku karena aku ketiduran saat belajar.  “Sayang ? Hey sayang ? Kamu kenapa ? Oppa masuk ya ?” tanya oppa yang langsung masuk ke kamarku dan melihat aku sedang tidur di meja belajar. “Huuuft… Ternyata kamu sedang tidur…” kata oppa mengelus kepalaku dan itu membuatku bangun. “Ah o oppa. Ada apa oppa ? Maaf aku ketiduran oppa…” kataku yang sedang mengucek-ngucek mata. “Gapapa kok, kamu tidurnya pindah ke kasur ya, jangan di sini.” Tuntun oppa menuju kasur. “Ah mianhe oppa…” maafku yang sudah tiduran di kasur. “Ne, gapapa kok sayang…” kata oppa menyelimutiku. “Hmm, oppa kenapa ke sini ? Apa teman-teman oppa sudah pulang ?” tanyaku. “Mereka belum pulang kok… Oppa Cuma ingin melihatmu saja…” kata oppa membelai rambutku. “ooooh…” jawabku singkat. “Kamu keliatan capek sekali sayang, mendingan kamu tidur lagi aja deh…” suruh oppa yang masih membelai rambutku. “Baiklah oppa, aku tidur ya oppa…” izinku. “Ya sayang (mengecup keningku) Selamat tidur sayang, tidur yang nyenyak ya…” senyum oppa dan akupun langsung tirtidur dengan pulasnya, serta oppa pergi meninggalkanku di kamar. “Hey bum, kok lama amat sih ke wc nya ?” tanya salah satu teman oppa. “Haha mianhe, tadi habis dari wc aku ke kamar yeojaku. Jeongmal mianhe…” maaf oppa. “Oh… Kamu ngapain ke kamar yeojamu ? Ayoo ! Kamu dan yeojamu pasti sedang… Ya kan ? Jujur aja deh !” tanya mereka penasaran. “Aku dan dia tidak melakukan apa yang kalian pikirkan, paling aku hanya mencium keningnya karena dia sedang tidur. Aku ke kamarnya hanya ingin melihat dia sedang apa, ternyata dia ketiduran saat belajar. Saat aku menyuruhnya untuk pindah ke kasur, aku melihat mukanya sangat capek. Dan aku menyuruhnya untuk kembali tidur.” jelas oppa panjang lebar. “ooooh, pantes lama. Hmmm, may we go to your girlfriend’s bedroom ?” tanya mereka dengan senyum iblisnya. “NO !! Noboddy gone to her bedroom except me and her familys !!! Kalian mau ngapain ke kamarnya !!?” marah oppa. “Hahhahhahahhahaaa !! Hey kibum ! Kami cuma mengetesmu kok !” tawa mereka serentak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar